Rabu, 1 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Petani Bawang Karo Demo di DPRD Sumut, Tuntut Penertiban Impor Ilegal dan Evaluasi Pejabat

Liaa - Tuesday, 31 March 2026 | 07:42 AM

Background
Petani Bawang Karo Demo di DPRD Sumut, Tuntut Penertiban Impor Ilegal dan Evaluasi Pejabat

MEDAN

Puluhan petani bawang asal Kabupaten Tanah Karo menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (31/3/2026). Mereka menuntut penertiban peredaran bawang impor ilegal yang dinilai merugikan petani lokal.

Massa mulai berkumpul sekitar pukul 13.20 WIB dan secara bergantian menyampaikan orasi. Dalam aksinya, para petani mendesak pemerintah melakukan operasi terpadu untuk menertibkan distribusi bawang impor ilegal di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Para pengunjuk rasa meminta keterlibatan aktif pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait agar praktik distribusi ilegal yang berdampak pada anjloknya harga bawang lokal dapat dihentikan.

"Kami menuntut pengusutan menyeluruh terhadap aktor intelektual di balik praktik impor ilegal tersebut. Penindakan selama ini hanya menyasar pelaku lapangan, tanpa menyentuh jaringan besar yang diduga menjadi dalang praktik mafia pangan," ujar salah seorang orator.



Massa juga mendesak Bobby Nasution untuk mengevaluasi dan mencopot Kepala Dinas Perdagangan Sumut yang dianggap lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Di sisi legislatif, petani meminta Komisi B DPRD Sumut meningkatkan fungsi pengawasan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, gudang distribusi, dan pusat perdagangan guna memastikan tidak adanya praktik ilegal serta menjaga stabilitas harga.

Aksi tersebut turut menyasar aparat kepolisian. Massa mendesak Polda Sumatera Utara memperketat pengawasan jalur masuk barang impor ilegal, baik melalui pelabuhan maupun jalur darat.

Selain itu, mereka meminta evaluasi terhadap kinerja Satgas Pangan dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) yang dinilai belum maksimal dalam upaya pencegahan dan penindakan.

Hingga aksi berlangsung, belum terlihat perwakilan anggota DPRD Sumut yang menemui massa. Sementara itu, ratusan personel keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.