Pemkab Tapsel Gerak Cepat Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Batu Godang
RAU - Thursday, 08 January 2026 | 03:58 AM


Tapanuli Selatan – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di bawah kepemimpinan H. Gus Irawan Pasaribu, SE, Ak, MM, CA merespons dengan cepat permohonan bantuan dari masyarakat yang terdampak bencana alam meluapnya air sungai ke kawasan permukiman warga di Kampung Tanah Lapang, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur.
Respons cepat tersebut ditandai dengan penyaluran bantuan berupa beras dan sembako lainnya yang langsung dikirim ke lokasi terdampak pada Rabu (7/1/2026). Bantuan disalurkan menggunakan satu unit mobil pickup dan diterima langsung oleh perwakilan masyarakat setempat.
Camat Angkola Sangkunur, Daniel Affandi Harahap, S.STP, MM, mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bupati Tapanuli Selatan, dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.
"Hari ini kami menyalurkan bantuan beras dan sembako kepada sekitar 54 kepala keluarga dengan total 266 jiwa yang terdampak di Dusun Kampung Tanah Lapang," ujar Daniel kepada wartawan.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut telah diterima oleh Kepala Dusun Kampung Tanah Lapang dan kini berada di lokasi untuk selanjutnya dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
"Atas nama pemerintah kecamatan dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tapanuli Selatan, Bapak Gus Irawan Pasaribu, yang telah cepat merespons harapan warga," tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Batu Godang, Mahmudin Sihombing, yang mengapresiasi langkah sigap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam membantu masyarakatnya yang tertimpa musibah.
"Saya mewakili masyarakat Desa Batu Godang mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warga kami," ucapnya.
Sebelumnya, warga Kampung Tanah Lapang dikejutkan oleh datangnya aliran sungai berarus deras akibat hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih 30 menit. Sungai yang selama sekitar 25 tahun terakhir tidak pernah mengalir itu tiba-tiba kembali meluap dan masuk ke kawasan permukiman.
Akibat kejadian tersebut, warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sebagian di antaranya berlindung di Gereja Katolik setempat. Sejumlah kebutuhan pokok warga seperti beras terendam air, ratusan ternak hanyut, kolam ikan rusak, serta aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh pascabencana.
Next News

Koramil 19 Siais Bangun Jembatan Alternatif Pasca Banjir di Desa Bandar Tarutung
a month ago

186 KK Terdampak Tanah Bergerak di Tandihat Akan Tempati Hunian Sementara
2 months ago

BPBD Sumut Catat 372 Korban Tewas dan 42 Hilang Akibat Banjir-Longsor
2 months ago

Sekolah di Tapsel Mulai Aktif Pascabencana, Pembelajaran Digelar di Tenda Darurat
2 months ago

Gubernur Sumut Terbitkan SK Rumah Terdampak Banjir dan Longsor, Percepatan Bantuan Warga Digenjot
2 months ago

Longsor Rusak Ruang Kelas SDN 101303 Batu Godang, Sekolah Butuh Alat Berat
2 months ago

Wamen ESDM Tinjau Persiapan Huntara Korban Banjir Bandang di Batang Toru
2 months ago

Pisah Sambut Kapolres Tapsel Berlangsung Hangat dan Penuh Keakraban
2 years ago

Sambut HBA Ke-63, Kejari Tapsel Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah, Ini Syarat dan Ketentuannya
3 years ago

Bupati Dolly : Mari Bergandengan Tangan Dalam Melanjutkan Pembangunan Tapsel
4 years ago





