Ubi Ungu dan Ubi Kuning, Apa Perbedaan Kandungan Gizinya?
icaa - Saturday, 31 October 2026 | 01:53 PM


Ubi merupakan salah satu bahan pangan yang mudah ditemukan di Indonesia. Umbi-umbian ini sering diolah menjadi berbagai makanan, seperti ubi rebus, kolak, keripik, hingga aneka kue tradisional. Di antara banyak jenisnya, ubi ungu dan ubi kuning menjadi dua pilihan yang cukup populer.
Sekilas, perbedaan keduanya terlihat dari warna daging umbinya. Ubi ungu memiliki warna keunguan yang mencolok, sedangkan ubi kuning mempunyai warna kuning hingga jingga. Perbedaan warna tersebut bukan sekadar tampilan, tetapi juga berkaitan dengan kandungan pigmen alami dan zat gizi di dalamnya.
1. Ubi Ungu Mengandung Antosianin
Warna ungu pada ubi berasal dari senyawa alami bernama antosianin. Senyawa ini termasuk kelompok flavonoid yang berperan sebagai antioksidan.
Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan antosianin membuat ubi ungu menarik sebagai sumber pangan yang memiliki senyawa bioaktif.
Jumlah antosianin dapat berbeda tergantung varietas ubi, tingkat kematangan, dan cara pengolahannya.
2. Ubi Kuning Kaya Beta-Karoten
Berbeda dengan ubi ungu, ubi kuning hingga jingga mengandung pigmen karotenoid, terutama beta-karoten pada varietas tertentu.
Beta-karoten merupakan provitamin A yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Nutrisi ini dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mata, mendukung fungsi kekebalan tubuh, dan membantu pemeliharaan jaringan tubuh.
Semakin pekat warna kuning atau jingga pada beberapa varietas ubi, kandungan karotenoidnya dapat semakin tinggi.
3. Sama-Sama Mengandung Karbohidrat
Ubi ungu dan ubi kuning merupakan sumber karbohidrat yang dapat memberikan energi bagi tubuh. Karbohidrat di dalamnya sebagian besar berbentuk pati, yang akan dicerna menjadi glukosa.
Keduanya dapat dijadikan alternatif sumber karbohidrat selain nasi. Ubi bisa dikonsumsi sebagai makanan utama maupun camilan, tergantung jumlah dan cara penyajiannya.
Kandungan karbohidrat setiap jenis ubi tidak selalu sama karena dipengaruhi varietas, ukuran, dan kadar air.
4. Kandungan Serat untuk Menjaga Pencernaan
Kedua jenis ubi juga mengandung serat pangan yang bermanfaat bagi sistem pencernaan. Serat membantu menjaga kelancaran buang air besar dan mendukung kesehatan mikroorganisme baik di dalam usus.
Mengonsumsi ubi bersama kulitnya dapat menambah asupan serat, asalkan kulit dibersihkan dengan baik dan masih layak dikonsumsi.
Kandungan serat tersebut membuat ubi dapat menjadi bagian dari menu makanan yang lebih beragam.
5. Perbedaan Kandungan Vitamin
Ubi kuning, terutama yang berwarna jingga, umumnya lebih menonjol dalam kandungan provitamin A. Sementara itu, ubi ungu juga menyediakan berbagai vitamin, termasuk vitamin C dan sejumlah vitamin B dalam jumlah yang bervariasi.
Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen dan membantu fungsi sistem kekebalan tubuh. Adapun vitamin B membantu berbagai proses metabolisme yang berlangsung di dalam tubuh.
Kandungan vitamin dapat berkurang selama penyimpanan maupun proses memasak, terutama jika menggunakan waktu dan suhu yang terlalu tinggi.
6. Sama-Sama Mengandung Mineral
Ubi ungu dan ubi kuning menyediakan sejumlah mineral, seperti kalium, mangan, dan magnesium.
Kalium membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mendukung fungsi otot dan saraf. Magnesium berperan dalam berbagai reaksi metabolisme, sedangkan mangan membantu kerja sejumlah enzim dalam tubuh.
Jumlah mineral pada kedua jenis ubi dapat berbeda berdasarkan varietas dan kondisi pertumbuhannya.
7. Mana yang Lebih Baik untuk Dikonsumsi?
Ubi ungu dan ubi kuning sama-sama memiliki keunggulan masing-masing. Ubi ungu menarik bagi orang yang ingin memperoleh asupan antosianin, sedangkan ubi kuning dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan beta-karoten.
Tidak perlu menganggap salah satunya lebih unggul dalam semua aspek. Mengonsumsi kedua jenis ubi secara bergantian dapat membantu memberikan variasi nutrisi dalam menu harian.
8. Cara Mengolah Ubi agar Kandungan Gizinya Terjaga
Cara memasak dapat memengaruhi kandungan nutrisi pada ubi. Merebus dan mengukus merupakan pilihan sederhana karena tidak membutuhkan banyak tambahan minyak.
Ubi juga dapat dipanggang, tetapi sebaiknya tidak ditambahkan gula atau bahan tinggi lemak secara berlebihan jika ingin menjaga keseimbangan asupan energi.
Sebelum diolah, ubi perlu dicuci hingga bersih untuk menghilangkan tanah dan kotoran yang menempel pada kulitnya.
Next News

Roti Gandum dengan Telur sebagai Pilihan Camilan Penambah Energi
in 7 hours

10 Camilan Sehat Tinggi Kalori yang Membantu Menambah Berat Badan
in 7 hours

Omega-3 dan Omega-6, Apa Perbedaan Kedua Jenis Lemak Ini?
in 3 hours

Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Vitamin B12?
in 3 hours

Jagung sebagai Sumber Karbohidrat yang Sering Dianggap Hanya sebagai Sayuran
in 3 hours

Mengapa Nasi yang Didinginkan Memiliki Kandungan Pati Resisten?
in 3 hours

Mengapa Kentang Bisa Menjadi Sumber Energi Pengganti Nasi?
in 3 hours

Nasi Putih dan Nasi Merah, Apa Perbedaan Kandungan Karbohidratnya?
in 3 hours

Mengapa Kubis Bisa Mengeluarkan Aroma Khas Ketika Direbus?
in 3 hours

Sayuran yang Bisa Tumbuh Kembali Setelah Dipotong, Ini Jenis-Jenisnya
in 3 hours





