Senin, 2 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Tapanuli Selatan

Pemkab Tapsel Gerak Cepat Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Batu Godang

RAU - Thursday, 08 January 2026 | 03:58 AM

Background
Pemkab Tapsel Gerak Cepat Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Batu Godang

Tapanuli Selatan – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di bawah kepemimpinan H. Gus Irawan Pasaribu, SE, Ak, MM, CA merespons dengan cepat permohonan bantuan dari masyarakat yang terdampak bencana alam meluapnya air sungai ke kawasan permukiman warga di Kampung Tanah Lapang, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur.

Respons cepat tersebut ditandai dengan penyaluran bantuan berupa beras dan sembako lainnya yang langsung dikirim ke lokasi terdampak pada Rabu (7/1/2026). Bantuan disalurkan menggunakan satu unit mobil pickup dan diterima langsung oleh perwakilan masyarakat setempat.

Camat Angkola Sangkunur, Daniel Affandi Harahap, S.STP, MM, mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bupati Tapanuli Selatan, dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.

"Hari ini kami menyalurkan bantuan beras dan sembako kepada sekitar 54 kepala keluarga dengan total 266 jiwa yang terdampak di Dusun Kampung Tanah Lapang," ujar Daniel kepada wartawan.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut telah diterima oleh Kepala Dusun Kampung Tanah Lapang dan kini berada di lokasi untuk selanjutnya dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

"Atas nama pemerintah kecamatan dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tapanuli Selatan, Bapak Gus Irawan Pasaribu, yang telah cepat merespons harapan warga," tambahnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Batu Godang, Mahmudin Sihombing, yang mengapresiasi langkah sigap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam membantu masyarakatnya yang tertimpa musibah.

"Saya mewakili masyarakat Desa Batu Godang mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warga kami," ucapnya.

Sebelumnya, warga Kampung Tanah Lapang dikejutkan oleh datangnya aliran sungai berarus deras akibat hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih 30 menit. Sungai yang selama sekitar 25 tahun terakhir tidak pernah mengalir itu tiba-tiba kembali meluap dan masuk ke kawasan permukiman.

Akibat kejadian tersebut, warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sebagian di antaranya berlindung di Gereja Katolik setempat. Sejumlah kebutuhan pokok warga seperti beras terendam air, ratusan ternak hanyut, kolam ikan rusak, serta aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh pascabencana.