Pemprov gelontorkan Rp1,1 triliun percepat Program Hasil Terbaik Cepat
RAU - Thursday, 11 June 2026 | 11:40 AM


Medan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,1 triliun tahun ini guna percepatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumut Faisal Arif Nasution mengatakan, alokasi anggaran ini dilaksanakan oleh sembilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumut bersama perangkat daerah pendamping melalui 141 kegiatan.
"Realisasinya PHTC di triwulan I tahun ini kontrak sudah mencapai Rp539 miliar, di antaranya realisasi keuangan Rp115 miliar atau 10,7 persen dengan realisasi fisik 10,24 persen," ujar Faisal dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.
Anggaran PHTC ini, jelas dia, dialokasikan enam program prioritas, yakni Program Unggulan Sekolah Gratis (PUBG), Program Berobat Gratis (Probis) melalui Universal Health Coverage (UHC).
Kemudian, Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (Jaskop), Digitalisasi Pelayanan Publik (Cerdas), Infrastruktur Strategis Terintegrasi (Instansi), dan Perlindungan Rakyat Melalui Restorative Justice (Prestice).
Ia menjelaskan, pembangunan Sumut masih tahap awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) didominasi kegiatan fisik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Jika dilihat capaian fisik masih rendah, karena triwulan I ini masih fase persiapan dan kontraktual. Tapi April dan Mei sudah banyak progres dibanding triwulan I. Di Juni ini sudah kontrak, terutama kegiatan infrastruktur," kata Faisal.
Menurutnya, terdapat beberapa program PHTC belum memasuki tahap realisasi, salah satunya PUBG baru dilaksanakan tahun ajaran baru pada Juli 2026.
"Program PUBG sudah ada pagu anggarannya, tapi menunggu tahun ajaran baru. Program ini bagi 103.590 siswa di Nias dan daerah terdampak bencana, yakni Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Langkat," jelas Faisal.
Sedangkan program PHTC telah berjalan sesuai tahapan, yakni Probis sudah direalisasikan, dan Jaskop telah memasuki tahap survei pengadaan Solar Dryer Dome.
Fasilitas itu berfungsi sebagai tempat penyimpanan komoditas saat panen melimpah guna menjaga kestabilan harga, sehingga petani cabai tidak mengalami kerugian akibat anjloknya harga di pasaran.
"Progresnya di bulan ini sudah selesai sesuai jadwal," kata Faisal.
Next News

Anggaran BPBD Madina Rp489 Juta, Dana Bencana Tersedia Rp5,6 Miliar
4 hours ago

Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama 14 Hari
9 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 31 Oktober 2026: Mayoritas Hujan Ringan, 7 Wilayah Berawan
14 hours ago

Disambut Hangat Dubes RI di Uzbekistan, Perjalanan Kakek-Nenek Keliling Dunia Penuh Kisah Persahabatan
a day ago

Jelajahi Padang Tandus China-Kazakhstan, Kakek-Nenek Keliling Dunia Cicipi Steak Daging Kuda di Almaty
a day ago

Suhu China Turun hingga 4 Derajat Celsius, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tetap Lanjutkan Ekspedisi
a day ago

Lewati Puluhan Terowongan Pegunungan China, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tiba di Chengdu
a day ago

Masuk China dengan Mobil Sendiri, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Pemeriksaan Ketat di Perbatasan
a day ago

Tertahan Tiga Hari di Perbatasan Malaysia, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Masalah Dokumen Kendaraan
a day ago

Filter Oli Sulit Ditemukan di Thailand, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Tantangan Menuju Laos
a day ago





