Jumat, 11 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sering Menunda Pekerjaan? Bukan Selalu Karena Malas, Ini Penyebabnya

Laila - Friday, 11 September 2026 | 09:30 PM

Background
Sering Menunda Pekerjaan? Bukan Selalu Karena Malas, Ini Penyebabnya

Sering Menunda Pekerjaan? Bukan Selalu Karena Malas, Ini Penyebabnya

Pernah nggak sih lo lagi dikejar deadline yang tinggal hitungan jam, tapi jari jempol lo malah asyik scrolling TikTok atau Reels sampai lupa waktu? Pas sadar, eh, udah lewat dua jam, dan kerjaan di laptop masih aja polosan alias belum disentuh sama sekali. Akhirnya, lo panik sendiri, ngerasa bersalah, terus ngecap diri sendiri sebagai orang yang pemalas kuadrat.

Sabar dulu, jangan terlalu keras sama diri sendiri. Selama ini kita sering banget dibilangin kalau menunda-nunda atau prokrastinasi itu sinonimnya adalah malas. Padahal, kalau kita mau jujur dan ngelihat lebih dalam, menunda pekerjaan itu urusannya lebih kompleks daripada sekadar pengen rebahan doang. Prokrastinasi itu bukan penyakit moral, tapi lebih ke arah konflik internal di dalam kepala kita yang emang lagi ruwet.

Bukan Kurang Niat, Tapi Takut Gagal

Salah satu penyebab paling umum kenapa orang suka menunda pekerjaan adalah karena mereka terlalu perfeksionis. Nah, lho, kok bisa? Logikanya gini: orang yang perfeksionis itu punya standar yang tinggi banget. Mereka pengen hasil kerjanya sempurna tanpa cela. Karena saking pengennya sempurna, muncul rasa takut kalau hasilnya nanti nggak sesuai ekspektasi.

Rasa takut ini bikin otak kita ngasih sinyal bahaya. Akhirnya, daripada ngerjain terus hasilnya jelek, mending nggak dikerjain sekalian—setidaknya untuk saat ini. Kita sering nunggu momen yang pas, nunggu inspirasi turun dari langit, atau nunggu mood bener-bener oke. Padahal ya kita tahu sendiri, momen sempurna itu mitos. Alhasil, kita terjebak dalam lingkaran setan yang namanya paralysis by analysis.

Prokrastinasi Adalah Bentuk Self-Care yang Salah Kaprah

Seorang psikolog pernah bilang kalau menunda itu sebenarnya adalah cara otak kita buat meregulasi emosi. Saat kita ngelihat tumpukan tugas yang bikin stres, otak kita bakal ngerasa terancam. Secara insting, manusia itu bakal menghindari hal-hal yang bikin dia merasa nggak nyaman atau cemas. Jadi, pas lo milih buat nonton drakor daripada bikin laporan, itu adalah cara otak lo nyari dopamin instan biar rasa cemas tadi hilang sementara.



Masalahnya, ini adalah solusi jangka pendek yang malah bikin masalah panjang. Rasa lega pas menunda itu cuma bertahan sebentar. Begitu ingat deadline lagi, rasa cemasnya bakal balik berkali-kali lipat lebih parah. Jadi, prokrastinasi itu sebenarnya bukan masalah manajemen waktu, tapi masalah manajemen emosi. Kita belum jago cara ngadepin rasa nggak nyaman pas ngerjain sesuatu yang sulit.

Otak yang Kewalahan sama Keputusan

Pernah dengar istilah decision fatigue? Kadang kita menunda karena kita nggak tahu harus mulai dari mana. Tugas yang gede banget kelihatan kayak gunung yang mustahil didaki. Karena kita bingung langkah pertamanya apa, otak kita mutusin buat nggak jalan sama sekali. Ini sering banget kejadian sama anak muda zaman sekarang yang apa-apa pengennya serba cepat, tapi pas dikasih beban yang butuh proses panjang, langsung kena mental.

Ditambah lagi distraksi di zaman sekarang itu luar biasa jahatnya. Notifikasi HP yang bunyi tiap detik itu kayak godaan setan yang nggak ada habisnya. Kita ngerasa bisa multitasking, padahal otak manusia itu didesain buat fokus satu-satu. Begitu fokus keganggu sedikit, butuh waktu sekitar 20 menit buat balik ke tingkat fokus yang sama. Bayangin berapa banyak waktu yang kebuang cuma buat pindah-pindah fokus.

Gimana Caranya Biar Nggak Menunda Terus?

Langkah pertama bukan beli buku agenda mahal atau langganan aplikasi produktivitas yang iklannya seliweran di Instagram. Langkah pertamanya adalah: maafin diri sendiri. Penelitian nunjukin kalau orang yang bisa maafin diri sendiri setelah menunda, biasanya bakal lebih jarang menunda di tugas berikutnya. Kenapa? Karena beban emosionalnya berkurang.

Selanjutnya, pake teknik kecil-kecilan aja. Jangan mikir pengen nyelesaiin laporan 50 halaman sekaligus. Coba pikir, Gue bakal kerjain ini selama 5 menit aja. Biasanya, bagian paling berat itu cuma pas mau mulai. Kalau udah jalan 5 menit, biasanya kita bakal keterusan sampai selesai. Istilah kerennya, kita cuma butuh momentum buat manasin mesin.



  • Pecah tugas besar jadi langkah-langkah kecil yang nggak masuk akal saking gampangnya.
  • Jauhkan HP atau matikan notifikasi pas lagi mode kerja fokus.
  • Jangan nunggu mood bagus buat mulai, karena aksi seringkali menciptakan mood, bukan sebaliknya.
  • Sadari kalau hasil yang cukup baik itu jauh lebih berharga daripada hasil sempurna yang nggak pernah selesai.

Jadi, kalau hari ini lo ngerasa lagi males banget ngerjain tugas, coba tanya ke diri sendiri: Apa gue beneran malas, atau gue lagi takut? Apa gue lagi stres? Dengan mengenali penyebab aslinya, lo nggak bakal gampang nge-judge diri sendiri sebagai orang yang gagal. Menunda itu manusiawi, tapi jangan sampai itu jadi gaya hidup yang bikin lo jalan di tempat. Yuk, pelan-pelan kita mulai lagi, satu langkah kecil di satu waktu.

Tags