Jumat, 9 Januari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Tapanuli Selatan

Sekolah di Tapsel Mulai Aktif Pascabencana, Pembelajaran Digelar di Tenda Darurat

eno - Wednesday, 07 January 2026 | 04:30 AM

Background
Sekolah di Tapsel Mulai Aktif Pascabencana, Pembelajaran Digelar di Tenda Darurat

Tapanuli Selatan — Proses belajar mengajar di wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mulai kembali berjalan. Pemerintah daerah memasang tenda sekolah darurat guna memastikan kegiatan pendidikan tetap berlangsung meski sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tapsel, Efrida Yanti Pakpahan, menyampaikan bahwa bencana tersebut berdampak pada puluhan satuan pendidikan di daerah itu, mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.

“Terdapat 18 TK/PAUD, 24 SD, dan 5 SMP yang terdampak. Saat ini beberapa sekolah sudah dapat melaksanakan pembelajaran kembali,” ujar Efrida saat dihubungi, Selasa (6/1/2026).

Meski demikian, ia mengakui masih ada sekolah yang belum dapat digunakan secara optimal akibat kerusakan bangunan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di tenda darurat atau dengan memanfaatkan sekolah terdekat melalui sistem pembelajaran bergantian.

“Sebagian sekolah masih melaksanakan pembelajaran di tenda darurat maupun di sekolah lain dengan sistem shift,” jelasnya.

Sebanyak 10 tenda darurat telah dipasang di empat kecamatan terdampak untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Tenda tersebut terdiri dari lima unit bantuan Kementerian Pendidikan dan lima unit dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Adapun lokasi tenda pembelajaran darurat tersebar di Kecamatan Angkola Sangkunur sebanyak dua tenda, Angkola Selatan satu tenda, Batangtoru enam tenda, serta Muara Batangtoru satu tenda.

Sebagai informasi, bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah kecamatan di Tapanuli Selatan pada akhir November 2025. Peristiwa tersebut mengakibatkan 93 orang meninggal dunia dan hingga kini sedikitnya 20 orang dilaporkan masih dalam pencarian.

Sumber: Detiksumut