Modal Receh, Cuan Nggak Receh: 6 Ide Jualan Ramadan yang Wajib Dicoba
RAU - Sunday, 22 February 2026 | 12:00 AM


Modal Receh, Cuan Nggak Receh: 6 Ide Jualan Ramadan yang Wajib Dicoba
Ramadan itu bukan cuma soal nahan lapar dan haus dari subuh sampai magrib. Kalau kita geser sedikit perspektifnya, bulan suci ini adalah panggung besar buat siapa saja yang mau cari peruntungan lewat jalur dagang. Fenomena "War Takjil" yang belakangan viral di media sosial itu bukan sekadar konten lucu-lucuan, tapi bukti nyata kalau perputaran uang di pinggir jalan saat menjelang buka puasa itu nggak main-main.
Bayangin aja, orang yang biasanya hemat soal makanan, mendadak jadi impulsif kalau sudah lihat gerobak es atau gorengan yang masih ngepul. Masalahnya, banyak dari kita yang pengen ikutan jualan tapi bingung mau mulai dari mana. Takut modalnya gede, takut nggak laku, atau malah bingung cara eksekusinya. Tenang, buat kamu yang masih pemula dan modalnya cuma seadanya alias "budget pelajar," ada beberapa ide jualan yang terbukti selalu dicari dan nggak butuh skill masak ala Chef Renatta.
1. Es Teh Manis dan Minuman Segar "Sat-set"
Jangan sepelekan kekuatan es teh manis. Di saat kerongkongan sudah kering kerontang setelah seharian beraktivitas, es teh manis dengan es batu yang melimpah itu rasanya lebih mewah daripada kopi mahal di mal. Modalnya? Cuma teh celup atau teh seduh kiloan, gula pasir, es batu, dan plastik atau cup. Kalau mau naik kelas sedikit, kamu bisa tambah sentuhan lemon atau daun mint biar kelihatan lebih estetik.
Kuncinya satu: lokasinya strategis. Kamu nggak perlu sewa ruko. Cukup modal meja lipat di depan rumah atau di pinggir jalan yang ramai orang lewat sepulang kerja. Harganya nggak usah mahal-mahal, lima ribu rupiah sudah bikin orang antre. Ingat, jualan minuman itu margin untungnya gede banget, lho!
2. Gorengan adalah Koentji
Boleh dibilang, gorengan adalah "kewajiban" nasional saat berbuka. Rasanya ada yang kurang kalau buka puasa belum ketemu sama bakwan renyah, tahu isi yang montok, atau tempe mendoan yang gurih. Jualan gorengan itu relatif mudah karena bahan-bahannya murah dan gampang didapat di pasar mana pun.
Supaya jualanmu beda dari abang-abang gorengan sebelah, cobalah bikin sambal cocolan yang unik atau saus kacang yang mantap. Orang kita itu gampang terpikat sama sambal. Kalau sambalnya enak, gorengan biasa pun bakal terasa luar biasa. Jangan lupa, sajikan selagi hangat karena itu adalah koentji kemenangan di dunia pergorengan.
3. Salad Buah atau Ximilu (Es Buah Hongkong)
Nah, kalau target pasarmu adalah kaum-kaum yang pengen buka puasa tapi tetap merasa "sehat," salad buah atau Ximilu adalah jawabannya. Belakangan ini, Ximilu lagi naik daun karena rasanya yang segar tanpa menggunakan santan atau susu kental manis yang terlalu berat, melainkan pakai krimer nabati.
Visual itu penting di sini. Pastikan potongan buahnya rapi dan warnanya beragam—ada merah semangka, hijau melon, dan kuning mangga. Kemas di cup transparan yang cantik. Jualan ini biasanya lebih laris kalau kamu promosikan lewat status WhatsApp atau Instagram Story sejak siang hari. Istilahnya, kasih "spoiler" dulu biar teman-temanmu langsung ngiler.
4. Dimsum dan Makanan "Steam"
Dulu dimsum mungkin dianggap makanan mewah yang cuma ada di restoran. Sekarang? Dimsum sudah jadi jajanan rakyat yang ada di setiap sudut gang. Buat pemula, kamu nggak harus bikin dimsum dari nol. Sekarang banyak banget supplier dimsum frozen yang enak dan murah. Kamu tinggal beli grosiran, lalu kukus di lokasi jualan.
Ini cocok buat kamu yang nggak mau ribet dengan urusan bumbu dapur yang kompleks. Cukup siapkan klakat bambu buat mengukus, aromanya yang khas bakal memanggil calon pembeli dengan sendirinya. Jual per porsi isi 3 atau 4 biji dengan harga ramah kantong, dijamin ludes sebelum adzan Magrib berkumandang.
5. Paket Lauk Matang buat "Kaum Mager"
Bulan Ramadan itu nggak cuma soal takjil. Ada masalah klasik yang dihadapi anak kos atau ibu-ibu pekerja: bingung mau masak apa buat buka dan sahur. Di sinilah peluangmu muncul. Kamu bisa jualan paket lauk matang yang simpel, misalnya ayam ungkep siap goreng, rendang porsi kecil, atau sambal goreng ati.
Strateginya bukan jualan di pinggir jalan, tapi lewat sistem Pre-Order (PO). Kamu bisa masak di dapur rumah, foto yang cakep, terus sebar di grup warga atau grup alumni. Orang-orang bakal terbantu banget karena mereka nggak perlu capek-capek perang di pasar pagi-pagi buta. Ini adalah solusi buat mereka yang ingin makan enak tanpa harus mengotori dapur.
6. Kurma dengan Kemasan Premium (Hampers Mini)
Kurma itu stok wajib di setiap meja makan saat Ramadan. Tapi kalau cuma jual kurma kiloan dalam kardus biasa, ya kurang menarik. Coba deh, beli kurma dalam jumlah banyak, lalu kemas ulang dalam wadah kecil yang estetik atau toples mungil. Tambahkan pita atau stiker ucapan "Selamat Berbuka."
Banyak orang mencari kurma dalam kemasan cantik untuk dijadikan hadiah kecil ke tetangga atau teman kantor. Dengan sentuhan kreativitas pada kemasan, kamu bisa menaikkan nilai jual kurma tersebut berkali-kali lipat. Modalnya cuma niat dan sedikit ketelitian dalam membungkus.
Menjadi pengusaha dadakan di bulan Ramadan itu seru. Selain bisa nambah uang saku atau tabungan buat beli baju Lebaran, kamu juga belajar gimana rasanya melayani orang dan mengelola stok. Jangan terlalu banyak mikir "Gimana kalau nggak laku?" Mulai aja dulu dari yang paling simpel. Ramadan itu bulan penuh berkah, asalkan kita mau gerak, pintu rezeki biasanya bakal terbuka dari arah yang nggak disangka-sangka. Jadi, sudah siap jadi juragan takjil tahun ini?
Next News

Buka Puasa Pakai Es Batu: Antara Surga Dunia dan Protes Perut yang Kaget
2 hours ago

Kapan Mulai Digunakannya Sajadah?
15 hours ago

Maghrib Keburu di Kereta? Tenang, Ini 5 Takjil Aman dan Elegan
13 hours ago





