Senin, 26 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sumut mencatat sejarah baru menjadi tuan rumah Kejurnas Handball 2026

Laila - Monday, 26 October 2026 | 03:33 PM

Background
Sumut mencatat sejarah baru menjadi tuan rumah Kejurnas Handball 2026

Medan (ANTARA) - Sumatera Utara mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Handball Senior Indoor dan Beach 2026. Kompetisi yang berlangsung pada 20–26 Oktober tersebut dipusatkan di GOR Bola Tangan Sumatera Utara, Kompleks Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut, dengan melibatkan atlet dari 10 provinsi.

Penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi Sumatera Utara untuk menunjukkan kemampuannya sebagai penyelenggara kompetisi olahraga tingkat nasional sekaligus memperkenalkan bola tangan kepada masyarakat. Di sisi lain, tim tuan rumah juga berupaya meningkatkan pencapaian dengan menargetkan medali dari enam kategori yang dipertandingkan pada nomor putra dan putri.

Ketua Umum Pengprov ABTI Sumut sekaligus Ketua Panitia, H. Hendra Cipta, menyampaikan bahwa kejurnas tersebut memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan olahraga bola tangan di daerah. Menurutnya, ajang ini tidak hanya berfokus pada persaingan atlet, tetapi juga menjadi sarana memperluas popularitas olahraga tersebut.

Hendra mengatakan Sumut berupaya memanfaatkan kesempatan sebagai tuan rumah untuk meraih hasil yang lebih baik dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada Kejurnas 2025, Sumut hanya memperoleh satu medali. Untuk edisi tahun ini, pihaknya berharap seluruh enam kategori yang diikuti dapat memberikan hasil positif bagi daerah.

Target tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi para atlet untuk bertanding secara maksimal. Bermain di daerah sendiri juga menjadi kesempatan bagi tim Sumut untuk menunjukkan kemampuan di hadapan masyarakat dan menghadapi persaingan dengan atlet dari berbagai provinsi.



Ketua Umum PB ABTI, Zulfidar Zaidar Muchtar, turut mengapresiasi perkembangan bola tangan di Sumatera Utara. Ia menilai kemajuan tersebut terlihat dari semakin luasnya pembentukan organisasi dan penyelenggaraan kompetisi di daerah.

Dalam waktu kurang dari dua tahun, kepengurusan bola tangan disebut telah terbentuk di 28 kabupaten/kota di Sumut. Perkembangan organisasi tersebut juga disertai pelaksanaan kejuaraan pada tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Kondisi ini menjadi modal untuk memperluas pembinaan serta menjaring atlet potensial.

Apresiasi serupa disampaikan perwakilan KONI Pusat, Jhon Ismadi Lubis. Ia menilai perkembangan bola tangan di Sumut didukung kemampuan pengurus membangun kerja sama dengan berbagai unsur, termasuk pemerintah, akademisi, politisi, dan praktisi olahraga.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta menjaga keberlanjutan prestasi atlet. Dengan dukungan berbagai pihak, olahraga bola tangan di Sumut diharapkan semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet yang bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Perwakilan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Pusat, Jadi Rajagukguk, juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pengembangan bola tangan di Sumatera Utara. Ia berharap penyelenggaraan kejurnas dapat memperkuat pembinaan dan menambah pengalaman bertanding bagi para atlet.



Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara, M. Mahfullah Pratama Daulay, menyambut baik pelaksanaan kompetisi tersebut. Menurutnya, kejuaraan nasional dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi hasil pembinaan, meningkatkan kualitas atlet, serta mendorong pengembangan olahraga secara berkelanjutan.

Pembukaan kejurnas turut dihadiri sejumlah tokoh olahraga dan pejabat daerah, termasuk Ketua Umum PB ABTI Zulfidar Zaidar Muchtar, perwakilan KONI Pusat Jhon Ismadi Lubis, perwakilan KOI Pusat Jadi Rajagukguk, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar, serta jajaran Pengprov ABTI Sumut. Acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan tari multietnik dan hiburan musik dari sejumlah grup lokal.

Melalui Kejurnas Handball Senior Indoor dan Beach 2026, Sumatera Utara diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan kompetisi olahraga berskala nasional. Kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet dan membangun fondasi prestasi jangka panjang.

Kini, tantangan bagi Sumut bukan hanya memastikan kelancaran penyelenggaraan, tetapi juga membuktikan kemampuan tim tuan rumah di arena pertandingan. Target enam medali menjadi harapan untuk mengubah kesempatan bersejarah tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Sumatera Utara.