Kamis, 12 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Pusdalops Sumut: 5.231 Warga Masih Mengungsi Akibat Bencana Hidrometeorologi

Liaa - Wednesday, 11 March 2026 | 04:09 AM

Background
Pusdalops Sumut: 5.231 Warga Masih Mengungsi Akibat Bencana Hidrometeorologi

MEDAN – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat sebanyak 5.231 warga masih berada di lokasi pengungsian akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Data yang diterima pada Selasa menunjukkan jumlah pengungsi tersebut berasal dari 1.509 kepala keluarga (KK) yang tersebar di dua dari total 20 kabupaten/kota yang terdampak bencana di wilayah Sumatera Utara.

Berdasarkan catatan Pusdalops PB, sebagian besar pengungsi berada di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan jumlah mencapai 4.843 orang. Sementara itu, sebanyak 388 orang lainnya masih mengungsi di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan data tersebut merupakan laporan sementara yang diperoleh dari Pusdalops PB Sumut.

Ia menjelaskan bahwa data yang disampaikan merupakan pembaruan kondisi terakhir hingga 10 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.



Menurutnya, berbagai langkah penanganan bencana telah dilakukan oleh pemerintah daerah bersama sejumlah pihak terkait di wilayah yang terdampak.

Pihaknya juga memastikan bahwa perkembangan situasi bencana serta pembaruan data pengungsi akan terus disampaikan kepada publik.

Berdasarkan data Pusdalops PB Sumut, sebanyak 20 kabupaten/kota di provinsi tersebut terdampak bencana hidrometeorologi.

Wilayah tersebut antara lain Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, Kota Sibolga, serta beberapa kabupaten seperti Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan upaya penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah tersebut.