Produksi Cabai Merah Sumut Surplus 21 Ribu Ton, Harga di Tingkat Petani Anjlok
RAU - Wednesday, 01 April 2026 | 08:13 AM


Medan – Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara mencatat produksi cabai merah hingga Maret 2026 mencapai 50.521 ton. Angka tersebut melampaui kebutuhan daerah yang berada di kisaran 29.222 ton, sehingga terjadi surplus sekitar 21.299 ton yang turut memengaruhi dinamika harga di pasaran.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sumut, Yusfahri Peranginangin, Selasa (31/3/2026), menjelaskan bahwa sentra produksi cabai merah tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, hingga Batubara.
Meski produksi tergolong tinggi, harga di tingkat petani dinilai masih memberikan margin keuntungan apabila berada pada kisaran Rp20.000 per kilogram.
Di sisi lain, Pengamat Ekonomi dan Keuangan, Gunawan Benyamin, menilai harga cabai merah di pasaran mengalami penurunan cukup signifikan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di Kota Medan sempat berada di angka Rp19.800 per kilogram dan saat ini berkisar Rp21.000 per kilogram.
Namun, harga di lapangan bahkan ditemukan lebih rendah, sekitar Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, di tingkat petani di Deli Serdang, harga sempat merosot hingga Rp7.000 sampai Rp10.000 per kilogram.
Menurut Gunawan, turunnya harga dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya dampak banjir pada November 2025 yang memaksa petani melakukan tanam ulang. Akibatnya, jadwal panen yang semestinya berlangsung menjelang Ramadan bergeser ke bulan Maret, sehingga terjadi penumpukan pasokan.
Selain itu, tingginya suplai dari wilayah Aceh serta pola tanam yang seragam untuk mengejar momentum hari besar keagamaan seperti Idulfitri turut memperburuk kondisi pasar. Panen serentak tanpa koordinasi menyebabkan kelebihan pasokan yang berujung pada tekanan harga.
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya pengaturan pola tanam dan konsistensi produksi. Kendati demikian, petani masih menghadapi berbagai tantangan seperti risiko bencana alam, kenaikan biaya produksi, hingga fluktuasi harga yang sulit diprediksi.
Next News

Muslimat NU Tapsel Dilantik, Gus Irawan Dorong Penguatan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat
in 6 hours

Maulid Nabi di Tapsel: Bupati Gus Irawan Ajak Teladani Rasulullah untuk Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat
in 4 hours

Sebaran Asap Terpantau Meluas di Sejumlah Wilayah Sumatera Utara
10 hours ago

Wagub Sumut Surya Hadiri Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Bawa Pesan Khusus Bobby Nasution
a day ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Senin 14 September 2026: Hampir Semua Wilayah Diguyur Hujan Ringan
19 hours ago

1.583 Warga Sumut Jadi Korban TPPO, Wagub Surya Sebut Masih Membutuhkan Penanganan yang Serius
2 days ago

1.653 Sekolah Dicoret dari Penerima MBG, BGN Alihkan Layanan ke Wilayah 3T
2 days ago

Dari Medan Hingga Langkat, BULOG Cabang Medan Salurkan Bantuan Pangan Bagi Masyarakat
2 days ago

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Lantik 23 Pejabat, Tekankan Percepatan Pemulihan Pascabencana
3 days ago

Mayoritas Hujan Ringan, Cek Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 12 September 2026
3 days ago





