Rabu, 25 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Tips Memilih Takjil Sehat untuk Ngabuburit Tanpa Rasa Bersalah

RAU - Friday, 20 February 2026 | 04:15 AM

Background
Tips Memilih Takjil Sehat untuk Ngabuburit Tanpa Rasa Bersalah

Seni Berburu Takjil Tanpa Harus 'Zhalim' ke Badan Sendiri

Pukul setengah lima sore adalah waktu yang krusial bagi penduduk Indonesia. Di jam-jam segini, gairah bertahan hidup mendadak meningkat drastis. Jalanan yang tadinya lengang berubah jadi arena 'war' takjil. Asap dari panggangan otak-otak beradu dengan aroma minyak goreng dari wajan raksasa abang-abang bakwan. Mata kita mendadak punya radar setajam elang, mampu mendeteksi warna merah sirup es buah dari jarak seratus meter. Masalahnya, seringkali lapar mata ini lebih dominan daripada kebutuhan nutrisi yang sebenarnya.

Kita semua tahu skenarionya: beli gorengan lima ribu dapet empat, es pisang ijo yang susunya tumpah-tumpah, plus martabak telur sebagai 'pemanis' penderitaan usus. Begitu adzan Maghrib berkumandang, semua dilahap dalam sepuluh menit. Hasilnya? Bukannya segar buat tarawih, kita malah merasa begah, ngantuk berat, dan berakhir terkapar di depan TV dengan rasa bersalah yang menghantui. Nah, biar Ramadan tahun ini nggak cuma dapet kolesterol dan gula darah tinggi, ada baiknya kita mulai sedikit 'rewel' saat memilih takjil di pinggir jalan.

Jangan Terjebak 'Manis yang Menipu'

Slogan "berbukalah dengan yang manis" itu ada benarnya, tapi sering disalahartikan. Tubuh kita memang butuh glukosa buat mengembalikan energi yang drop setelah belasan jam puasa. Tapi bukan berarti kita harus mengguyur tenggorokan dengan sirup sintetis yang warnanya lebih ngejreng daripada masa depan. Masalah utama takjil kekinian adalah sugar overload yang bikin insulin kita kaget bukan main.

Coba deh, sesekali beralih ke rasa manis yang lebih jujur. Kurma adalah pilihan paling klise tapi paling bener secara medis. Kandungan seratnya bikin gula darah nggak langsung melonjak tajam lalu anjlok seketika (sugar crash). Kalau bosen sama kurma, carilah buah potong atau jus murni tanpa tambahan kental manis yang segunung. Ingat, gula tambahan itu kalau dikonsumsi berlebih pas perut kosong bisa bikin perut terasa kembung dan begah. Jadi, kalau abang es buahnya nanya, "Susu sama sirupnya dibanyakin nggak, Kak?", cukup jawab dengan senyuman tipis dan bilang "Sedikit aja, Bang, saya lagi mau tobat."

Gorengan: Musuh dalam Selimut yang Selalu Dirindu

Ngomongin takjil tanpa gorengan itu ibarat nonton konser tanpa suara; hambar. Kita semua tahu kalau gorengan itu nggak sehat, tapi godaannya memang setingkat dewa. Minyak yang dipakai buat goreng bakwan atau tahu isi di pinggir jalan itu biasanya sudah dipakai berkali-kali sampai warnanya hitam pekat kayak aspal. Ini adalah sarang lemak trans yang siap menyumbat pembuluh darah kita pelan-pelan.



Tips biar tetap bisa makan gorengan tanpa 'zhalim' ke badan adalah dengan membatasi jumlahnya. Kalau biasanya beli lima dimakan sendiri, sekarang coba beli dua aja, itu pun dimakan pelan-pelan. Atau, carilah alternatif kudapan yang dimasak dengan cara lain. Dimsum, siomay yang dikukus, atau bahkan pempek (yang digorengnya sebentar saja) jauh lebih ramah buat sistem pencernaan daripada bakwan yang minyaknya bisa diperas buat menyalakan lampu petromak. Rasa gurih nggak harus selalu datang dari minyak yang menggenang, kok.

Protein: Pahlawan yang Sering Terlupakan

Kebanyakan takjil kita didominasi oleh karbohidrat dan lemak. Tepung di gorengan, gula di minuman, santan di kolak. Protein seringkali absen dalam ritual pembukaan puasa ini. Padahal, protein penting banget buat bikin kita merasa kenyang lebih lama. Kalau kita cuma makan yang manis-manis, sejam kemudian kita bakal merasa lapar lagi dan pengen makan berat dengan porsi yang brutal.

Cobalah cari takjil yang mengandung protein. Telur rebus, kacang-kacangan, atau bahkan sesimpel tahu bakso yang lebih banyak dagingnya ketimbang tepungnya. Edamame rebus juga bisa jadi opsi takjil yang sangat 'estetik' dan sehat buat dibawa ngabuburit. Dengan memasukkan unsur protein, metabolisme tubuh kita bakal tetap terjaga, dan kita nggak akan kalap pas masuk ke sesi makan besar setelah tarawih.

Hidrasi yang Beneran Menghidrasi

Kesalahan fatal banyak orang saat buka puasa adalah langsung menghajar es yang sangat dingin dan sangat manis. Suhu ekstrem dingin pas perut kosong bisa memicu kontraksi di lambung. Belum lagi, minuman manis seringkali malah bikin kita makin haus (teori osmosis, kalau kalian masih ingat pelajaran biologi sekolah). Jadi, triknya adalah: minum air putih suhu ruang dulu segelas. Biarkan tubuh beradaptasi, baru setelah itu silakan minum es buah atau es teh manis favoritmu.

Pilihan minuman yang cerdas lainnya adalah air kelapa murni. Tanpa tambahan sirup atau gula, air kelapa adalah isotonik alami yang paling ampuh buat mengganti cairan tubuh yang hilang. Rasanya segar, tampilannya keren buat di-post di Story Instagram, dan yang paling penting, ginjal kamu bakal berterima kasih karena nggak harus kerja keras menyaring pewarna buatan di hari yang fitri ini.



Porsi Adalah Kunci (Jangan Lapar Mata)

Terakhir, dan yang paling sulit, adalah mengendalikan keinginan untuk membeli semua dagangan di pasar kaget. Saat perut kosong, semua makanan terlihat seperti karya seni yang harus dimiliki. Tapi percayalah, kapasitas lambung kita itu terbatas. Membeli terlalu banyak takjil cuma bakal berakhir jadi limbah makanan atau bikin kita makan berlebihan (overeating).

Cobalah prinsip 'satu jenis satu'. Satu jenis minuman segar, satu jenis cemilan gurih. Kalau mau lebih, ajak teman atau keluarga buat sharing. Dengan berbagi, kita bisa mencicipi banyak rasa tanpa harus memasukkan semua kalorinya ke dalam perut sendiri. Ingat, tujuan puasa adalah melatih pengendalian diri. Kalau pas buka puasa kita malah jadi hamba nafsu belanja takjil, berarti ada yang perlu dievaluasi dari ibadah kita.

Jadi, ngabuburit sore ini mau cari apa? Boleh kok tetap jajan di pinggir jalan, asalkan kita mulai jadi konsumen yang cerdas. Pilih yang bahannya segar, batasi minyak dan gula, dan pastikan perut kita nggak kaget. Dengan begitu, kita bisa menjalani Ramadan dengan badan yang bugar, hati yang tenang, dan tanpa rasa bersalah pas timbangan berat badan mulai melirik nakal di akhir bulan nanti. Selamat berburu takjil yang bertanggung jawab!