Sauna, Onsen, dan Steam Room. Apa Perbedaannya?
RAU - Monday, 20 April 2026 | 08:56 AM


Belakangan ini, sauna dan pemandian air panas semakin populer.
Bukan hanya di hotel atau pusat kebugaran, tren ini juga ramai di media sosial sebagai bagian dari self-care dan wellness lifestyle.
Namun, banyak orang masih menganggap sauna, onsen, dan steam room adalah hal yang sama, padahal sebenarnya berbeda.
Masing-masing memiliki bentuk, suhu, kelembapan, manfaat, dan kelompok orang yang perlu berhati-hati saat menggunakannya.
Mari kita lihat satu persatu.
1. Sauna – Ruang Panas Kering yang Bikin Tubuh "Dipaksa" Berkeringat
Sauna adalah ruangan tertutup dengan suhu tinggi dan kelembapan rendah.
Biasanya terbuat dari kayu, dengan bangku bertingkat.
Bentuknya seperti apa?
•ruang kecil tertutup
•dinding kayu
•bangku kayu untuk duduk atau berbaring
•pemanas batu atau pemanas listrik
Suhu biasanya sekitar: 70–100°C.
Udara di dalamnya panas, tetapi relatif kering.
Saat berada di sauna, tubuh akan berkeringat deras dalam beberapa menit.
Untuk kebanyakan orang sehat, sauna umumnya aman jika digunakan dengan durasi wajar.
2. Onsen – Pemandian Air Panas Alami yang Kaya Mineral
Di Jepang ada yang namanya Onsen.
Kalau sauna adalah ruang panas, onsen adalah pemandian air panas alami.
*Onsen berasal dari sumber geotermal bawah tanah.*
Biasanya berada di area pegunungan atau wilayah vulkanik.
Bentuknya Seperti Apa?
•kolam batu
•indoor atau outdoor
•air panas alami
•sering menghadap pemandangan alam
Suhu air umumnya: 38–42°C
Karena berasal dari sumber alami, airnya kaya mineral seperti:
•sulfur
•magnesium
•natrium
•kalsium
Mineral inilah yang dipercaya memberi efek relaksasi pada otot dan sendi.
3. Steam Room – Panas Lembap yang Cocok untuk Pernapasan
Steam room atau ruang uap berbeda dari sauna.
Kalau sauna panas kering, steam room adalah panas lembap dengan kelembapan hampir 100%.
Suhu biasanya: 40–50°C
Ruangan penuh uap air.
Sensasinya lebih "basah" dan kadang terasa lebih menyesakkan bagi sebagian orang.
Apa Manfaatnya?
1. Membantu Sirkulasi Darah
Paparan panas membuat pembuluh darah melebar.
Akibatnya aliran darah meningkat.
Beberapa studi menunjukkan sauna dapat membantu kesehatan kardiovaskular dan bahkan membantu menurunkan tekanan darah pada penggunaan rutin.
2. Membantu Tidur Lebih Nyenyak
Setelah tubuh terpapar panas lalu kembali ke suhu normal, tubuh cenderung lebih rileks.
Banyak orang merasa tidur lebih cepat setelah sauna.
Pengalaman pengguna di komunitas online juga banyak melaporkan kualitas tidur membaik.
3. Meredakan Pegal dan Nyeri Otot
Sangat cocok setelah aktivitas berat.
Panas membantu otot lebih rileks dan mengurangi rasa kaku.
4. Membantu Melegakan Pernapasan
Untuk steam room, uap lembap dapat membantu hidung tersumbat dan saluran napas terasa lebih lega.
Bahkan beberapa review medis menyebut sauna dapat memberi perbaikan sementara pada fungsi paru pada penderita asma atau bronkitis kronis.
Tidak Aman untuk Siapa?
Nah ini bagian pentingnya.
Tidak semua orang cocok.
Tidak disarankan untuk :
1.Penderita Penyakit Jantung Tertentu yang :
•serangan jantung baru
•nyeri dada tidak stabil
•gagal jantung yang belum terkontrol
2.Tekanan Darah Rendah atau Hipertensi Tidak Stabil.
Panas bisa menyebabkan tekanan darah turun mendadak.
Akibatnya bisa pusing atau pingsan.
3.Ibu Hamil
Pada kehamilan normal, sauna moderat sering masih dianggap aman, tetapi suhu ekstrem dan dehidrasi harus dihindari.
Sebaiknya konsultasi dokter dulu.
4.Orang Sedang Demam atau Infeksi
Kalau sedang demam, tubuh sudah panas.
Tambahan panas dari sauna justru bisa membebani tubuh.
5. Orang yang minum Alkohol
Ini yang sangat berbahaya.
Sauna + alkohol bisa meningkatkan risiko:
•tekanan darah turun
•gangguan irama jantung
•pingsan
•kematian mendadak
Tips Aman Menggunakan Sauna atau Onsen
•maksimal 10–20 menit
•minum air sebelum dan sesudah
•jangan masuk saat perut kosong ekstrem
•keluar jika mulai pusing
•jangan memaksakan diri karena ikut tren
Sauna, onsen, dan steam room memang menawarkan banyak manfaat, mulai dari relaksasi, tidur lebih nyenyak, hingga membantu sirkulasi.
Namun, manfaat tersebut hanya optimal jika digunakan dengan benar.
Yang paling penting, jangan hanya ikut tren tanpa memahami kondisi tubuh sendiri.
Next News

Ingin Beli Kacamata Lensa Photochromic? Kenali Dulu Fungsinya
8 hours ago

Apa Itu DNA?
8 hours ago

Kenapa Telapak Tangan dan Kaki Sering Berkeringat?
8 hours ago

Kenali Berbagai Jenis Vitamin,Jangan Sampai Salah Konsumsi
8 hours ago

Sering Minum Minuman Manis? Waspada Ini Risikonya!
8 hours ago

20 April,Hari Konsumen Nasional
in 4 hours

Apa Beda Asma dan Bronkitis?
in 4 hours

Benarkah Potong Bulu Mata Bayi Bikin Lentik? Cek Penjelasannya
in 3 hours

Mitos atau Fakta: Wortel Bikin Mata Tajam Bak Elang?
in 2 hours

Mengapa Thrifting Begitu Populer? Dari Stigma Menuju Tren Fashion
in an hour





