Senin, 26 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Gatal di Sela-Sela Jari Tangan dan Kaki, Apa Penyebabnya?

Laila - Monday, 26 October 2026 | 12:25 PM

Background
Gatal di Sela-Sela Jari Tangan dan Kaki, Apa Penyebabnya?

Rasa gatal di sela-sela jari tangan dan kaki sering dianggap sebagai masalah kulit biasa. Namun, jika keluhan berlangsung terus-menerus, mengganggu tidur, atau disertai perubahan pada permukaan kulit, kondisi tersebut perlu diperhatikan.

Area sela-sela jari cenderung mudah mengalami kelembapan akibat keringat, air, dan gesekan. Kondisi ini dapat membuat kulit lebih rentan mengalami iritasi maupun infeksi tertentu. Meski demikian, penyebab gatal tidak selalu sama pada setiap orang sehingga gejala lain yang menyertainya perlu diperhatikan.

1. Infeksi Jamur pada Kulit

Salah satu penyebab gatal di sela-sela jari kaki adalah infeksi jamur, yang dikenal sebagai kutu air atau tinea pedis. Infeksi ini sering terjadi ketika kaki berada dalam kondisi lembap dalam waktu lama, misalnya karena menggunakan sepatu tertutup atau kaus kaki yang basah.

Gejalanya dapat berupa gatal, kulit memutih dan melunak, pengelupasan, pecah-pecah, serta rasa perih di sela-sela jari kaki. Infeksi jamur juga dapat menyebar ke bagian telapak atau sisi kaki.



Infeksi jamur lebih jarang menjadi penyebab utama gatal di sela-sela jari tangan, tetapi tetap dapat terjadi. Menjaga kulit tetap bersih dan kering serta menggunakan obat antijamur yang sesuai dapat membantu mengatasi infeksi. Jika keluhan tidak membaik, pemeriksaan dokter diperlukan.

2. Eksim atau Dermatitis

Eksim merupakan kondisi peradangan kulit yang dapat menyebabkan rasa gatal, kemerahan, kulit kering, dan terkadang muncul lepuhan kecil. Salah satu bentuknya adalah eksim dishidrotik, yang sering menyerang telapak tangan, sisi jari, dan telapak kaki.

Lepuhan kecil pada kondisi ini dapat terasa sangat gatal sebelum akhirnya mengering atau membuat kulit mengelupas. Pemicunya dapat berbeda pada setiap orang dan terkadang berkaitan dengan keringat, stres, atau paparan bahan tertentu.

Untuk membantu mengurangi keluhan, hindari menggaruk kulit dan gunakan pelembap yang tidak mengandung pewangi. Jika ruam berulang atau terasa sangat mengganggu, dokter dapat membantu menentukan jenis eksim dan pengobatan yang sesuai.



3. Dermatitis Kontak akibat Sabun atau Bahan Kimia

Penggunaan sabun, deterjen, cairan pembersih, atau produk perawatan kulit tertentu dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Pada sebagian orang, bahan tertentu juga bisa menimbulkan dermatitis kontak alergi.

Gejalanya meliputi gatal, kemerahan, kulit kering, pecah-pecah, dan terkadang muncul lepuhan kecil. Keluhan biasanya terjadi pada area yang bersentuhan langsung dengan bahan pemicu, termasuk sela-sela jari tangan.

Menghindari produk yang dicurigai sebagai penyebab dan menggunakan pelembap dapat membantu memperbaiki kondisi kulit. Jika gatal terus berulang, pemeriksaan medis dapat membantu membedakan dermatitis iritan dan dermatitis alergi.

4. Kudis atau Skabies



Gatal di sela-sela jari tangan juga dapat menjadi salah satu tanda skabies, yaitu kondisi kulit akibat tungau kecil yang menggali lapisan terluar kulit. Skabies sering menimbulkan rasa gatal hebat, terutama pada malam hari.

Selain di sela-sela jari, ruam dapat muncul pada pergelangan tangan, siku, pinggang, ketiak, atau bagian tubuh lainnya. Keluhan juga patut dicurigai jika orang yang tinggal serumah mengalami gatal serupa.

Skabies dapat menyebar melalui kontak kulit yang cukup lama dengan orang yang terinfeksi. Penanganannya membutuhkan obat khusus sesuai anjuran tenaga kesehatan. Orang yang melakukan kontak erat terkadang perlu ditangani secara bersamaan untuk mencegah infeksi berulang.

5. Kulit Kering dan Iritasi akibat Kelembapan

Kulit yang terlalu kering dapat menimbulkan rasa gatal, terutama ketika lapisan pelindung kulit mengalami gangguan. Kondisi ini bisa diperburuk oleh kebiasaan mencuci tangan terlalu sering, menggunakan air panas, atau memakai sabun yang keras.



Sebaliknya, kelembapan berlebihan di sela-sela jari kaki juga dapat membuat kulit melunak dan lebih mudah mengalami iritasi. Jika disertai pertumbuhan jamur, keluhannya dapat semakin berat.

Karena itu, menjaga keseimbangan kelembapan kulit penting dilakukan. Keringkan sela-sela jari setelah mandi atau mencuci tangan dan kaki, gunakan pelembap pada kulit yang kering, serta hindari membiarkan kaus kaki atau sarung tangan dalam keadaan basah terlalu lama.

Cara Mengatasi Gatal di Sela-Sela Jari

Penanganan gatal perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain menjaga kebersihan kulit, mengeringkan sela-sela jari setelah terkena air, menghindari produk yang memicu iritasi, dan tidak menggaruk area yang terasa gatal.

Hindari menggunakan obat secara sembarangan, terutama krim yang mengandung kortikosteroid tanpa mengetahui penyebab ruam. Obat tersebut dapat memperburuk atau menyamarkan gejala infeksi jamur jika digunakan tidak tepat.



Jika gatal berlangsung lama, semakin meluas, sering kambuh, atau disertai luka dan tanda infeksi, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan terapi yang tepat.

Kesimpulan

Gatal di sela-sela jari tangan dan kaki dapat disebabkan oleh infeksi jamur, eksim, dermatitis kontak, skabies, maupun gangguan pada lapisan pelindung kulit. Perbedaan gejala, lokasi, dan waktu munculnya rasa gatal dapat membantu memperkirakan penyebabnya, tetapi diagnosis yang pasti memerlukan pemeriksaan jika keluhan menetap. Dengan perawatan yang sesuai dan kebiasaan menjaga kulit tetap bersih serta kering, risiko iritasi dan kekambuhan dapat dikurangi.