Pemkab Tapanuli Selatan Tanam Perdana Jagung di Arse, Perkuat Gerakan 10.000 Hektare untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
RAU - Wednesday, 12 August 2026 | 01:15 AM


TAPANULI SELATAN
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melaksanakan tanam perdana jagung di lahan pertanian Kelompok Wanita Tani (KWT) Pardamean Dusun Ujung Padang, Desa Nanggar Jati, Kecamatan Arse, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program strategis Gerakan 10.000 Hektare Jagung yang digagas Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Tanam perdana dihadiri Bupati H. Gus Irawan Pasaribu melalui Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga. Hadir juga KTNA Tapanuli Selatan, penyuluh pertanian, Kepala Desa Nanggar Jati Sarwan Halomoan, tokoh masyarakat, kelompok tani, mahasiswa UIN Syahada Padangsidimpuan yang sedang melaksanakan praktik lapangan, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan prioritas utama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan karena lebih dari 75 persen masyarakat menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
"Visi dan misi kami bersama Bupati Gus Irawan Pasaribu menempatkan peningkatan pendapatan masyarakat melalui sektor pertanian sebagai prioritas. Karena itu, seluruh program pembangunan diarahkan untuk memperkuat pertanian sebagai penggerak utama perekonomian masyarakat," ujar Jafar.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya menjawab berbagai kebutuhan petani, mulai dari pembangunan infrastruktur pertanian, perbaikan jaringan irigasi, hingga menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi.
Wabup mengatakan, berapa waktu lalu dirinya secara langsung menemui manajemen PT Pupuk Indonesia di Medan untuk memastikan stok pupuk di Tapanuli Selatan tetap aman.
"Saya meminta agar jangan sampai petani kita kekurangan pupuk. Saat ini stok pupuk urea di gudang Sidimpuan mencapai sekitar 800 ton. Kami juga mendorong penambahan kios dan distributor pupuk di setiap kecamatan agar kebutuhan petani mudah terpenuhi," katanya.
Selain itu, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat memanfaatkan seluruh potensi lahan yang tersedia dengan menanam berbagai komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi, termasuk jagung dan kopi.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini juga tengah menjalin kerja sama dengan investor untuk memperluas pemasaran hasil kopi petani hingga ke pasar internasional, termasuk Tiongkok.
"Kuncinya adalah keaktifan masyarakat. Tanam apa saja yang memiliki nilai ekonomi. Pemerintah akan hadir melalui dukungan pembiayaan, penyediaan pupuk, benih, hingga membuka akses pasar bagi hasil pertanian masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan Taufik Batubara mengatakan Kecamatan Arse merupakan salah satu wilayah dengan potensi pertanian yang sangat besar, baik tanaman pangan, hortikultura, perkebunan maupun peternakan.
Menurutnya, potensi lahan jagung di Kecamatan Arse mencapai lebih dari 2.000 hektare, sehingga menjadi salah satu daerah andalan dalam menyukseskan Gerakan 10.000 Hektare Jagung.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga telah mengintegrasikan program bantuan benih, dukungan pembiayaan melalui KUR Berkah berbunga rendah, hingga pengembangan komoditas kopi sebagai bagian dari strategi meningkatkan pendapatan petani.
"Kami optimistis Kecamatan Arse mampu menjadi salah satu sentra produksi jagung dan kopi di Tapanuli Selatan. Potensi lahannya sangat besar dan didukung sumber daya masyarakat yang aktif dalam sektor pertanian," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Camat Arse Partahian menyampaikan bahwa masyarakat siap mendukung penuh program pemerintah daerah. Bahkan, tersedia sekitar 1.280 hektare Areal Penggunaan Lain (APL) di tiga desa, yakni Desa Nanggar Jati, Pinagar dan Kelurahan Arse Nauli yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan pertanian apabila didukung pembangunan akses jalan dan jembatan.
Kepala Desa Nanggar Jati Sarwan Halomoan juga menyatakan kesiapan masyarakat menyediakan lahan untuk mendukung pengembangan program tanam jagung pemerintah daerah.
Melalui kegiatan tanam perdana ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap Gerakan 10.000 Hektare Jagung mampu meningkatkan produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Tapanuli Selatan.
Next News

76 Paskibraka dari 38 Provinsi Siap Dikukuhkan, Latihan Ditambah Jelang HUT Ke-81 RI
10 hours ago

Program Magang Nasional Angkatan 2 Siapkan Rp4,14 Triliun, Diikuti 46.160 Lulusan Baru
10 hours ago

Pemkab Tapanuli Selatan Gelar Sidang Isbat Nikah Terpadu, 81 Pasangan Suami Istri Peroleh Kepastian Hukum
17 hours ago

Pemkab Tapanuli Selatan dan Pemprov Sumut Tanam Perdana Bawang Merah di Huntara Aek Latong, Dorong Pemulihan Ekonomi Warga
17 hours ago

Bupati Tapsel: Jangan Ada Lagi Alasan Lahan Menganggur, Modal Sudah Disiapkan Bank Sumut Bunga 0 Persen
17 hours ago

Bupati Tapsel Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tekankan Ketahanan Pangan dan Kolaborasi
17 hours ago

Bupati Tapsel Lepas Kontingen Jambore Nasional Pramuka XII, 23 Peserta Siap Bawa Nama Daerah ke Tingkat Nasional
17 hours ago

Diseminasi Studi Bentang Alam Batang Toru, Pemkab Tapsel Dorong Pemulihan Pascabencana Berbasis Riset dan Ekonomi Berkelanjutan
17 hours ago

Bulog Sumut salurkan 32.342 ton beras SPHP ke mitra hingga 11 Agustus
17 hours ago

Mayoritas Diguyur Hujan, Pantau Prakiraan Cuaca Sumut Besok Rabu (12/8)
9 hours ago





