Senin, 2 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Tapanuli Selatan

186 KK Terdampak Tanah Bergerak di Tandihat Akan Tempati Hunian Sementara

RAU - Monday, 12 January 2026 | 03:09 AM

Background
186 KK Terdampak Tanah Bergerak di Tandihat Akan Tempati Hunian Sementara

Pasca bencana alam berupa tanah bergerak yang melanda Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, sebanyak 186 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi di posko darurat yang telah disediakan pemerintah.

Setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan secara tegas melarang warga untuk kembali menempati perkampungan yang mengalami retakan serius akibat pergerakan tanah. Peninjauan tersebut turut didampingi Camat Angkola Selatan Dodi Kurniawan Siregar, unsur Forkopincam, serta perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebelumnya, lokasi terdampak juga telah dikunjungi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama Ketua TP PKK Sumut. Dalam kunjungan tersebut, gubernur meninjau area pertapakan yang direncanakan akan menjadi lokasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi seluruh warga Desa Tandihat.

Namun, mengingat proses pembangunan Huntap membutuhkan waktu yang cukup lama, pemerintah memutuskan untuk terlebih dahulu membangun Hunian Sementara (Huntara). Huntara tersebut berlokasi di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, sebagai tempat tinggal sementara bagi warga terdampak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Harian Tabagsel di lapangan, pembangunan Huntara telah berlangsung sejak sepekan terakhir dan terus dikebut hingga Minggu (11/1/2026). Proyek tersebut dipercepat agar seluruh warga dapat segera menempati hunian sementara, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Salah seorang pekerja di lokasi pembangunan mengungkapkan bahwa ratusan tenaga kerja dikerahkan dan siap bekerja siang maupun malam demi mengejar target penyelesaian Huntara.

"Kami bekerja maksimal supaya hunian sementara ini bisa ditempati sebelum memasuki bulan puasa," ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan para pekerja saling bahu-membahu menyelesaikan pembangunan Huntara dengan penuh semangat. Sementara itu, arsitek yang terlibat dalam pembangunan menjelaskan bahwa setiap unit hunian sementara akan dibuat satu ruangan dengan satu pintu untuk masing-masing keluarga.

Kepala Desa Tandihat, Ranto Panjang Sipahutar, saat dikonfirmasi membenarkan pembangunan hunian sementara tersebut sebagai solusi sementara bagi warganya.

"Untuk sementara waktu, warga akan tinggal di Huntara yang sedang dibangun ini," ujarnya melalui sambungan telepon WhatsApp.