Rabu, 20 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Proyek Jalan Rp238 M Di Paluta Dimulai

Liaa - Tuesday, 19 May 2026 | 07:28 AM

Background
Proyek Jalan Rp238 M Di Paluta Dimulai

MEDAN

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memulai proyek peningkatan struktur jalan di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta). Proyek infrastruktur yang dikerjakan itu mencakup tiga ruas strategis dengan total anggaran Rp238 miliar.

Selasa (19/5), Kepala Dinas BMBK Sumut Chandra Dalimunthe, berbicara kepada wartawan. Dia menjelaskan realisasi dari program proyek pembangunan jalan di wilayah Sipiongot, Kabupaten Paluta. Menurut Chandra, proyek tersebut saat ini sudah mulai dikerjakan.

Dari data tentang pembangunan jalan di Kabupaten Paluta, proyek tersebut dimulai dari daerah Sipiongot, Kabupaten Paluta, dan akan mencakup tiga daerah. Yakni, Sipiongot – Batas Tapanuli Selatan, Sipiongot – Huaimbaru, dan Sipiongot – Batas Labubanbatu.

Untuk proyek Sipiongot – Batas Tapanuli Selatan, akan dibangun jalan sepanjang 12 km dengan anggaran Rp72 miliar. Kemudian Sipiongot – Hutaimbaru sepanjang 11,8 km dengan anggaran Rp70,8 miliar, dan Sipiongot – Batas Labuhanbatu sepanjang 16 km dengan anggaran Rp98 miliar.



Kepala Dinas BMBK Sumut Chandra Dalimunthe mengatakan, proyek yang mulai dikerjakan tersebut adalah proyek strategis daerah. Dimana Gubsu Bobby Nasution, memprioritaskan pembangunan jalan di daerah-daerah terpencil, yang selama ini belum terbangun. ''Ruas jalan yang dibangun ini sangat penting, yang memiliki peran vital dalam meningkatkan konektivitas antar daerah,'' katanya.

Dijelaskan Chandra bahwa ruas jalan yang menjadi fokus dikerjakan, selama ini dikenal memiliki kondisi yang memprihatinkan. Bahkan di beberapa titik, sulit dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan.Karena itu, menurut Chandra, dengan pembangunan yang dilakukan, akan dapat membuka akses, yang selama ini menjadi kendala utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Termasuk dalam hal distribusi hasil pertanian dan mobilitas sosial. "Dengan terbangunnya jalan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengakses layanan dasar, pasar, maupun pusat-pusat ekonomi lainnya," ujaran.Disampaikan Chandra, di lapangan, proses pengerjaan proyek terus berlangsung secara bertahap, dengan pengawasan ketat dari pihak terkait. Dia bilang, Kepala UPTD BMBK Gunungtua Hasian Negara Dasopang, telah menyampaikan bahwa pembangunan dilakukan dengan mengedepankan prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.Dijelaskannya bahwa berbagai tahapan teknis telah dilakukan. Mulai dari persiapan lahan, penurunan alat berat, hingga distribusi material ke lokasi proyek. Seluruh proses tersebut dilakukan secara sistematis, agar hasil akhir sesuai dengan standar konstruksi yang telah ditetapkan Tidak hanya untuk menopang mobilitas, menurut Chandra, pembangunan jalan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada daerah tersebut. "Selain itu, peningkatan struktur jalan pada ruas ini juga diharapkan mampu memperlancar aktivitas masyarakat, mendukung mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar," ungkapnya.