Telur Setiap Hari, Baik atau Justru Perlu Dibatasi? Ini Kata Ahli
Laila - Friday, 11 September 2026 | 09:30 PM


Telur Setiap Hari: Antara Sahabat Tanggal Tua dan Ketakutan Kolesterol
Mari kita jujur sejenak. Di dunia ini, ada satu pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu setia menemani kita di saat-saat kritis, terutama ketika saldo rekening sudah mulai menunjukkan gejala sekarat di akhir bulan. Ya, siapa lagi kalau bukan telur? Mau diceplok, didadar, direbus, atau bahkan cuma dicampur ke dalam mi instan, telur adalah jawaban paling solutif buat urusan perut yang nggak mau kompromi soal rasa tapi punya budget terbatas.
Tapi, di balik kepopulerannya sebagai "penyelamat tanggal tua", telur sering kali terseret dalam pusaran gosip kesehatan yang nggak ada habisnya. Kamu pasti pernah dengar omongan seperti, "Jangan makan telur tiap hari, nanti bisulan!" atau yang lebih seram lagi, "Hati-hati kolesterol, bisa bikin jantung kaget!" Akhirnya, kita yang cuma mau makan enak dengan modal dua ribu perak jadi kena mental duluan. Jadi sebenarnya, makan telur setiap hari itu sebuah berkah atau malah awal dari petaka kesehatan? Mari kita bedah bareng-bareng lewat kacamata para ahli, tanpa bahasa medis yang bikin pusing tujuh keliling.
Kenapa Telur Selalu Jadi "Kambing Hitam"?
Masalah utama yang bikin telur sering dicurigai adalah kandungan kolesterol dalam kuning telurnya. Selama puluhan tahun, banyak orang percaya kalau makan kolesterol dari makanan otomatis bakal bikin kolesterol dalam darah naik drastis. Logikanya terdengar masuk akal, tapi ternyata sains nggak sesederhana itu. Riset-riset terbaru mulai meluruskan bahwa bagi mayoritas orang, kolesterol dari makanan nggak punya dampak signifikan pada kadar kolesterol darah.
Usut punya usut, hati kita justru memproduksi kolesterol sendiri setiap hari. Saat kita makan makanan yang tinggi kolesterol seperti telur, hati kita secara cerdas bakal sedikit "ngerem" produksinya biar seimbang. Jadi, ketakutan berlebihan soal satu butir telur bakal menyumbat pembuluh darah itu sebenarnya agak sedikit lebay buat orang yang kondisinya sehat walafiat. Yang justru berbahaya itu kalau telur tersebut ditemani oleh gorengan berlemak jenuh tinggi atau jeroan yang bikin kolesterol jahat (LDL) benar-benar berpesta pora.
Satu Hari Satu Butir: Apa Kata Para Ahli?
Banyak ahli gizi, termasuk dari Harvard School of Public Health, menyebutkan kalau makan satu butir telur sehari itu masih dalam taraf aman bagi kebanyakan orang sehat. Bahkan, telur itu sering dijuluki sebagai "multivitamin alami" dari alam. Bayangkan saja, dalam satu butir telur kecil, kamu dapet paket lengkap: protein kualitas tinggi, vitamin A, B12, D, E, serta mineral penting seperti selenium dan kolin.
Nah, ngomongin soal Kolin, nutrisi ini sering banget dilupakan. Padahal, kolin itu penting banget buat kesehatan otak dan memori. Jadi kalau kamu sering lupa naro kunci motor atau mendadak blank saat ujian, mungkin kamu kurang asupan telur. Selain itu, ada juga kandungan lutein dan zeaxanthin di dalam kuning telur yang bagus banget buat mata, terutama buat kita yang seharian kerjaannya melototin layar HP atau laptop sampai mata perih.
Batas Aman yang Perlu Diperhatikan
Tapi tunggu dulu, meski para ahli bilang oke, bukan berarti kamu boleh sarapan telur, makan siang telur, dan makan malam telur sampai sepuluh butir sehari. Tetap ada batasan yang masuk akal. Bagi kamu yang punya riwayat diabetes atau penyakit jantung, para ahli menyarankan untuk sedikit lebih disiplin, misalnya membatasi konsumsi kuning telur maksimal tiga sampai empat butir saja dalam seminggu. Putih telurnya sih silakan aja kalau mau dihajar tiap hari, karena isinya murni protein tanpa lemak dan kolesterol.
Selain itu, yang paling penting sebenarnya bukan cuma soal berapa jumlah telurnya, tapi bagaimana cara kamu "memperlakukan" si telur itu. Kalau telurnya digoreng dengan minyak yang sudah hitam legam atau dicampur dengan margarin yang tumpah-ruah, ya jelas manfaat kesehatannya jadi luntur. Telur rebus atau telur yang dimasak dengan sedikit minyak zaitun tetap jadi pilihan terbaik kalau mau sehat jangka panjang.
Bukan Cuma Soal Gizi, Tapi Soal Lifestyle
Kita juga harus melihat gambaran besarnya. Kalau kamu makan telur tiap hari tapi gaya hidupmu mager alias malas gerak, hobi rebahan sambil ngemil biskuit manis, ya jangan salahkan telurnya kalau berat badan atau kolesterol naik. Telur adalah teman yang baik buat mereka yang aktif. Atlet atau orang yang hobi olahraga sering banget mengandalkan telur karena kemampuannya membantu pemulihan otot setelah capek workout.
Opini pribadi saya sih, di tengah gempuran makanan ultra-proses yang penuh pengawet dan penyedap rasa di luar sana, telur tetap menjadi pilihan "real food" yang paling jujur dan terjangkau. Daripada beli sosis atau nugget yang isiannya entah apa saja, lebih baik pecahin satu telur di atas wajan, kasih sedikit garam dan lada, sudah jadi makanan mewah yang bergizi.
Kesimpulan: Jangan Takut Makan Telur
Jadi, kesimpulannya adalah: makan telur setiap hari itu aman-aman saja dan bahkan sangat disarankan buat memenuhi kebutuhan nutrisi harian, asalkan kamu nggak punya kondisi medis tertentu yang mengharuskan pembatasan ketat. Telur itu superfood versi hemat yang nggak perlu pake brand mahal untuk jadi sehat.
Kuncinya tetap pada moderasi dan variasi. Jangan cuma makan telur saja, tapi lengkapi juga dengan sayuran dan serat biar pencernaanmu lancar. Jadi, besok pagi jangan ragu lagi buat bikin omelet atau telur mata sapi. Selama cara masaknya bener dan nggak berlebihan, telur bakal tetap jadi sahabat terbaik buat tubuh dan juga dompet kamu. Selamat sarapan, gengs!
Next News

Kopi di Pagi Hari Bisa Memberi Efek Berbeda, Ini yang Perlu Kamu Ketahui
in 4 hours

Kenapa Kita Bisa Tiba-Tiba Bad Mood? Ternyata Ada Banyak Pemicu di Baliknya
in 4 hours

Sering Menunda Pekerjaan? Bukan Selalu Karena Malas, Ini Penyebabnya
in 4 hours

Lapar Tengah Malam? Pilihan Makanan Ini Bisa Jadi Alternatif yang Lebih Baik
in 4 hours

Sering Bangun Tengah Malam? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
in 4 hours

Bukan Cuma Kurang Tidur, Ini Beberapa Penyebab Mata Terlihat Lelah
in 4 hours

Sering Merasa Lelah Padahal Tidak Banyak Aktivitas? Ini 7 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya
in 4 hours

6 Minuman Sehat untuk Teman Sarapan, Tak Melulu Kopi
2 hours ago

Kenapa Kucing Suka Memijat dengan Kaki Depannya? Ternyata Ini Alasannya
2 hours ago

Kulit Kering pada Dermatitis Atopik, Kenali Pentingnya Menjaga Skin Barrier
2 hours ago





