Overthinking: Kebiasaan Kecil yang Bisa Berujung Fatal
Nanda - Saturday, 25 April 2026 | 10:00 AM


Overthinking merupakan kondisi ketika seseorang memikirkan sesuatu secara berlebihan hingga sulit mengendalikannya. Kebiasaan ini biasanya dipicu oleh rasa khawatir, baik terhadap hal kecil sehari-hari maupun masalah besar atau pengalaman masa lalu yang membekas.
Banyak orang menganggap overthinking sebagai bentuk kewaspadaan sebelum mengambil keputusan. Namun, kenyataannya kebiasaan ini justru dapat memberikan dampak negatif jika tidak dikontrol dengan baik.
Dampak Overthinking yang Perlu Diwaspadai
Menghambat aktivitas sehari-hari
Berpikir berulang-ulang tentang suatu hal dapat menguras energi dan membuat tubuh terasa lelah. Selain itu, overthinking sering menyebabkan gangguan tidur seperti insomnia atau mimpi buruk akibat kecemasan. Kondisi ini tentu berdampak pada produktivitas harian.
1.Menurunkan performa kerja
Seseorang yang terlalu banyak berpikir cenderung sulit fokus dan berkonsentrasi. Hal ini dapat membuat pekerjaan menjadi tidak optimal, bahkan menimbulkan kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain.
2.Emosi menjadi tidak stabil
Alih-alih menemukan solusi, overthinking justru membuat emosi sulit dikendalikan. Penderitanya bisa menjadi mudah marah, cemas, panik, hingga merasa tidak percaya diri. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko depresi dan menarik diri dari lingkungan sosial.
3.Memicu gangguan kesehatan fisik
Tekanan pikiran yang berlebihan dapat berdampak pada kondisi tubuh. Beberapa keluhan yang sering muncul antara lain sakit kepala, jantung berdebar, sesak napas, hingga tekanan darah tinggi. Dalam kasus tertentu, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke dan serangan jantung.
4.Menyulitkan hubungan sosial
Overthinking dapat memicu rasa curiga dan kurang percaya terhadap orang lain. Seseorang menjadi mudah berprasangka buruk, sulit memaafkan, dan cenderung menjaga jarak. Akibatnya, hubungan sosial pun bisa menjadi renggang.
Overthinking bukanlah kebiasaan yang sebaiknya dibiarkan. Untuk mengatasinya, kamu bisa mulai dengan membatasi waktu berpikir, menuliskan isi pikiran, serta mengalihkan perhatian ke aktivitas yang lebih positif seperti olahraga atau hobi.
Selain itu, penting untuk menyadari bahwa memikirkan sesuatu terlalu lama tidak selalu menyelesaikan masalah. Belajar menerima keadaan dan mengambil keputusan dengan bijak justru lebih membantu.
Jika kebiasaan ini sudah sulit dikendalikan, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional seperti psikolog agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Next News

Gulai Nangka Kenikmatan Hakiki yang Sering Dituduh "Banyak Angin"
in 6 hours

Pesona Dilan yang Bikin Penonton Susah Move On
in 6 hours

Kenapa Laki-laki Identik dengan Biru dan Perempuan Pink?
in 6 hours

Kenapa Suka Warna Pink? Ini Makna Psikologis di Baliknya
in 6 hours

Waspada Bahaya Konsumsi Protein Hewani Berlebih Bagi Tubuh
in 6 hours

Mengapa tato bisa nempel di kulit kita secara permanen?
in 5 hours

Mengapa air kemasan lebih mahal daripada air galon grosiran padahal kan sama-sama air?
in 5 hours

Waktu krecek jari-jari tangan itu sebenarnya suara tulang kah?
in 5 hours

Mengapa bangku dengan kursi selalu dibedakan padahal fungsinya sama?
in 5 hours

World Thyroid Day: Apa Itu Kelenjar Tiroid dan Kenapa Sangat Penting bagi Tubuh?
in 5 hours





