PLTA Batang Toru Rp 21,6 Triliun Siap Beroperasi
Laila - Monday, 12 October 2026 | 12:19 PM


TAPANULI SELATAN – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk pada Jumat, 9 Oktober 2026. Proyek berkapasitas 510 megawatt (MW) tersebut ditargetkan dapat beroperasi untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera bagian utara menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyaksikan langsung proses penggenangan tersebut. Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum pembangkit menjalani serangkaian pengujian hingga siap terhubung dengan jaringan listrik PT PLN.
Kehadiran PLTA Batang Toru diharapkan dapat memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera bagian utara. Pasalnya, kebutuhan listrik biasanya meningkat pada periode Natal dan Tahun Baru, sementara cadangan operasional listrik di sistem Sumatera masih terbatas.
Yuliot menyampaikan bahwa cadangan operasional kelistrikan Sumatera saat ini berada di kisaran empat persen. Angka tersebut masih di bawah tingkat ideal yang diperkirakan mencapai 15 hingga 20 persen.
Proyek strategis nasional dengan nilai investasi Rp21,6 triliun ini dirancang memiliki empat unit pembangkit. Masing-masing unit mempunyai kapasitas 127,5 MW sehingga total daya yang dapat dihasilkan mencapai 510 MW.
Pengembangan PLTA Batang Toru juga berpotensi berlanjut. PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) selaku pengembang telah menyiapkan kajian untuk tahap kedua dengan kapasitas tambahan sebesar 160 MW.
Tambahan Daya untuk Kebutuhan Listrik Sumatera Utara
Selama ini, pasokan listrik Sumatera bagian utara masih mendapat dukungan dari wilayah Sumatera bagian selatan melalui jaringan transmisi. Sementara itu, kebutuhan listrik di Sumatera Utara terus bertambah seiring perkembangan aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.
Pertumbuhan beban listrik di provinsi tersebut diperkirakan mencapai 100 hingga 120 MW setiap tahun. Dengan kapasitas 510 MW, PLTA Batang Toru diharapkan dapat memberikan tambahan pasokan yang signifikan dan membantu memenuhi kebutuhan listrik dalam beberapa tahun mendatang.
Menurut perhitungan yang disampaikan dalam keterangan proyek, tambahan daya tersebut berpotensi menopang pertumbuhan kebutuhan listrik Sumatera Utara selama sekitar empat hingga lima tahun. Namun, dampak terhadap keandalan sistem tetap bergantung pada realisasi operasi pembangkit dan perkembangan kebutuhan listrik.
Penggenangan Waduk Menjadi Tahap Penting
Penggenangan waduk merupakan tahapan yang diperlukan untuk memastikan seluruh fasilitas PLTA dapat berfungsi sesuai perencanaan. Proses ini mencakup pemeriksaan fasilitas pembangkit, pencapaian ketinggian air yang ditargetkan, serta kesiapan penyaluran daya menuju jaringan transmisi.
Yuliot menjelaskan bahwa pengujian menyeluruh belum dapat dilakukan tanpa proses penggenangan. Karena itu, percepatan tahapan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan operasional pembangkit.
Seluruh kegiatan penggenangan dipercepat pada triwulan keempat 2026. Setelah itu, berbagai instrumen pembangkit direncanakan menjalani pengujian selama sekitar dua pekan sebelum dilanjutkan dengan pengujian untuk masuk ke jaringan PLN.
Kementerian ESDM akan memastikan fasilitas berfungsi dengan baik sebelum menerbitkan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Sertifikat tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangkit dapat beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyelesaian Administrasi Mendukung Proyek
Pelaksanaan penggenangan waduk dilakukan setelah persoalan administrasi yang berkaitan dengan proyek diselesaikan. Di antaranya mencakup kewajiban kepada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) serta Kementerian Kehutanan.
Penyelesaian berbagai kewajiban tersebut dikawal bersama oleh sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta Kejaksaan Agung.
Koordinasi lintas lembaga ini dilakukan untuk mendukung kelanjutan proyek sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Proyek tersebut juga ditempatkan dalam konteks penguatan ketahanan energi nasional.
Mengandalkan Ketersediaan Sumber Air
PLTA Batang Toru memanfaatkan tenaga air untuk menghasilkan listrik. Ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemampuan pembangkit dalam mendukung sistem kelistrikan.
Dalam keterangan yang disampaikan, Yuliot menyebut sumber air di kawasan hulu Batang Toru dinilai cukup mendukung operasional pembangkit, termasuk ketika menghadapi kondisi El Niño. Meski demikian, keberlanjutan produksi listrik tetap dipengaruhi oleh kondisi hidrologi dan pengelolaan sumber daya air.
Selain menambah pasokan listrik, proyek ini juga melibatkan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Penggunaan peralatan produksi dalam negeri turut diupayakan sejauh memungkinkan untuk mendukung keterlibatan industri nasional.
Dimulainya penggenangan waduk menandai kemajuan penting dalam pembangunan PLTA Batang Toru. Setelah seluruh tahapan pengujian dan persyaratan operasional terpenuhi, pembangkit ini diharapkan dapat menjadi salah satu penopang pasokan listrik Sumatera Utara serta membantu memperkuat ketahanan energi di wilayah Sumatera bagian utara.
Next News

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Senin 12 Oktober 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
in 31 minutes

Kapolri Ganti Waka Polda Sumut dan Kapolresta Deliserdang, Ini Namanya
a day ago

Penyaluran KUR Sumut Capai Rp11,92 Triliun, Tumbuh 17,73 Persen
a day ago

Pemprov Sumut Percepat Program Bedah Rumah 15.011 Unit pada 2026, Bantuan Capai Rp20 Juta per Rumah
18 hours ago

BGN Tutup Sementara SPPG Penyalur MBG di Medan Usai Belasan Siswa SD Diduga Keracunan
a day ago

BMKG Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumut
2 days ago

Pemkab Padanglawas Usulkan 11 Desa dan Dusun untuk Program Listrik Perdesaan
2 days ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 10 Oktober 2026: 3 Wilayah Berawan, Mayoritas Hujan Ringan
2 days ago

Wabup Tapsel Ajak 674 Mahasiswa Baru IMM Jadi Penggerak Pemulihan Pascabencana
3 days ago

Gus Irawan Ungkap Jejak Intelektual Sanusi Pane, dari Bahasa Persatuan hingga Perjuangan Menjadi Pahlawan Nasional
3 days ago





