Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Vitamin B12?
icaa - Saturday, 31 October 2026 | 01:57 PM


Vitamin B12 merupakan salah satu vitamin yang memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tubuh. Nutrisi ini membantu pembentukan sel darah merah, mendukung kesehatan sistem saraf, serta berperan dalam proses pembentukan materi genetik atau DNA.
Meskipun dibutuhkan dalam jumlah relatif kecil, kekurangan vitamin B12 dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Kondisi ini terkadang berkembang secara perlahan sehingga gejalanya tidak langsung disadari.
Vitamin B12 secara alami banyak ditemukan dalam makanan hewani, seperti daging, ikan, telur, susu, dan produk olahannya. Jika asupannya tidak mencukupi atau tubuh mengalami gangguan penyerapan, seseorang dapat mengalami kekurangan vitamin tersebut.
1. Tubuh Mudah Lelah dan Kehilangan Energi
Salah satu tanda kekurangan vitamin B12 adalah tubuh mudah merasa lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
Hal ini dapat terjadi karena vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika kekurangan vitamin ini menyebabkan anemia, pasokan oksigen ke jaringan tubuh dapat terganggu.
Akibatnya, seseorang bisa merasa lemas, kurang bertenaga, dan sulit menjalankan aktivitas sehari-hari.
2. Mengalami Anemia Megaloblastik
Vitamin B12 dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah yang normal. Jika tubuh kekurangan nutrisi ini, produksi sel darah merah dapat terganggu.
Salah satu akibatnya adalah anemia megaloblastik, yaitu kondisi ketika sel darah merah berukuran lebih besar dari normal dan tidak berkembang dengan sempurna.
Penderita dapat mengalami pucat, lemas, pusing, jantung berdebar, dan sesak napas ketika beraktivitas.
3. Sering Mengalami Kesemutan
Kekurangan vitamin B12 juga dapat memengaruhi kesehatan sistem saraf. Vitamin ini berperan dalam menjaga mielin, yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti serabut saraf.
Apabila kadar vitamin B12 terlalu rendah, fungsi lapisan tersebut dapat terganggu. Kondisi ini bisa menimbulkan sensasi kesemutan, mati rasa, atau rasa seperti tertusuk jarum pada tangan dan kaki.
Gejala tersebut dapat muncul secara bertahap dan tidak boleh dianggap sebagai gangguan ringan apabila berlangsung terus-menerus.
4. Mengalami Gangguan Keseimbangan Tubuh
Sistem saraf memiliki peran penting dalam mengatur koordinasi gerakan dan keseimbangan. Kekurangan vitamin B12 yang berlangsung lama dapat mengganggu fungsi saraf tersebut.
Akibatnya, seseorang mungkin merasa lebih mudah kehilangan keseimbangan, berjalan kurang stabil, atau mengalami kesulitan mengoordinasikan gerakan tubuh.
Pada kondisi yang lebih berat, gangguan ini dapat meningkatkan risiko terjatuh.
5. Sulit Berkonsentrasi dan Mengingat Sesuatu
Vitamin B12 juga berhubungan dengan fungsi otak dan sistem saraf. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, atau merasa pikirannya kurang jernih.
Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat disertai perubahan suasana hati dan gangguan daya ingat.
Namun, masalah konsentrasi tidak selalu disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 karena terdapat banyak faktor lain yang dapat memengaruhinya.
6. Lidah Terasa Sakit dan Mulut Tidak Nyaman
Kekurangan vitamin B12 dapat memengaruhi kesehatan jaringan mulut. Salah satu gejala yang mungkin muncul adalah glositis, yaitu peradangan pada lidah.
Lidah dapat terlihat lebih merah, terasa licin, membengkak, atau mengalami rasa perih. Sebagian orang juga merasakan sensasi terbakar pada lidah dan mengalami sariawan.
Gejala ini dapat membuat aktivitas makan menjadi kurang nyaman.
7. Mengapa Tubuh Bisa Kekurangan Vitamin B12?
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kekurangan vitamin B12, antara lain:
- Jarang mengonsumsi makanan sumber vitamin B12, terutama makanan hewani.
- Mengalami gangguan penyerapan nutrisi di saluran pencernaan.
- Memiliki penyakit tertentu yang memengaruhi lambung atau usus.
- Pernah menjalani operasi pada lambung atau sebagian usus.
- Mengalami anemia pernisiosa, yaitu kondisi autoimun yang mengganggu penyerapan vitamin B12.
- Menggunakan obat tertentu dalam jangka panjang, seperti metformin atau obat penurun asam lambung, yang dapat memengaruhi kadar vitamin B12.
Orang yang menjalani pola makan vegan tanpa makanan yang diperkaya vitamin B12 atau suplemen juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan nutrisi ini.
8. Makanan yang Mengandung Vitamin B12
Kebutuhan vitamin B12 dapat dipenuhi melalui berbagai sumber makanan, terutama produk hewani.
Beberapa makanan yang mengandung vitamin B12 antara lain:
- Ikan: Seperti ikan sarden, salmon, dan tuna.
- Daging: Daging sapi merupakan salah satu sumber vitamin B12.
- Telur: Mengandung vitamin B12, terutama pada bagian kuning telur.
- Susu: Menyediakan vitamin B12 sekaligus beberapa mineral penting.
- Keju: Mengandung vitamin B12 dengan jumlah yang berbeda-beda sesuai jenisnya.
- Hati sapi: Termasuk makanan dengan kandungan vitamin B12 yang sangat tinggi.
Bagi orang yang tidak mengonsumsi produk hewani, makanan yang telah diperkaya vitamin B12 atau suplemen dapat menjadi alternatif sesuai kebutuhan.
9. Cara Mengetahui dan Mengatasi Kekurangan Vitamin B12
Kekurangan vitamin B12 tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan darah diperlukan untuk mengetahui kadar vitamin B12 dan menilai kemungkinan anemia.
Dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui penyebab kekurangan tersebut.
Penanganannya bergantung pada tingkat kekurangan dan penyebabnya. Sebagian orang cukup memperbaiki pola makan, sedangkan orang dengan gangguan penyerapan mungkin membutuhkan suplemen dosis tertentu atau suntikan vitamin B12.
Jika mengalami kesemutan berkepanjangan, kelemahan tubuh, atau gangguan keseimbangan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar tidak berkembang menjadi gangguan saraf yang lebih serius.
Next News

Roti Gandum dengan Telur sebagai Pilihan Camilan Penambah Energi
in 7 hours

10 Camilan Sehat Tinggi Kalori yang Membantu Menambah Berat Badan
in 7 hours

Omega-3 dan Omega-6, Apa Perbedaan Kedua Jenis Lemak Ini?
in 4 hours

Ubi Ungu dan Ubi Kuning, Apa Perbedaan Kandungan Gizinya?
in 3 hours

Jagung sebagai Sumber Karbohidrat yang Sering Dianggap Hanya sebagai Sayuran
in 3 hours

Mengapa Nasi yang Didinginkan Memiliki Kandungan Pati Resisten?
in 3 hours

Mengapa Kentang Bisa Menjadi Sumber Energi Pengganti Nasi?
in 3 hours

Nasi Putih dan Nasi Merah, Apa Perbedaan Kandungan Karbohidratnya?
in 3 hours

Mengapa Kubis Bisa Mengeluarkan Aroma Khas Ketika Direbus?
in 3 hours

Sayuran yang Bisa Tumbuh Kembali Setelah Dipotong, Ini Jenis-Jenisnya
in 3 hours





