Rabu, 20 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Seribu Kolam Angkola Barat Jadi Mesin Ekonomi Baru, Bupati Gus Irawan Dorong Budidaya Ikan Berkelanjutan

Liaa - Wednesday, 20 May 2026 | 08:41 AM

Background
Seribu Kolam Angkola Barat Jadi Mesin Ekonomi Baru, Bupati Gus Irawan Dorong Budidaya Ikan Berkelanjutan

ANGKOLA BARAT  

Program Seribu Kolam yang digagas Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mulai menunjukkan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat. Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Masyarakat Angkola di Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat, menjadi salah satu contoh keberhasilan program tersebut yang kini berkembang sebagai sumber penghasilan baru warga, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan panen sebagian sekaligus evaluasi program dihadiri langsung oleh Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Rahmat Rayyan Nasution, jajaran Dinas Perikanan Tapanuli Selatan, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta anggota Pokdakan.


Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Selatan menegaskan bahwa program Seribu Kolam bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi strategi jangka panjang membangun ekonomi desa berbasis pangan dan perikanan.



Menurutnya, keberhasilan budidaya ikan hanya bisa tercapai apabila dikelola secara berkelanjutan, mulai dari penyediaan indukan, pembibitan mandiri hingga pemasaran hasil panen.

"Program ini jangan berhenti sekali jalan. Harus berkesinambungan. Kalau perlu kita siapkan indukan sendiri agar masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan bibit," tegas Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk integrasi budidaya ikan dengan pertanian jagung agar lahan tidak produktif dapat dimanfaatkan sepanjang tahun.


Bupati mengungkapkan, pemerintah daerah tengah mendorong pembiayaan usaha produktif melalui skema kredit berbunga nol persen guna membantu masyarakat memperluas usaha perikanan maupun pertanian.



"Tidak boleh ada lahan tidur. Semua harus produktif. Kalau sawah hanya tanam sekali setahun, setelah panen kita dorong tanam jagung atau usaha lain agar ekonomi masyarakat terus bergerak," ujarnya.

Selain budidaya kolam, pemerintah daerah juga berencana melakukan restocking ikan di sungai melalui program lubuk larangan, sebagai upaya menjaga ekosistem sekaligus membuka potensi wisata dan ekonomi masyarakat.

Anggota DPRD Sumatera Utara, Rahmat Rayyan Nasution, menyampaikan apresiasi atas berkembangnya Pokdakan Masyarakat Angkola yang dinilai mampu menjadi model ekonomi desa berbasis komunitas.


Ia menegaskan pihaknya siap memperjuangkan dukungan anggaran dan infrastruktur agar program perikanan rakyat dapat berkembang lebih luas.



"Kami di DPRD Provinsi Sumatera Utara siap berkolaborasi agar program ini terus meningkat, baik di sektor perikanan maupun pembangunan infrastruktur pendukung," katanya.

Ketua Pokdakan Masyarakat Angkola, Herman Harahap, menjelaskan kelompok tersebut terbentuk sejak tahun 2024 sebagai gerakan masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah.

Melalui Program Seribu Kolam yang diterima pada akhir 2025, anggota kelompok mulai merasakan manfaat ekonomi meski belum signifikan.

Menurutnya, hasil panen rutin telah membantu anggota memenuhi kebutuhan harian dan menambah pendapatan keluarga.

"Memang belum besar, tapi sekarang anggota sudah punya aktivitas produktif. Setidaknya setiap bulan ada hasil yang bisa dibawa pulang," ungkapnya.




Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Tapanuli Selatan Saiful AP Nasution melaporkan bahwa bantuan kepada Pokdakan Masyarakat Angkola diserahkan pada Desember 2025 berupa sekitar 15.000 ekor bibit ikan mas dan nila, perlengkapan budidaya, serta optimalisasi belasan kolam sesuai standar budidaya ikan yang baik.

Program ini juga menjadi lokasi praktik lapangan mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta yang tengah menjalani kegiatan PKL di wilayah Tapanuli Selatan.