Bacaan Doa Buka Puasa Ramadan Lengkap: Arab, Latin, dan Terjemahannya
Fajar - Thursday, 05 February 2026 | 09:00 PM


Momen berbuka puasa adalah waktu yang paling dinanti oleh setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Selain sebagai tanda berakhirnya ibadah menahan lapar dan haus seharian, waktu ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Mengutip berbagai literatur hukum Islam, doa yang dipanjatkan pada saat berbuka puasa termasuk dalam kategori doa yang tidak tertolak.
Namun, sering kali muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai bacaan doa yang paling tepat sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Terdapat beberapa variasi doa yang populer, dan memahami landasan sejarah serta kekuatan riwayat hadis di baliknya sangat penting untuk meningkatkan kualitas ibadah kita.
Macam-Macam Bacaan Doa Buka Puasa
Dalam tradisi Islam, terdapat dua doa yang paling umum dibaca oleh umat muslim saat waktu magrib tiba. Berikut adalah penjelasan teknis dan teks dari doa-doa tersebut.
1. Doa Buka Puasa Populer (Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)
Doa ini adalah yang paling banyak dikenal dan diajarkan sejak bangku sekolah. Berikut adalah teksnya:
Teks Arab: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Teks Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu.
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."
Meskipun doa ini sangat populer, beberapa ahli hadis mencatat bahwa tambahan kata wa bika aamantu sering kali tidak ditemukan dalam naskah asli hadis primer tertentu, namun maknanya tetap shahih secara akidah dan diperbolehkan untuk dibaca.
2. Doa Buka Puasa Sesuai Hadis Shahih (Riwayat Abu Dawud)
Bagi umat muslim yang mengedepankan aspek keaslian riwayat (shahih), doa berikut ini sering kali menjadi pilihan utama karena memiliki sanad (rantai perawi) yang dinilai kuat oleh para pakar hadis seperti Al-Albani.
Teks Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Teks Latin: Dzahabaz-zhama'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah."
Doa ini secara teknis menggambarkan kondisi fisik orang yang baru saja membatalkan puasanya, sehingga memberikan kesan syukur yang mendalam atas nikmat air yang membasahi kerongkongan.
Waktu Terbaik Membaca Doa
Terdapat diskusi teknis di kalangan ulama mengenai kapan sebenarnya doa ini sebaiknya diucapkan. Hal ini penting agar pembaca dapat mempraktikkannya dengan tepat:
- Sebelum Membatalkan: Untuk doa Allahumma laka shumtu, banyak ulama menyarankan dibaca tepat sebelum menyantap takjil atau meminum air sebagai bentuk permohonan izin kepada Allah SWT.
- Setelah Membatalkan: Untuk doa Dzahabaz-zhama'u, secara bahasa doa ini bermakna "telah hilang rasa haus". Oleh karena itu, doa ini paling tepat dibaca sesaat setelah Anda meminum air atau membatalkan puasa, karena secara faktual rasa haus baru hilang setelah air masuk ke dalam kerongkongan.
Keutamaan Berdoa Saat Berbuka
Mengapa kita diperintahkan untuk berdoa dengan sungguh-sungguh saat berbuka? Data sejarah dan teks keagamaan menunjukkan bahwa kondisi seorang hamba yang lemah karena lapar dan haus adalah kondisi di mana hatinya sedang lembut dan dekat dengan Tuhannya.
Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi bahwa ada tiga kelompok orang yang doanya tidak akan ditolak, dan salah satunya adalah orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Ini adalah kesempatan emas bagi umat muslim untuk memohon hajat dunia maupun akhirat, tidak hanya terbatas pada doa makan saja.
Kesimpulan
Membaca doa buka puasa Ramadan bukan sekadar rutinitas sebelum makan, melainkan bagian dari kesempurnaan ibadah puasa itu sendiri. Baik menggunakan doa yang populer maupun doa dengan riwayat shahih, yang paling utama adalah membacanya dengan penuh kesadaran dan rasa syukur.
Memahami teks dan makna doa membantu kita lebih menghargai setiap butir nasi dan setetes air yang kita nikmati. Agar berbuka Anda lebih berkah, pastikan juga untuk mengikuti Tata Cara Berbuka Puasa yang Sehat dan Sesuai Tuntunan Syariat agar kondisi fisik tetap terjaga untuk melaksanakan salat tarawih.
Next News

Doa-Doa Penting di Bulan Ramadan Selain Doa Buka Puasa
4 days ago

Urutan Berbuka Puasa yang Benar Agar Tubuh Tetap Bugar Selama Ramadan
4 days ago

Keutamaan Waktu Mustajab Saat Berbuka: Momen Emas Bagi Orang Berpuasa
4 days ago

Perbandingan Doa Buka Puasa: Allahumma Laka Shumtu vs Dzahabaz-zhama'u
4 days ago





