Mendikdasmen: Bahasa Inggris mata pelajaran wajib murid SD pada 2027
Laila - Sunday, 17 May 2026 | 05:55 PM


Lombok Timur – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa Bahasa Inggris akan mulai diterapkan sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027.
Kebijakan tersebut nantinya diberlakukan untuk siswa mulai kelas 3 SD sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional sejak usia dini.
Pernyataan itu disampaikan Abdul Mu'ti saat menghadiri peresmian Program Revitalisasi Pendidikan di SMKN 1 Sikur, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini tengah melakukan berbagai persiapan agar program tersebut dapat berjalan optimal ketika mulai diterapkan secara nasional.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah meningkatkan kesiapan tenaga pendidik melalui pelatihan Bahasa Inggris untuk guru SD di berbagai daerah.
"Sekarang sedang dipersiapkan pelatihan bagi guru-guru SD agar pelaksanaan mata pelajaran Bahasa Inggris dapat berjalan dengan baik," ujar Abdul Mu'ti.
Ia menjelaskan, penerapan Bahasa Inggris sejak sekolah dasar diharapkan mampu membantu siswa Indonesia memiliki kemampuan komunikasi global yang lebih baik di masa depan.
Selain itu, kebijakan tersebut juga dinilai penting untuk membekali peserta didik menghadapi tantangan dan persaingan di era globalisasi.
"Dengan penguasaan Bahasa Inggris sejak dini, siswa diharapkan lebih siap bersaing di tingkat internasional," katanya.
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik, menjadi prioritas pemerintah sebelum kebijakan tersebut diberlakukan secara menyeluruh.
Pelatihan bagi guru SD rencananya akan dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia agar kualitas pembelajaran dapat berjalan merata.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan pendidikan nasional.
Namun demikian, ia menekankan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fasilitas, melainkan bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran dan kompetensi guru di Indonesia.
Next News

Aktivitas Gunung Sinabung Masih Fluktuatif, Status Tetap Siaga Level III
in 4 hours

Jajaran Bulog se-Indonesia Turun Serentak ke Pasar, Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali
in 4 hours

Erupsi kembali Terjadi, Status Gunung Anak Krakatau Bertahan di Level Siaga
in 4 hours

Polri telah tetapkan 113 orang sebagai tersangka kasus karhutla
in 4 hours

Gubernur Sumut resmikan Jembatan Bailey dampak bencana di Tapteng
in 4 hours

Wapres Gibran Tinjau Huntap dan Progres Pemulihan Pascabencana di Batangtoru, Bupati Tapsel Paparkan Sejumlah Perkembangan
6 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 5 September 2026: Cerah, Hujan Ringan, Berawan Mendominasi
8 hours ago

Job Fair Madina 2026 Buka Ratusan Lowongan, 13 Perusahaan Siap Rekrut Tenaga Kerja
19 hours ago

Wapres RI Tiba di Tapteng dan Bertolak ke Barus
2 days ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Jumat 4 September: Hujan Ringan dan Berawan Mendominasi, Suhu 17–34°C
a day ago


