Pemkab Tapanuli Selatan dan Pemprov Sumut Tanam Perdana Bawang Merah di Huntara Aek Latong, Dorong Pemulihan Ekonomi Warga
RAU - Wednesday, 12 August 2026 | 01:17 AM


TAPANULI SELATAN
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Gerakan Tanam Bawang Merah di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Selasa (4/8/2026). Program kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi warga terdampak bencana melalui pengembangan sektor pertanian.
Kegiatan dihadiri Bupati H. Gus Irawan Pasaribu melalui Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga. Turut hadir Camat Sipirok, unsur Forkopimcam Sipirok, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Kepala Desa, Ketua Kelompok Tani Huntara Maju, serta masyarakat Huntara Aek Latong.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Gus Irawan Pasaribu yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda pemerintahan lainnya.
Jafar menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan karena sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor tersebut.
"Melalui berbagai program pertanian, kami ingin mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan bawang merah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang baik," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah siap mendukung kebutuhan kelompok tani, mulai dari penyediaan benih, sarana produksi pertanian, hingga pendampingan budidaya. Selain bawang merah, kawasan Huntara Aek Latong juga dinilai memiliki potensi untuk pengembangan komoditas kopi.
"Kami akan terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Untuk kopi misalnya, kami siap menghadirkan tenaga ahli apabila diperlukan. Saat ini juga sedang dijajaki peluang pemasaran hasil kopi Tapanuli Selatan ke pasar internasional, termasuk Tiongkok," katanya.
Wakil Bupati juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai program pemerintah, seperti KUR Berkah berbunga nol persen dan dukungan pembiayaan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, agar masyarakat semakin aktif mengembangkan usaha pertanian.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan Taufik Batubara menjelaskan bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis yang berpengaruh terhadap pengendalian inflasi daerah sekaligus memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Menurutnya, program bantuan yang diberikan kepada Kelompok Tani Huntara Maju tidak hanya berupa benih bawang merah, tetapi juga pupuk organik dan pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian.
Ia memaparkan, secara analisis usaha tani, budidaya bawang merah sangat menjanjikan. Dengan kebutuhan biaya sekitar Rp100 juta hingga Rp110 juta per hektare, produksi dapat mencapai sekitar 10 ton dalam satu musim tanam atau sekitar dua hingga tiga bulan. Dengan asumsi harga jual Rp30 ribu per kilogram, petani berpotensi memperoleh pendapatan sekitar Rp300 juta per hektare.
"Karena itu kami berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan baik. Kunci keberhasilan budidaya bawang merah adalah perawatan yang intensif, terutama penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama yang akan terus didampingi oleh penyuluh pertanian," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Huntara Maju Samson Bahasar Hutagalung menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Ia berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, terutama dalam penyediaan pompa air, pupuk, obat-obatan, benih hortikultura, serta sarana produksi pertanian lainnya untuk meningkatkan produktivitas kelompok tani.
Melalui Gerakan Tanam Bawang Merah ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap kawasan Huntara Aek Latong tidak hanya menjadi tempat hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana, tetapi juga berkembang menjadi sentra pertanian produktif yang mampu meningkatkan pendapatan, memperkuat ketahanan pangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.
Next News

76 Paskibraka dari 38 Provinsi Siap Dikukuhkan, Latihan Ditambah Jelang HUT Ke-81 RI
10 hours ago

Program Magang Nasional Angkatan 2 Siapkan Rp4,14 Triliun, Diikuti 46.160 Lulusan Baru
10 hours ago

Pemkab Tapanuli Selatan Gelar Sidang Isbat Nikah Terpadu, 81 Pasangan Suami Istri Peroleh Kepastian Hukum
17 hours ago

Pemkab Tapanuli Selatan Tanam Perdana Jagung di Arse, Perkuat Gerakan 10.000 Hektare untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
17 hours ago

Bupati Tapsel: Jangan Ada Lagi Alasan Lahan Menganggur, Modal Sudah Disiapkan Bank Sumut Bunga 0 Persen
17 hours ago

Bupati Tapsel Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tekankan Ketahanan Pangan dan Kolaborasi
17 hours ago

Bupati Tapsel Lepas Kontingen Jambore Nasional Pramuka XII, 23 Peserta Siap Bawa Nama Daerah ke Tingkat Nasional
17 hours ago

Diseminasi Studi Bentang Alam Batang Toru, Pemkab Tapsel Dorong Pemulihan Pascabencana Berbasis Riset dan Ekonomi Berkelanjutan
17 hours ago

Bulog Sumut salurkan 32.342 ton beras SPHP ke mitra hingga 11 Agustus
17 hours ago

Mayoritas Diguyur Hujan, Pantau Prakiraan Cuaca Sumut Besok Rabu (12/8)
9 hours ago





