Sering Minum Minuman Manis? Waspada Ini Risikonya!
RAU - Monday, 20 April 2026 | 08:48 AM


Minuman manis saat ini sangat mudah ditemukan.
Mulai dari teh kemasan, kopi kekinian, minuman boba, soda, jus kemasan, hingga minuman energi, semuanya sering menjadi pilihan cepat untuk menemani aktivitas.
Namun, yang sering tidak disadari adalah jumlah gula dalam satu minuman bisa sangat tinggi, bahkan mendekati atau melebihi batas konsumsi harian yang dianjurkan.
WHO menyebut minuman berpemanis sebagai salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan obesitas dan penyakit tidak menular di berbagai negara._
Apa yang Dimaksud Minuman Manis?
Minuman manis atau sugar-sweetened beverages (SSB) adalah minuman yang ditambahkan gula atau pemanis.
Contohnya:
•teh manis dalam kemasan
•kopi susu gula aren
•soda
•minuman boba
•minuman energi
•jus kemasan
•yogurt drink berpemanis
Di Indonesia, hampir setengah populasi usia di atas 3 tahun minum lebih dari satu minuman berpemanis setiap hari.
Ini angka yang cukup tinggi.
Berapa Batas Aman Konsumsi Gula?
Menurut WHO, konsumsi gula tambahan sebaiknya kurang dari 10% kebutuhan energi harian, dan idealnya di bawah 5% untuk manfaat kesehatan tambahan.
Untuk orang dewasa dengan kebutuhan 2.000 kalori per hari, batas idealnya sekitar:
maksimal 50 gram
idealnya sekitar 25 gram
atau setara sekitar 4–6 sendok teh
Masalahnya, satu gelas minuman kekinian saja bisa mengandung 20–40 gram gula.
Artinya, hanya dari satu minuman, batas harian bisa langsung hampir habis.
Risiko Minuman Manis bagi Kesehatan
1. Berat Badan Naik dan Obesitas
Minuman manis mengandung kalori tinggi tetapi tidak membuat kenyang seperti makanan padat.
Akibatnya, tubuh tetap makan seperti biasa, sementara asupan kalori bertambah.
WHO mencatat angka obesitas dewasa di Indonesia naik dari 15,4% menjadi 23,4% dalam 10 tahun terakhir.
2. Risiko Diabetes Tipe 2
Ini salah satu risiko paling besar.
Saat tubuh terus-menerus menerima lonjakan gula, pankreas harus memproduksi insulin lebih banyak.
Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu resistensi insulin dan akhirnya diabetes tipe 2.
Analisis global terbaru mengaitkan minuman berpemanis dengan 2,2 juta kasus baru diabetes tipe 2.
3. Penyakit Jantung dan Stroke
Gula berlebih juga berdampak pada:
•trigliserida tinggi
•tekanan darah
•inflamasi pembuluh darah
Pola makan tidak sehat, termasuk konsumsi gula berlebih, menjadi salah satu penyumbang utama kematian akibat penyakit jantung dan stroke.
4. Lemak Hati (Fatty Liver)
Gula, terutama fruktosa, diproses di hati.
Jika terlalu banyak, hati bisa menumpuk lemak.
Kondisi ini dikenal sebagai fatty liver non-alkoholik.
5.Gigi Mudah Rusak
Ini risiko yang paling sering terjadi.
Gula menjadi "makanan" bagi bakteri di mulut yang kemudian menghasilkan asam.
Asam inilah yang menyebabkan:
•gigi berlubang
•enamel menipis
•gigi sensitif
6. Energi Naik Cepat, Turun Cepat
Minuman manis sering memberi efek:
•cepat segar
•cepat berenergi
Tapi beberapa saat kemudian tubuh bisa mengalami sugar crash:
•lemas
•mengantuk
•ingin minum manis lagi
Siklus ini sering membuat konsumsi gula semakin tinggi.
*Kenapa Minuman Lebih Berbahaya daripada Makanan Manis?
Penelitian menunjukkan gula dari minuman sering lebih bermasalah dibanding makanan padat.
Karena:
•cepat diserap tubuh
•tidak ada serat
•lonjakan gula darah lebih cepat
Itulah kenapa minuman manis sangat berisiko jika menjadi kebiasaan harian
Cara Mengurangi Konsumsi Gula
•pilih air putih
•teh tanpa gula
•kopi less sugar
•kurangi topping boba/krim
•baca label gizi
•batasi minuman manis hanya sesekali
Minuman manis memang nikmat dan praktis, tetapi konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan kerusakan gigi.
Kuncinya bukan harus berhenti total, tetapi lebih sadar jumlah gula yang masuk setiap hari.
Satu gelas bisa terlihat kecil, tetapi dampaknya pada tubuh bisa sangat besar jika menjadi kebiasaan.
Next News

Ingin Beli Kacamata Lensa Photochromic? Kenali Dulu Fungsinya
8 hours ago

Apa Itu DNA?
8 hours ago

Kenapa Telapak Tangan dan Kaki Sering Berkeringat?
8 hours ago

Sauna, Onsen, dan Steam Room. Apa Perbedaannya?
8 hours ago

Kenali Berbagai Jenis Vitamin,Jangan Sampai Salah Konsumsi
8 hours ago

20 April,Hari Konsumen Nasional
in 4 hours

Apa Beda Asma dan Bronkitis?
in 4 hours

Benarkah Potong Bulu Mata Bayi Bikin Lentik? Cek Penjelasannya
in 3 hours

Mitos atau Fakta: Wortel Bikin Mata Tajam Bak Elang?
in 2 hours

Mengapa Thrifting Begitu Populer? Dari Stigma Menuju Tren Fashion
in an hour





