Sayuran yang Bisa Tumbuh Kembali Setelah Dipotong, Ini Jenis-Jenisnya
icaa - Saturday, 31 October 2026 | 01:32 PM


Tidak semua sayuran harus ditanam dari benih baru setiap kali ingin memanennya. Beberapa jenis sayuran memiliki kemampuan untuk menumbuhkan tunas atau daun baru setelah bagian tertentu dipotong. Kemampuan ini membuat tanaman tersebut dapat dimanfaatkan kembali dan menjadi pilihan menarik untuk berkebun di rumah.
Menariknya, sebagian sayuran bahkan bisa tumbuh dari sisa potongan yang biasanya dibuang setelah memasak. Meskipun demikian, keberhasilan pertumbuhannya bergantung pada kondisi akar, batang, air, sinar matahari, dan perawatan tanaman.
Berikut beberapa jenis sayuran yang bisa tumbuh kembali setelah dipotong.
1. Daun Bawang
Daun bawang termasuk sayuran yang paling mudah ditumbuhkan kembali. Bagian pangkal yang masih memiliki akar dapat dimasukkan ke dalam wadah berisi sedikit air atau langsung ditanam di tanah.
Dalam beberapa hari, tunas hijau baru biasanya mulai muncul apabila kondisi tanaman mendukung. Setelah tumbuh cukup panjang, daunnya dapat dipotong untuk digunakan kembali sebagai bahan masakan.
2. Seledri
Seledri juga dapat tumbuh kembali dari bagian pangkal batangnya. Potongan pangkal seledri yang masih utuh dapat diletakkan di wadah dangkal berisi air.
Jika tunas baru mulai muncul dari bagian tengah, tanaman tersebut bisa dipindahkan ke pot berisi tanah. Seledri membutuhkan penyiraman teratur dan tempat yang mendapatkan cahaya matahari cukup.
3. Kangkung
Kangkung merupakan sayuran yang dapat tumbuh kembali setelah batangnya dipotong. Tanaman ini mempunyai kemampuan menghasilkan tunas baru dari bagian batang yang masih tertinggal.
Saat memanen kangkung, sebaiknya jangan memotong seluruh batang hingga pangkal. Sisakan beberapa bagian batang dan ruas yang memiliki mata tunas agar tanaman dapat menghasilkan pertumbuhan berikutnya.
4. Selada
Selada dapat menumbuhkan daun baru apabila bagian pangkalnya masih memiliki jaringan pertumbuhan yang sehat. Sisa pangkal selada bisa diletakkan dalam wadah berisi sedikit air hingga muncul tunas.
Setelah akar dan daun baru berkembang, tanaman dapat dipindahkan ke media tanam. Namun, pertumbuhan kembali dari sisa pangkal tidak selalu menghasilkan tanaman sebesar selada yang tumbuh dari benih.
5. Sawi
Beberapa jenis sawi dapat menghasilkan tunas baru dari bagian pangkal yang masih memiliki titik tumbuh. Sisa batang yang sehat dapat ditanam kembali di media tanah yang lembap.
Pertumbuhan daun baru membutuhkan cahaya yang cukup, air, dan unsur hara. Jika bagian titik tumbuh ikut terpotong atau mengalami kerusakan, kemungkinan tanaman untuk tumbuh kembali menjadi lebih kecil.
6. Pakcoy
Pakcoy juga dapat dicoba ditumbuhkan kembali dari bagian pangkal batang. Bagian bawah tanaman yang masih utuh dapat diletakkan dalam wadah berisi air dengan posisi akar atau pangkalnya sedikit terendam.
Tunas baru biasanya muncul dari bagian tengah apabila jaringan pertumbuhannya masih sehat. Setelah itu, pakcoy dapat dipindahkan ke pot agar memperoleh ruang dan nutrisi yang lebih baik.
7. Kemangi
Kemangi memiliki kemampuan tumbuh kembali melalui batang yang masih memiliki ruas dan mata tunas. Ketika memanen daunnya, sebaiknya sisakan beberapa pasang daun pada batang agar tanaman tetap bisa melakukan fotosintesis.
Selain itu, potongan batang kemangi yang sehat juga dapat diperbanyak melalui teknik stek. Batang tersebut bisa ditumbuhkan terlebih dahulu di air hingga mengeluarkan akar sebelum dipindahkan ke tanah.
8. Bayam
Bayam dapat menghasilkan daun dan tunas baru apabila bagian batang yang memiliki titik pertumbuhan masih tersisa. Saat memanen, pemotongan sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan permukaan tanah.
Dengan penyiraman dan pemupukan yang sesuai, tanaman dapat melanjutkan pertumbuhannya. Namun, kemampuan tumbuh kembali bergantung pada jenis bayam dan kondisi tanaman.
9. Mint
Mint dikenal sebagai tanaman yang mudah menyebar dan menghasilkan tunas baru. Tanaman ini dapat tumbuh kembali dari batang yang memiliki ruas maupun bagian akar yang masih sehat.
Potongan batang mint dapat ditanam di tanah lembap atau direndam dalam air hingga membentuk akar. Setelah tumbuh, daunnya bisa digunakan sebagai campuran minuman dan berbagai hidangan.
10. Bawang Putih
Bawang putih dapat menghasilkan tanaman baru dari siung yang masih utuh. Berbeda dengan daun bawang yang tumbuh kembali dari pangkalnya, bawang putih biasanya diperbanyak dengan menanam siung.
Siung yang ditanam di tanah dengan posisi ujung runcing menghadap ke atas dapat mengeluarkan tunas hijau. Jika dirawat dengan baik, tanaman ini dapat berkembang hingga menghasilkan umbi baru.
Tips agar Sayuran Bisa Tumbuh Kembali
Agar sayuran dapat menghasilkan pertumbuhan baru setelah dipotong, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Sisakan bagian pangkal, akar, atau ruas batang yang masih sehat.
- Gunakan wadah dan media tanam yang bersih.
- Pastikan tanaman mendapatkan cahaya matahari yang cukup.
- Jaga kelembapan tanah tanpa membuatnya terlalu basah.
- Berikan pupuk secukupnya untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
- Potong daun secara bertahap dan jangan mengambil seluruh bagian tanaman.
Next News

Roti Gandum dengan Telur sebagai Pilihan Camilan Penambah Energi
in 6 hours

10 Camilan Sehat Tinggi Kalori yang Membantu Menambah Berat Badan
in 6 hours

Omega-3 dan Omega-6, Apa Perbedaan Kedua Jenis Lemak Ini?
in 2 hours

Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Vitamin B12?
in 2 hours

Ubi Ungu dan Ubi Kuning, Apa Perbedaan Kandungan Gizinya?
in 2 hours

Jagung sebagai Sumber Karbohidrat yang Sering Dianggap Hanya sebagai Sayuran
in 2 hours

Mengapa Nasi yang Didinginkan Memiliki Kandungan Pati Resisten?
in 2 hours

Mengapa Kentang Bisa Menjadi Sumber Energi Pengganti Nasi?
in 2 hours

Nasi Putih dan Nasi Merah, Apa Perbedaan Kandungan Karbohidratnya?
in 2 hours

Mengapa Kubis Bisa Mengeluarkan Aroma Khas Ketika Direbus?
in 2 hours





