Awal Puasa 2026 Diperkirakan Berbeda? Simak Versi Resminya
RAU - Wednesday, 11 February 2026 | 02:12 AM


Penentuan awal Ramadhan selalu menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. Setiap tahunnya, ada kemungkinan perbedaan dalam menetapkan 1 Ramadhan antara organisasi keagamaan dan pemerintah. Untuk tahun 2026, awal puasa kembali diperkirakan berpotensi berbeda, tergantung pada metode yang digunakan dalam menentukan hilal.
Di Indonesia, terdapat dua metode utama dalam menentukan awal bulan hijriah, yakni metode hisab dan rukyat. Hisab adalah metode perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan secara matematis. Sementara rukyat adalah metode pengamatan langsung hilal (bulan sabit pertama) setelah matahari terbenam.
Muhammadiyah selama ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Dengan metode ini, jika secara perhitungan posisi bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal bulan baru, termasuk Ramadhan.
Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyat bil fi'li atau pemantauan langsung hilal yang didukung oleh perhitungan hisab. Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria tertentu, maka awal Ramadhan ditetapkan. Jika tidak terlihat, maka bulan Sya'ban digenapkan menjadi 30 hari.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menggunakan pendekatan kombinasi hisab dan rukyat, serta mengacu pada kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Penetapan resmi biasanya dilakukan melalui sidang isbat yang melibatkan para ahli astronomi, perwakilan ormas Islam, dan instansi terkait.
Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berperan dalam memberikan data astronomi dan kajian ilmiah terkait posisi hilal. Data ini menjadi referensi penting dalam proses sidang isbat maupun diskusi publik terkait awal bulan hijriah.
Perbedaan metode inilah yang terkadang menyebabkan perbedaan awal puasa di Indonesia. Meski demikian, perbedaan tersebut merupakan bagian dari dinamika fiqih dan ijtihad yang sudah lama terjadi dalam sejarah Islam.
Masyarakat diimbau untuk tetap menunggu keputusan resmi dari masing-masing lembaga serta menjaga sikap toleransi apabila terjadi perbedaan. Yang terpenting, ibadah Ramadhan tetap dijalankan dengan khusyuk dan penuh kebersamaan.
Next News

10 Satwa Paling Langka di Dunia yang Terancam Punah
11 hours ago

Walt Disney: Tokoh di Balik Dunia Animasi Modern
11 hours ago

Pulau Berpenghuni Yang Paling Terpencil di Dunia
11 hours ago

Asal Usul Tradisi Pulang Kampung Saat Lebaran
12 hours ago

Kebiasaan Pagi yang Baik untuk Memulai Hari
in 26 minutes

Mengapa Baterai Smartphone Cepat Habis?
17 hours ago

Apa Itu Deepfake dan Mengapa Teknologi Ini Bisa Berbahaya?
17 hours ago

Kota Terpanas di Dunia: Tempat dengan Suhu Ekstrem di Bumi
18 hours ago

Mengapa Pelangi Memiliki Tujuh Warna?
18 hours ago

Melarikan Diri Sejenak ke Alam: Cara Sederhana Menjaga Kewarasan di Tengah Hustle Culture
9 hours ago





