Pemprov Sumut Alokasikan Rp43 Miliar untuk Program Sekolah Gratis SMA/SMK/SLB Negeri


Medan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menyiapkan anggaran sebesar Rp43 miliar untuk menjalankan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) bagi siswa SMA, SMK, dan SLB negeri di Sumatera Utara pada tahun ajaran 2026–2027.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Alexander Sinulingga, mengatakan total anggaran tersebut dialokasikan untuk menutup biaya pendidikan sekolah gratis bagi wilayah yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat program.
"Total anggaran Rp43 miliar disiapkan untuk mengaver program sekolah gratis tahun ajaran 2026–2027," ujar Alexander dalam temu pers di Medan, Rabu.
Ia menjelaskan, pelaksanaan tahap awal program difokuskan pada lima kabupaten/kota di wilayah Kepulauan Nias, yakni Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, serta Kota Gunungsitoli. Jumlah penerima manfaat di wilayah tersebut mencapai sekitar 41.000 siswa, dengan alokasi anggaran sebesar Rp21 miliar.
Selain Kepulauan Nias, Program Unggulan Bersekolah Gratis juga diterapkan di lima daerah di Sumatera Utara yang terdampak bencana paling parah, yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kabupaten Langkat, serta Kota Sibolga. Di wilayah ini, jumlah sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 51.000 siswa, dengan total anggaran sebesar Rp22 miliar.
"Program PUBG berlaku untuk seluruh daerah yang telah ditetapkan, baik Kepulauan Nias maupun lima daerah terdampak bencana, sesuai arahan Gubernur Sumut. Program ini berlaku menyeluruh, bukan hanya untuk kecamatan tertentu," jelas Alexander.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Dinas Pendidikan Provinsi Sumut saat ini tengah menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai petunjuk teknis sekaligus landasan hukum pelaksanaan program sekolah gratis tersebut.
"SkemSementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan bahwa kebijakan sekolah gratis tahap awal akan diprioritaskan bagi wilayah Kepulauan Nias. Namun, karena sejumlah daerah lain mengalami dampak banjir dan longsor, maka program tersebut turut diperluas.
"SMA, SMK, dan SLB negeri tahun depan kita prioritaskan di Kepulauan Nias. Namun karena Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Langkat, dan Tapanuli Utara terdampak bencana, maka kita gratiskan juga tahun depan," ujar Bobby usai menghadiri perayaan Natal 2025 di Desa Simataniari, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (27/12).
Selain pendidikan menengah, Pemprov Sumut juga berkomitmen meringankan biaya kuliah bagi mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak banjir dan longsor. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu keluarga korban bencana yang kehilangan sumber mata pencaharian.pelaksanaannya akan diatur dalam Pergub, dan dana nantinya akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah," tambahnya.
"Pemerintah provinsi akan membantu biaya pendidikan bagi orang tua yang anaknya sedang berkuliah, mengingat banyak korban bencana kehilangan mata pencaharian utama," kata Bobby.
Next News

Pemprov Sumut Pastikan Seluruh SMA/SMK/SLB Negeri Telah Teraliri Listrik dan Internet
5 days ago

Pemprov Sumut Tingkatkan Struktur Jalan Provinsi Hampir 45 Kilometer, Fokus Konektivitas dan Logistik
5 days ago

Dinkes Sumut Tegaskan Sanksi Tegas bagi Faskes yang Tolak Pasien UHC
6 days ago

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran 2026
6 days ago

Kemensos Salurkan Santunan untuk 355 Ahli Waris Korban Bencana di Tiga Provinsi
8 days ago

Disbudparekraf Simalungun Siapkan Tujuh Event Pariwisata di Parapat Tahun 2026
11 days ago

Bobby Nasution Mulai Program Berkantor di Kabupaten/Kota Sumut Tahun Ini
13 days ago

Jembatan Gantung Putus di Tapsel, Mobilitas Warga Terhambat
4 years ago

Bangunan Ambles, Satpol PP Tersetrum! Banjir Rendam Ratusan Rumah di Padang Sidempuan
4 years ago

Gelar Apel Siaga, PLN Padang Sidimpuan Pastikan Kesiapan Jaga Keandalan Kelistrikan
4 years ago





