Selasa, 27 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Resmikan Galeri Investasi Pasar Modal, Bupati Gus Irawan Dorong Masyarakat Tapsel Cerdas Berinvestasi dan Perkuat Ekonomi Produktif

Laila - Tuesday, 27 October 2026 | 02:37 PM

Background
Resmikan Galeri Investasi Pasar Modal, Bupati Gus Irawan Dorong Masyarakat Tapsel Cerdas Berinvestasi dan Perkuat Ekonomi Produktif

SIPIROK – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., mendorong masyarakat semakin cerdas mengelola keuangan, berani mengembangkan usaha produktif, serta memahami investasi yang legal dan rasional. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Sosialisasi, Business Matching, dan Edukasi Keuangan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 sekaligus meresmikan Galeri Investasi Pasar Modal di Aula Sarasi, Lantai III, Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Akses Keuangan Meningkat, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera" tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Indonesia, perbankan, dan pelaku industri jasa keuangan untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, serta membuka peluang investasi yang aman dan bertanggung jawab.

Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan mengapresiasi kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang terus mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa luasnya akses terhadap layanan keuangan harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat tidak terjebak dalam investasi ilegal maupun praktik keuangan yang merugikan.

"Dalam berinvestasi, saya selalu menekankan dua hal, yakni logis dan legal. Kalau ada yang menawarkan keuntungan terlalu tinggi dan tidak masuk akal, masyarakat harus waspada. Setelah itu, pastikan lembaga dan produk investasinya legal serta memiliki izin dari otoritas yang berwenang," tegasnya.

Menurut Gus Irawan, edukasi keuangan menjadi semakin penting di tengah dinamika perekonomian dan gejolak pasar modal. Masyarakat harus mampu membedakan peluang investasi yang sehat dengan penawaran yang menjanjikan keuntungan tidak realistis. Karena itu, ia berharap Galeri Investasi Pasar Modal yang diresmikan tersebut tidak hanya menjadi simbol kerja sama, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, ASN, dan pelaku usaha.



"Jangan berhenti pada peresmian. Saya berharap galeri investasi ini benar-benar hidup, menjadi tempat belajar, menambah wawasan, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal pasar modal secara benar," ujarnya.

Bupati juga berbagi pengalaman pribadinya di sektor perbankan dan pasar modal. Ia menekankan bahwa investasi harus dipahami secara matang, disesuaikan dengan kemampuan keuangan, serta tidak dilakukan secara spekulatif atau menggunakan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan pokok.

Ia turut mengingatkan pentingnya diversifikasi investasi atau tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen saja. Menurutnya, pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif investasi jangka panjang, tetapi masyarakat tetap harus memahami risiko dan karakteristik setiap produk sebelum mengambil keputusan.

Selain mendorong literasi investasi, Gus Irawan menegaskan bahwa perluasan akses keuangan harus memberikan manfaat nyata bagi sektor produktif, terutama pertanian yang menjadi tumpuan kehidupan sebagian besar masyarakat Tapanuli Selatan.

Ia menjelaskan bahwa lebih dari 70 persen masyarakat Tapsel menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Karena itu, pemerintah daerah terus mengembangkan program pertanian terintegrasi dengan peternakan, sekaligus menjembatani petani agar memperoleh pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sumut.



Dalam upaya pemulihan pascabencana, Tapanuli Selatan memasuki tahun pertama rehabilitasi dan rekonstruksi pada 2026. Salah satu dukungan yang diberikan ialah fasilitas KUR dengan bunga nol persen pada tahun pertama, sehingga petani memiliki ruang lebih besar untuk memulihkan usaha dan meningkatkan produktivitas.

Pemerintah daerah juga melibatkan penyuluh pertanian lapangan sebagai penghubung antara petani dan perbankan. Selain itu, PT Tapanuli Selatan Membangun (TSM) dilibatkan sebagai off-taker untuk membantu menjamin penyerapan hasil panen jagung petani binaan.

"Petani yang sebelumnya mungkin tidak pernah membayangkan bisa mengakses pembiayaan perbankan, sekarang kita jembatani melalui penyuluh pertanian dan Bank Sumut. Kita ingin akses keuangan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama petani dan pelaku usaha produktif," ungkapnya.

Gus Irawan juga meminta dukungan OJK dan lembaga jasa keuangan agar model pembiayaan tersebut dapat diperluas. Menurutnya, akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau, disertai pendampingan dan kepastian pasar, dapat menjadi penggerak kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan inklusi keuangan tidak cukup diukur dari banyaknya masyarakat yang terhubung dengan lembaga keuangan, tetapi juga dari kemampuan mereka memanfaatkan layanan tersebut untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan.



Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara, Muhammad Pintor Nasution, menyampaikan bahwa Galeri Investasi Pasar Modal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan galeri investasi ketiga yang dibentuk di lingkungan pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Ia berharap keberadaan galeri tersebut dapat memperluas penyebaran informasi dan edukasi pasar modal, khususnya bagi pelaku UMKM, mahasiswa, pelajar, ASN, serta masyarakat umum.

Menurut Pintor, pasar modal bukan hanya milik kelompok masyarakat tertentu. Setiap orang dapat mempelajarinya dan berkesempatan menjadi investor sepanjang memahami mekanisme, ketentuan, serta risiko yang menyertainya.

Ia juga memperkenalkan aplikasi resmi BEI, IDX Mobile, sebagai sarana bagi masyarakat untuk mempelajari perkembangan pasar modal, memantau informasi pasar, dan mengenal mekanisme investasi melalui fasilitas pembelajaran yang tersedia.

Pintor menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, regulator, perusahaan sekuritas, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan dunia usaha agar edukasi pasar modal dapat berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan seremonial.



Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Gus Irawan bersama para pemangku kepentingan juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, PT Bursa Efek Indonesia, dan PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia tentang penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa di bidang pasar modal.

Selain itu, dilakukan penyerahan KUR secara simbolis kepada sejumlah kelompok tani dan pelaku usaha. Penerima yang tercantum dalam laporan kegiatan meliputi Kelompok Tani Cinta Damai untuk komoditas jagung sebesar Rp50 juta, Kelompok Tani Suka Bersama sebesar Rp84,5 juta, serta sejumlah penerima KUR ritel dan kelompok usaha lainnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, H. Sofyan Adil Siregar, SP., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan BIK 2026 bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal yang aman, mudah, terjangkau, dan sesuai kebutuhan.

Kegiatan tersebut juga dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan penyedia pembiayaan, memberikan pemahaman tentang produk perbankan dan investasi, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, regulator, lembaga jasa keuangan, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin mampu mengelola keuangan secara bijak, memahami persyaratan pembiayaan, mengenali investasi legal, dan memanfaatkan layanan keuangan untuk mengembangkan usaha produktif.



Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, perwakilan OJK Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia, BEI Sumatera Utara, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, jajaran PT Bank Sumut, pimpinan organisasi perangkat daerah, para camat, perwakilan perbankan, pelaku UMKM, kelompok tani, mahasiswa, pelajar, serta unsur perguruan tinggi dan dunia usaha.

Dengan peresmian Galeri Investasi Pasar Modal dan penguatan akses pembiayaan tersebut, Pemkab Tapanuli Selatan berharap peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi, produktif, dan sejahtera.