Getuk Berbahan Singkong, Jajanan Sederhana dengan Sejarah Panjang
Liaa - Monday, 26 October 2026 | 09:57 AM


Indonesia memiliki banyak jajanan tradisional yang lahir dari kebiasaan masyarakat mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Salah satunya adalah getuk, makanan berbahan dasar singkong yang dikenal melalui teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis. Jajanan ini telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat, khususnya di wilayah Jawa.
Meskipun dibuat menggunakan bahan yang sederhana, getuk memiliki daya tarik tersendiri. Perpaduan singkong yang dihaluskan dengan gula menghasilkan kudapan yang mengenyangkan dan cocok dinikmati bersama keluarga. Seiring perkembangan zaman, getuk juga mengalami berbagai perubahan dari segi bentuk, warna, maupun penyajiannya.
Sejarah Getuk dan Pemanfaatan Singkong
Getuk memiliki hubungan erat dengan kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan singkong sebagai sumber pangan. Tanaman ini relatif mudah tumbuh di wilayah tropis dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari hidangan utama hingga camilan.
Dalam sejarah kuliner masyarakat Jawa, singkong menjadi salah satu bahan yang penting karena dapat digunakan sebagai alternatif sumber karbohidrat. Pengolahannya menjadi getuk merupakan salah satu bentuk kreativitas masyarakat untuk menghasilkan makanan yang lebih menarik dan memiliki rasa yang disukai.
Seiring waktu, getuk dikenal sebagai jajanan pasar yang banyak dijumpai di berbagai daerah, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meskipun asal-usul serta perkembangannya memiliki variasi menurut daerah, getuk tetap dikenal sebagai bagian dari warisan kuliner tradisional.
Bahan Sederhana dengan Cita Rasa Khas
Bahan utama pembuatan getuk adalah singkong yang telah dikupas dan dibersihkan. Singkong kemudian dikukus atau direbus hingga empuk agar mudah dihaluskan.
Setelah matang, singkong ditumbuk sampai teksturnya menjadi lembut. Pada tahap ini, gula dapat ditambahkan untuk memberikan rasa manis. Beberapa resep juga menggunakan sedikit garam agar cita rasanya lebih seimbang.
Untuk memperkaya tampilan dan rasa, getuk dapat diberi tambahan kelapa parut, vanili, atau pewarna makanan yang sesuai. Namun, bahan tambahan tersebut bergantung pada jenis getuk dan kebiasaan pembuatnya.
Kesederhanaan bahan menjadi salah satu alasan getuk mudah dibuat di rumah. Selain itu, singkong yang mudah ditemukan di pasar membuat jajanan ini relatif terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat.
Beragam Jenis Getuk yang Dikenal Masyarakat
Getuk hadir dalam beberapa variasi yang memiliki karakteristik berbeda. Salah satu yang dikenal luas adalah getuk singkong sederhana, yaitu singkong yang dihaluskan bersama gula dan disajikan dengan taburan kelapa parut.
Ada pula getuk lindri yang memiliki bentuk memanjang dengan permukaan bergaris. Getuk jenis ini biasanya dicetak menggunakan alat khusus sehingga menghasilkan tampilan yang lebih menarik. Warnanya dapat bervariasi, mulai dari putih dan kuning hingga merah muda atau hijau.
Selain itu, terdapat getuk goreng yang dikenal sebagai salah satu kuliner khas Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Berbeda dari getuk yang dikukus atau disajikan langsung, jenis ini digoreng setelah melalui proses pengolahan tertentu sehingga menghasilkan bagian luar yang lebih kering dengan bagian dalam yang tetap lembut.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa satu bahan pangan dapat menghasilkan beragam makanan melalui teknik pengolahan dan kebiasaan kuliner yang berkembang di setiap daerah.
Proses Pembuatan Getuk yang Relatif Mudah
Salah satu kelebihan getuk adalah cara pembuatannya yang tidak terlalu rumit. Singkong yang sudah dibersihkan terlebih dahulu dipotong menjadi beberapa bagian agar lebih cepat matang saat direbus atau dikukus.
Setelah teksturnya empuk, singkong ditiriskan lalu dihaluskan ketika masih cukup hangat. Gula kemudian dicampurkan secara merata hingga menghasilkan adonan yang lembut dan memiliki rasa manis sesuai selera.
Adonan tersebut dapat dibentuk menggunakan tangan, dicetak, atau dipotong sesuai keinginan. Jika menggunakan kelapa parut, bahan pelengkap ini dapat ditambahkan ketika getuk akan disajikan.
Kunci untuk menghasilkan getuk yang enak terletak pada pemilihan singkong dan tingkat kematangannya. Singkong yang empuk akan lebih mudah dihaluskan, sedangkan pengolahan yang tepat membantu menghasilkan tekstur yang tidak terlalu keras maupun terlalu berair.
Getuk sebagai Bagian dari Tradisi Jajanan Pasar
Getuk sering ditemukan bersama beragam jajanan pasar lainnya, seperti klepon, lupis, cenil, dan nagasari. Kehadirannya memperlihatkan bahwa makanan tradisional masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai camilan sehari-hari maupun hidangan saat berkumpul.
Di sejumlah daerah, getuk dijual di pasar tradisional, warung, hingga toko yang khusus menyediakan makanan khas. Bentuk dan penyajiannya yang sederhana membuat jajanan ini mudah dinikmati tanpa memerlukan perlengkapan khusus.
Getuk juga memiliki potensi sebagai produk usaha rumahan. Dengan memanfaatkan singkong lokal, pembuatnya dapat menghasilkan berbagai variasi produk yang menarik bagi konsumen. Inovasi dalam kemasan, ukuran, dan rasa dapat dilakukan tanpa harus menghilangkan karakter utama getuk sebagai olahan singkong.
Perkembangan Getuk di Tengah Kuliner Modern
Perubahan selera masyarakat turut memengaruhi cara getuk disajikan dan dipasarkan. Jika dahulu getuk lebih sering ditemukan dalam bentuk sederhana dengan taburan kelapa, kini tersedia pula berbagai variasi yang menyesuaikan tren kuliner.
Sebagian penjual menghadirkan getuk dengan perpaduan rasa cokelat, keju, atau bahan tambahan lainnya. Ada pula yang mengemasnya dalam bentuk lebih praktis agar mudah dibawa sebagai buah tangan.
Meskipun mengalami inovasi, penggunaan singkong sebagai bahan utama tetap menjadi ciri yang membedakan getuk dari jenis kue lainnya. Perpaduan antara resep tradisional dan kreativitas modern dapat membantu memperkenalkan jajanan ini kepada generasi muda.
Getuk merupakan contoh jajanan tradisional yang lahir dari pemanfaatan bahan pangan sederhana dan berkembang menjadi bagian dari identitas kuliner Indonesia. Singkong yang diolah bersama gula menghasilkan makanan dengan tekstur lembut, rasa manis, serta variasi bentuk yang menarik.
Keberadaan getuk hingga saat ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap dapat bertahan di tengah perubahan zaman. Dengan mengenal, menikmati, dan mendukung para pembuatnya, masyarakat turut menjaga keberlanjutan jajanan khas Nusantara yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Next News

Dari Nagasari hingga Putu Ayu, Kue Tradisional yang Mengingatkan pada Masa Kecil
in 5 hours

Mengenal Kue Lupis, Jajanan Beras Ketan yang Lezat Disajikan dengan Kelapa
in 6 hours

Kebiasaan Membeli Oleh-Oleh di Bandara, Ini Alasan Harganya Bisa Lebih Mahal
in 5 hours

Dari Bakpia hingga Bika Ambon, Ini Daya Tarik Oleh-Oleh Khas Indonesia
in 5 hours

Mengapa Langit Berwarna Biru saat Matahari Bersinar?
in 5 hours

Mengenal Berbagai Jenis Kebaya yang Memiliki Ciri Khas Berbeda
in 5 hours

Mengapa Ada Negara yang Tidak Memiliki Wilayah Laut?
in 5 hours

Kain Brokat dan Bordir Menjadi Detail yang Mempercantik Tampilan Kebaya
in 5 hours

Mengapa Pasta Sering Dipadukan dengan Saus Tomat dan Keju? Ini Alasannya
in 5 hours

Apa Rahasia Pinggiran Pizza yang Renyah di Luar dan Lembut di Dalam? Ini Tipsnya
in 5 hours





