Mengenal Kue Lupis, Jajanan Beras Ketan yang Lezat Disajikan dengan Kelapa
Liaa - Monday, 26 October 2026 | 10:05 AM


Indonesia memiliki beragam jajanan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di antara berbagai kudapan tersebut, kue lupis menjadi salah satu makanan yang dikenal karena bahan pembuatannya sederhana dan memiliki cita rasa khas. Jajanan ini dibuat menggunakan beras ketan yang dimasak hingga menghasilkan tekstur kenyal, kemudian disajikan bersama kelapa parut dan gula merah cair.
Kue lupis dapat ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia, terutama di pasar tradisional dan tempat penjualan jajanan pasar. Bentuknya yang khas serta perpaduan rasa manis dan gurih membuat makanan ini tetap memiliki penggemar di tengah banyaknya pilihan camilan modern.
Mengenal Kue Lupis dan Bahan Pembuatannya
Kue lupis merupakan jajanan tradisional yang bahan utamanya berupa beras ketan. Berbeda dengan beras biasa, beras ketan memiliki kandungan pati yang membuat teksturnya cenderung lebih lengket setelah dimasak. Karakteristik inilah yang membuat lupis terasa pulen dan kenyal ketika disantap.
Dalam proses pembuatannya, beras ketan biasanya dicuci terlebih dahulu, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang. Bungkusan tersebut dapat dibentuk menyerupai segitiga atau dibuat memanjang, bergantung pada kebiasaan dan resep yang digunakan.
Setelah dibungkus dengan rapat, ketan direbus hingga matang. Proses perebusan membutuhkan waktu yang cukup agar bagian dalamnya menjadi lunak dan seluruh ketan menyatu dengan baik.
Penggunaan daun pisang juga memberikan aroma khas pada lupis. Selain berfungsi sebagai pembungkus, daun tersebut membantu mempertahankan bentuk makanan selama proses pemasakan.
Perpaduan Kelapa Parut dan Gula Merah
Salah satu daya tarik kue lupis terletak pada bahan pelengkap yang digunakan saat penyajian. Kue ini biasanya dipadukan dengan kelapa parut yang memberikan rasa gurih sekaligus tekstur lembut pada setiap gigitan.
Kelapa parut umumnya dikukus terlebih dahulu, terkadang dengan sedikit garam, agar rasanya lebih gurih dan kualitasnya lebih terjaga. Kelapa kemudian dibalurkan pada permukaan lupis sehingga menempel pada ketan.
Selain kelapa, gula merah cair menjadi pelengkap yang tidak kalah penting. Gula merah biasanya dimasak bersama sedikit air hingga menghasilkan saus manis dengan kekentalan sesuai selera.
Ketika gula merah dituangkan di atas lupis yang telah dilapisi kelapa, terciptalah perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur kenyal. Kombinasi sederhana tersebut menjadi ciri khas yang membuat lupis mudah dikenali dibandingkan jajanan tradisional lainnya.
Mengapa Tekstur Kue Lupis Bisa Kenyal?
Tekstur kenyal pada lupis berasal dari karakteristik beras ketan yang digunakan sebagai bahan utama. Beras ketan memiliki kandungan amilopektin yang tinggi, yaitu salah satu komponen pati yang berperan dalam menghasilkan tekstur lengket setelah dipanaskan bersama air.
Ketika ketan direbus, pati menyerap air dan mengalami perubahan struktur akibat panas. Proses tersebut membuat butiran ketan menjadi lunak, saling melekat, dan membentuk tekstur yang khas.
Lama pemasakan serta jumlah air yang digunakan turut memengaruhi hasil akhirnya. Jika dimasak dengan baik, lupis akan terasa pulen dan menyatu, tetapi tidak terlalu keras ketika digigit.
Pembungkusan menggunakan daun pisang juga membantu menjaga bentuk ketan selama perebusan. Karena itu, teknik membungkus dan memastikan kemasan tidak mudah terbuka menjadi bagian penting dalam pembuatan lupis.
Kue Lupis dalam Tradisi Jajanan Pasar
Kue lupis termasuk jajanan tradisional yang sering dijumpai bersama makanan lain, seperti klepon, cenil, getuk, dan kue lapis. Kehadirannya di pasar tradisional memperlihatkan bagaimana makanan berbahan dasar lokal masih menjadi bagian dari kebiasaan kuliner masyarakat.
Di sejumlah daerah, lupis juga dikenal sebagai kudapan yang disajikan saat berkumpul bersama keluarga atau menikmati waktu santai. Makanan ini dapat disantap sebagai camilan pagi maupun sore hari karena rasanya cukup mengenyangkan.
Meski memiliki bahan dasar yang serupa, bentuk, cara penyajian, dan resep lupis dapat berbeda menurut daerah serta kebiasaan pembuatnya. Perbedaan tersebut menjadi salah satu kekayaan kuliner Nusantara yang menarik untuk dikenali.
Keberadaan lupis juga memberikan peluang bagi pedagang jajanan pasar dan pelaku usaha rumahan. Dengan bahan yang relatif mudah ditemukan, makanan ini dapat diproduksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menyukai kudapan tradisional.
Cara Menikmati Kue Lupis agar Lebih Nikmat
Kue lupis paling sering dinikmati dengan tambahan kelapa parut dan gula merah cair. Agar rasanya lebih seimbang, jumlah gula dapat disesuaikan dengan selera, terutama bagi orang yang tidak terlalu menyukai makanan manis.
Lupis dapat dipotong menjadi beberapa bagian sebelum disajikan sehingga lebih mudah disantap. Kelapa parut kemudian ditambahkan secara merata, lalu gula merah dituangkan sesuai kebutuhan.
Kudapan ini juga cocok dinikmati bersama teh hangat atau minuman lain yang tidak terlalu manis. Perpaduan tersebut memberikan pengalaman menikmati jajanan tradisional dengan cara sederhana.
Karena menggunakan ketan dan kelapa, lupis sebaiknya disimpan dengan memperhatikan kebersihan serta suhu penyimpanan. Kelapa parut, khususnya, mudah mengalami penurunan kualitas jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Oleh sebab itu, lupis lebih baik dikonsumsi dalam keadaan segar dan tidak disimpan terlalu lama tanpa pendinginan yang sesuai.
Kue lupis merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang memperlihatkan bahwa bahan sederhana dapat menghasilkan makanan dengan cita rasa istimewa. Beras ketan yang kenyal, kelapa parut yang gurih, dan gula merah yang manis menciptakan perpaduan rasa yang menjadi daya tarik utamanya.
Di tengah perkembangan kuliner modern, lupis tetap memiliki tempat bagi pencinta makanan tradisional. Selain dapat dinikmati sebagai camilan, jajanan ini juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara yang layak diperkenalkan dan dilestarikan oleh generasi berikutnya.
Next News

Dari Nagasari hingga Putu Ayu, Kue Tradisional yang Mengingatkan pada Masa Kecil
in 5 hours

Getuk Berbahan Singkong, Jajanan Sederhana dengan Sejarah Panjang
in 5 hours

Kebiasaan Membeli Oleh-Oleh di Bandara, Ini Alasan Harganya Bisa Lebih Mahal
in 5 hours

Dari Bakpia hingga Bika Ambon, Ini Daya Tarik Oleh-Oleh Khas Indonesia
in 5 hours

Mengapa Langit Berwarna Biru saat Matahari Bersinar?
in 5 hours

Mengenal Berbagai Jenis Kebaya yang Memiliki Ciri Khas Berbeda
in 5 hours

Mengapa Ada Negara yang Tidak Memiliki Wilayah Laut?
in 5 hours

Kain Brokat dan Bordir Menjadi Detail yang Mempercantik Tampilan Kebaya
in 5 hours

Mengapa Pasta Sering Dipadukan dengan Saus Tomat dan Keju? Ini Alasannya
in 5 hours

Apa Rahasia Pinggiran Pizza yang Renyah di Luar dan Lembut di Dalam? Ini Tipsnya
in 5 hours





