Menu Buka Puasa Ternyata Berpengaruh pada Kesehatan Kulit, Dosen IPB Bagikan Tips Agar Tetap Lembap Selama Ramadan
Liaa - Wednesday, 04 March 2026 | 08:59 AM


Menjaga kesehatan kulit selama bulan Ramadan tidak cukup hanya dengan penggunaan produk perawatan kulit. Pola makan, terutama menu saat berbuka puasa, ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kelembapan dan kondisi kulit.
Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr. Rachmah Diana Putri, SpDVE, MKes, FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa asupan nutrisi dan cairan yang dikonsumsi saat sahur maupun berbuka berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dari dalam tubuh.
1.Komposisi Menu Buka Puasa Ideal
Menurutnya, menu berbuka sebaiknya memenuhi prinsip gizi seimbang. Komposisi satu piring makan dianjurkan terdiri dari 30 persen makanan pokok, 20 persen lauk sebagai sumber protein, 30 persen sayuran, serta 20 persen buah-buahan.
Konsumsi makanan manis dan berminyak sebaiknya dibatasi karena berpotensi memengaruhi kondisi kulit, termasuk menyebabkan kulit tampak kusam dan mudah berjerawat.
Selain makanan, kecukupan cairan juga menjadi faktor utama. Tubuh dianjurkan mengonsumsi sedikitnya delapan gelas air putih setiap hari dengan pembagian waktu mulai dari berbuka puasa hingga sahur.
Kebutuhan cairan juga dapat diperoleh dari makanan berkuah seperti sup maupun sayur bening, serta buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, dan mentimun.
Sebaliknya, minuman berkafein dan bersoda sebaiknya dikurangi karena dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh dan memicu dehidrasi.
2.Tetap Aktif Saat Puasa
Berpuasa tidak menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas fisik. Olahraga ringan seperti jalan santai atau yoga tetap dianjurkan, terutama menjelang berbuka atau setelah makan malam.
Aktivitas fisik membantu melancarkan sirkulasi darah serta distribusi oksigen ke kulit sehingga wajah terlihat lebih segar dan sehat.
3.Perawatan Kulit Tetap Diperlukan
Perawatan dari luar juga tetap penting dilakukan. Membersihkan wajah dua hingga tiga kali sehari menggunakan sabun sesuai jenis kulit dianjurkan untuk menjaga kebersihan kulit.
Penggunaan scrub cukup dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu agar lapisan pelindung kulit tidak rusak. Selain itu, pelembap perlu digunakan setelah mandi, terutama pada area wajah, leher, siku, dan kaki.
Kulit berminyak dianjurkan menggunakan pelembap berbasis air, sementara kulit kering lebih cocok menggunakan pelembap berbentuk krim. Penggunaan lip balm tanpa aroma menyengat juga membantu mencegah bibir kering selama berpuasa.
4.Gunakan Tabir Surya
Paparan sinar matahari tetap berisiko merusak kulit meski sedang berpuasa. Karena itu, penggunaan tabir surya minimal SPF 30 sangat dianjurkan dan perlu diulang setiap dua hingga tiga jam.
Bagi pemilik kulit rentan berjerawat, disarankan memilih sunscreen berlabel non-comedogenic atau berbentuk gel agar tidak menyumbat pori-pori.
Menjelang Idulfitri, masyarakat yang ingin melakukan perawatan tambahan disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit agar mendapatkan perawatan yang aman dan sesuai kebutuhan.
Next News

Resep Martabak Telor Gurih ala Rumahan: Solusi War Takjil Tanpa Harus Antre Panjang
3 hours ago

Mengapa Ramadhan Menjadi Waktu Paling Tepat untuk Melatih Diri
9 hours ago

Sahkah Puasa Jika Tidur Terus Sepanjang Hari? Cek Faktanya
9 hours ago

Kenapa Orang Indonesia Suka Gorengan Saat Buka Puasa?
2 days ago

Kenapa Tidur Setelah Sahur Tidak Disarankan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
3 days ago

Masjid Al-Osmani Medan: Jejak Sejarah Islam & Kebudayaan Melayu yang Tegak Lebih dari 170 Tahun
4 days ago

Rahasia Pakkat Mandailing, Pucuk Rotan Pahit yang Justru Diburu Saat Ramadan
3 days ago

Labu kuning ,superfood lokal untuk menu buka puasa sehat dan praktis
4 days ago

Kenapa Harus Ganjil? Menguak Misteri dan Fakta Unik di Balik Kebiasaan Makan Kurma Saat Berbuka
3 days ago

Aroma Menggoda: Mengapa Takjil Gula Merah Tak Pernah Tergantikan
5 days ago





