Sering Perih Saat Kencing? Bisa Jadi Gejala Infeksi Saluran Kemih
Tata - Wednesday, 11 February 2026 | 01:43 AM


Rasa perih atau nyeri saat buang air kecil sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya infeksi saluran kemih (ISK). ISK merupakan infeksi yang terjadi pada bagian sistem kemih, mulai dari uretra, kandung kemih, hingga ginjal. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Infeksi saluran kemih umumnya disebabkan oleh bakteri, terutama Escherichia coli (E. coli), yang masuk ke saluran kemih melalui uretra. Bakteri ini biasanya berasal dari saluran pencernaan dan dapat berkembang biak di kandung kemih. Perempuan lebih rentan mengalami ISK dibandingkan laki-laki karena memiliki uretra yang lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.
Selain rasa perih saat kencing, gejala ISK lainnya meliputi sering buang air kecil namun hanya sedikit yang keluar, urine berbau tajam atau keruh, nyeri di bagian bawah perut, hingga munculnya darah dalam urine. Pada kasus yang lebih berat, infeksi dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan demam tinggi, mual, muntah, serta nyeri punggung.
Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena ISK antara lain kurang menjaga kebersihan area genital, jarang minum air putih, menahan buang air kecil terlalu lama, penggunaan kateter, serta sistem kekebalan tubuh yang lemah. Aktivitas seksual juga dapat menjadi salah satu faktor pemicu karena bakteri lebih mudah masuk ke saluran kemih.
Untuk mengatasi ISK, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik sesuai dengan tingkat keparahan infeksi. Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai anjuran agar bakteri benar-benar hilang dan tidak menimbulkan resistensi. Selain itu, penderita disarankan memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih.
Pencegahan ISK dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan organ intim, membersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air, tidak menahan kencing, serta rutin mengganti pakaian dalam. Memilih pakaian dalam berbahan katun juga dapat membantu menjaga area tetap kering dan tidak lembap.
Rasa perih saat kencing bukanlah kondisi yang boleh diabaikan. Jika gejala berlangsung lebih dari dua hari atau disertai demam dan nyeri hebat, segera periksakan diri ke tenaga medis. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi serta menjaga kesehatan saluran kemih tetap optimal.
Next News

Asam Jawa Bukan Sekadar Bumbu: Mengenal Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
17 hours ago

Jangan Tertipu Tampilan! Ini Cara Membedakan Kayu Solid dan Kayu Olahan Sebelum Membeli Furnitur
17 hours ago

Bukan Sekadar Peneduh, Ini Fakta Unik Pohon yang Jarang Diketahui
17 hours ago

Pasar Tradisional vs Supermarket: Mana yang Lebih Nyaman dan Menguntungkan untuk Belanja?
17 hours ago

Tips Aman Belanja di Pasar Tradisional agar Dompet dan Barang Berharga Tetap Terjaga
17 hours ago

Hati-Hati Zonk! Begini Cara Membedakan Ikan Segar dan Ikan yang Sudah Tidak Layak Konsumsi
17 hours ago

Setelah Hampir Sebulan Menunggu, Mobil Kakek & Nenek Keliling Dunia Akhirnya Tiba di Kuala Lumpur
18 hours ago

Peringatan Dini Cuaca BMKG Besok 16-17 Agustus 2026: Ini Daftar Wilayah Hujan dan Angin Kencang
a day ago

Jajanan Pasar yang Tetap Bertahan di Tengah Makanan Modern
a day ago

Mengenal Berbagai Jenis Tepung yang Sering Digunakan di Dapur
a day ago





