Sering Menahan Buang Air Kecil? Ini Risikonya
Liaa - Saturday, 25 April 2026 | 08:23 AM


Pernah menahan pipis karena sedang meeting, terjebak macet, atau terlalu nyaman rebahan?
Kalau sesekali, umumnya tubuh masih bisa mentoleransi.
Namun masalahnya, banyak orang menjadikan ini kebiasaan.
Padahal tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal yang jelas.
Saat kandung kemih mulai terisi, saraf akan mengirim pesan ke otak bahwa sudah waktunya buang air kecil. Jika sinyal ini terus diabaikan, kandung kemih dipaksa menahan tekanan lebih lama dari seharusnya.
Sesekali menahan pipis mungkin tidak langsung berbahaya.
Tetapi jika dilakukan berulang, risikonya mulai meningkat.
Apa Saja Risiko Jika Sering Menahan Buang Air Kecil?
1. Risiko infeksi saluran kemih (ISK) meningkat
Ini adalah dampak yang paling sering terjadi.
Urine yang terlalu lama berada di kandung kemih memberi waktu lebih banyak bagi bakteri untuk berkembang.
Semakin lama urine tertahan, semakin besar peluang bakteri berkembang biak dan memicu ISK.
Gejala yang sering muncul:
•anyang-anyangan
•rasa perih saat pipis
•urine berbau tajam
•warna keruh
•rasa ingin pipis terus meski baru selesai.
Pada perempuan, risiko ini cenderung lebih tinggi karena saluran kemih lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah naik ke kandung kemih.
2. Otot kandung kemih bisa melemah
Bayangkan kandung kemih seperti balon.
Jika terus dipaksa menampung cairan berlebihan dalam waktu lama, ototnya bisa teregang.
Dalam jangka panjang, ini dapat membuat otot kandung kemih melemah dan tidak berkontraksi optimal saat buang air kecil.
Akibatnya:
•pipis terasa tidak tuntas
•sering bolak-balik ke toilet
•sulit menahan urine
•kebocoran urine
3. Risiko batu kandung kemih
Urine mengandung mineral dan zat sisa metabolisme.
Jika terlalu lama tertahan, beberapa zat dapat mengendap dan membentuk kristal kecil.
Lama-kelamaan, kristal ini bisa berkembang menjadi batu kandung kemih.
Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri saat pipis dan urine berdarah.
4. Bisa berdampak ke ginjal
Ini yang paling perlu diwaspadai.
Jika infeksi di kandung kemih tidak segera ditangani, bakteri bisa naik ke ginjal.
Kondisi ini disebut infeksi ginjal dan bisa menyebabkan:
•nyeri pinggang
•demam tinggi
•mual
•tubuh lemas
Dalam kasus yang berat, penahanan urine terus-menerus juga dapat menyebabkan aliran balik urine ke ginjal dan merusak saluran kemih bagian atas.
Kapan harus periksa?
Segera periksa ke dokter jika muncul:
•nyeri saat pipis
•urine berdarah
•demam
•nyeri pinggang
•anyang-anyangan lebih dari 24 jam.
Karena ini bisa jadi tanda infeksi yang mulai naik.
Tips agar tidak jadi kebiasaan
1.Usahakan jangan menunda lebih dari 3–4 jam di siang hari, tentu tergantung banyaknya cairan yang diminum.
2.Biasakan:
•minum air cukup
•jangan menunggu sampai terlalu penuh
•cari toilet saat mulai ada dorongan
•hindari kebiasaan "nanti aja"
Next News

Suka Minum Teh Setelah Makan? Ini Efeknya pada Tubuh
in 6 hours

Kaki Sering Kram Saat Tidur Malam? Ini Sebabnya
in 6 hours

Jangan Terburu-buru, Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Bisa Ganggu Lambung
in 3 hours

Nyeri Berdenyut di Satu Sisi Kepala? Waspada Migrain
9 hours ago

Bukan di Luar Angkasa, Inilah Wilayah Paling Misterius di Bumi
in 2 hours

Jenius yang Meninggal Terlalu Muda: Warisan Ramanujan Masih Mengubah Dunia hingga Kini
in 2 hours

Hidung Baru Ria Ricis: Antara Urusan Napas dan Estetika yang Nggak Perlu Ditutup-tutupi
in 2 hours

Jelang Menikah, Syifa Hadju Ungkap Awal Kisah Cintanya dengan El Rumi
in 2 hours

Alasan Kamu Susah Fokus dan Cara Mengatasinya
in 2 hours

Bongkar Kebohongan OTW: Cara Lacak Teman yang Hobi Ngaret
in 2 hours





