Rabu, 28 Januari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Nasional

Pemprov Sumut Pastikan Seluruh SMA/SMK/SLB Negeri Telah Teraliri Listrik dan Internet

- Friday, 23 January 2026 | 08:09 AM

Background
Pemprov Sumut Pastikan Seluruh SMA/SMK/SLB Negeri Telah Teraliri Listrik dan Internet

Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memastikan seluruh sekolah menengah negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Sumut kini telah teraliri listrik dan memiliki akses internet.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Alexander Sinulingga, menyampaikan bahwa realisasi pemenuhan listrik dan internet untuk SMA, SMK, dan SLB negeri di seluruh Sumatera Utara telah rampung sepenuhnya.

"Seluruh SMA/SMK/SLB negeri se-Sumut saat ini sudah teraliri listrik dan internet," ujar Alexander dalam temu pers di Medan, Rabu.

Ia menjelaskan, untuk mendukung akses kelistrikan, Pemprov Sumut memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tujuh sekolah, melakukan perbaikan instalasi listrik di 25 sekolah, serta menambah daya listrik pada 21 sekolah lainnya.

Sementara itu, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 163 SMA/SMK/SLB negeri di Sumatera Utara telah dipasangi jaringan internet sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi digital pendidikan.

"Ini merupakan komitmen Pemprov Sumut untuk menyelaraskan digitalisasi pendidikan, sehingga kualitas guru dan peserta didik dapat terus meningkat dan semakin melek teknologi," kata Alexander yang akrab disapa Alex.

Ia menambahkan, strategi pemenuhan akses listrik dan internet dilakukan dengan menyesuaikan kondisi geografis dan infrastruktur masing-masing daerah. Untuk wilayah yang belum memiliki jaringan listrik, sekolah dipasangi PLTS, sedangkan daerah yang sudah tersedia jaringan listrik dilakukan kolaborasi dengan PLN.

Adapun untuk akses internet, Pemprov Sumut memanfaatkan layanan internet satelit Starlink, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang juga didukung dengan pemasangan PLTS.

"Tidak mungkin digitalisasi pendidikan berjalan optimal jika perangkat pendukungnya belum tersedia. Karena itu, akses listrik dan internet menjadi kebutuhan utama agar pembelajaran digital bisa lebih interaktif," jelasnya.

Alex berharap, dengan terpenuhinya infrastruktur dasar tersebut, tidak ada lagi kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah, termasuk antara wilayah 3T dan daerah yang mudah dijangkau jaringan listrik serta internet.

"Output akhirnya adalah kesetaraan penguasaan teknologi, baik bagi guru maupun siswa di seluruh Sumatera Utara," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyatakan bahwa proyek nasional digitalisasi pendidikan bertujuan membangun ekosistem pembelajaran digital di satuan pendidikan melalui penyediaan perangkat dan infrastruktur pendukung.

Ia menyebutkan, proyek strategis nasional tersebut mencakup penyediaan perangkat digital seperti telepon pintar, laptop, media penyimpanan konten, akses internet satelit, hingga panel surya bagi sekolah yang belum terjangkau listrik dan jaringan internet.

"Digitalisasi pendidikan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan tahun ini ditargetkan menjangkau lebih dari 288 ribu satuan pendidikan di Indonesia," kata Abdul Mu'ti.

Sumber: Antara News