Minggu, 5 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengenal Jenis-Jenis Jamur yang Dapat Dikonsumsi

Laila - Sunday, 05 July 2026 | 06:00 PM

Background
Mengenal Jenis-Jenis Jamur yang Dapat Dikonsumsi

Bukan Sekadar Hiasan di Game Mario Bros: Mengenal Jamur-Jamur yang Enak Masuk Perut

Pernah nggak sih kalian lagi makan mi instan di tanggal tua, terus ngerasa ada yang kurang? Bukan, bukan kurang duit—itu mah udah pasti—tapi kurang tekstur yang bikin lidah nari-nari. Nah, di situlah jamur masuk sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Jamur itu unik, dia bukan tumbuhan, bukan juga hewan. Dia masuk kategori fungi yang kalau di alam liar perannya jadi 'tim pembersih', tapi kalau di dapur, dia berubah jadi primadona yang rasanya nggak kalah sama daging sapi premium.

Masalahnya, nggak semua jamur itu ramah lingkungan, eh, ramah perut maksudnya. Ada jamur yang bikin kenyang, ada yang bikin kita "melihat naga pelangi" alias halusinasi, dan ada juga yang sekali gigit langsung bikin kita pindah alam. Makanya, sebelum sok-sokan jadi petualang kuliner atau pengikut gaya hidup plant-based, kita kudu kenalan dulu sama jenis-jenis jamur yang aman dan emang layak buat dikonsumsi. Yuk, kita bedah satu-satu biar nggak salah kaprah!

1. Jamur Tiram: Sang Raja Gorengan Pinggir Jalan

Siapa sih yang nggak kenal jamur tiram? Ini adalah jamur paling merakyat sesama jenisnya. Bentuknya lebar, putih, dan agak melengkung kayak cangkang tiram, makanya namanya begitu. Kalau kalian main ke tukang gorengan dan nemu "Jamur Krispi", nah itu biasanya jamur tiram pelakunya.

Kenapa jamur ini populer banget? Selain murah, teksturnya itu "daging banget". Kalau disuwir-suwir terus dibumbuin dengan benar, rasanya bisa nipu lidah orang yang lagi pengen makan ayam suwir. Jamur tiram ini kayak teman yang luwes, diajak masuk ke sup enak, ditumis oke, dipedesin pakai sambal korek juga gokil. Plus, jamur ini gampang banget dibudidayakan. Modal baglog (media tanam jamur) di pojok rumah yang lembap aja udah bisa panen sendiri.

2. Jamur Kuping: Si Kenyal yang Bikin Nagih

Kalau jamur tiram itu lembut, jamur kuping punya vibes yang beda. Sesuai namanya, bentuknya mirip daun telinga manusia—agak ngeri sih kalau dibayangin, tapi rasanya beneran juara. Biasanya jamur ini warnanya cokelat tua atau hitam dan punya tekstur kenyal-kenyal renyah (crunchy-jelly gitu deh).



Jamur kuping sering banget nongol di masakan berkuah kayak sop bakso, tekwan, atau capcay. Kelebihannya, dia nggak bakal lembek meskipun udah direbus lama. Jadi, kalau kalian tipe orang yang suka tekstur "ngelawan" pas digigit, jamur kuping adalah pilihan terbaik. Kabarnya, jamur ini juga bagus buat ngelancarin aliran darah. Udah enak, sehat pula, kurang apa coba?

3. Jamur Kancing: Jamur 'Aesthetic' ala Resto Barat

Pernah makan pizza atau cream soup di restoran bergaya Western? Pasti nemu jamur bulat-bulat kecil yang warnanya putih atau krem. Itu namanya jamur kancing alias Champignon. Jamur ini emang kesannya lebih 'fancy' dibanding saudara-saudaranya yang lain.

Jamur kancing punya rasa yang lebih buttery dan aromanya khas banget pas ditumis pakai margarin dan bawang putih. Ukurannya yang mungil bikin dia pas banget jadi topping makanan. Tapi hati-hati, jamur kancing ini punya kandungan air yang lumayan banyak, jadi kalau dimasak dia bakal menyusut. Jangan kaget kalau beli satu bungkus penuh, pas udah matang sisa cuma segenggam. Kayak harapan kita ke gebetan, kadang gede di awal, kecil di akhir.

4. Jamur Shiitake: Si Umami dari Negeri Sakura

Kalau kalian pecinta ramen atau masakan Jepang, jamur shiitake pasti udah nggak asing lagi. Jamur ini punya payung warna cokelat tua dengan motif yang khas. Shiitake dikenal sebagai "raja umami" karena kandungan rasa gurih alaminya yang kuat banget. Bahkan banyak penyedap rasa non-MSG yang pakai ekstrak shiitake sebagai bahan utamanya.

Di pasar, biasanya shiitake dijual dalam bentuk segar atau kering. Kalau yang kering, aromanya jauh lebih "nendang" tapi harus direndam air dulu sebelum dimasak. Teksturnya padat dan chewy. Memasukkan shiitake ke dalam masakan itu kayak ngasih cheat code biar makanan kalian terasa lebih mahal dan berkelas.



5. Jamur Enoki: Si Kurus yang Sempat Viral

Jamur enoki ini bentuknya unik banget, kayak tauge tapi panjang-panjang dengan kepala kecil di ujungnya. Sempat ada drama beberapa tahun lalu soal bakteri Listeria di jamur enoki impor, tapi tenang, selama dimasak sampai matang sempurna, enoki itu aman banget dan tetep jadi favorit banyak orang.

Enoki paling enak kalau dimasak ala-ala hotpot atau dibalut daging tipis terus dipanggang. Teksturnya yang garing-garing lembut bikin dia asik banget buat dikunyah. Apalagi sekarang lagi tren enoki pedas yang bumbunya merah merona kayak yang sering muncul di video-video mukbang. Beuh, bikin ngiler parah!

6. Jamur Merang: Langganan Tukang Sayur

Last but not least, ada jamur merang. Jamur ini bentuknya bulat telur dan biasanya berwarna cokelat keabuan. Kenapa dinamakan jamur merang? Karena dia biasanya tumbuh di media merang atau jerami padi yang udah busuk. Jamur ini sering banget kita temuin di pasar tradisional.

Rasa jamur merang itu gurih dan teksturnya padat. Enak banget kalau ditumis pakai cabai hijau atau jadi isian tumis kangkung. Jamur merang ini punya rasa yang "bumi" banget alias earthy. Tapi ingat ya, jamur merang segar nggak tahan lama, jadi kalau beli harus segera dimasak sebelum dia jadi benyek dan baunya berubah.

Sedikit Peringatan Buat Para "Petualang"

Mengenal jenis jamur yang bisa dimakan itu penting, tapi yang lebih penting lagi adalah jangan sok tahu kalau nemu jamur di halaman rumah atau di hutan. Ada sebuah pepatah di dunia perjamuran: "Semua jamur bisa dimakan, tapi ada beberapa yang cuma bisa dimakan sekali seumur hidup." Maksudnya? Ya kalau salah makan jamur beracun, itu bisa jadi makanan terakhir kalian.



Jamur beracun seringkali punya warna yang mencolok, punya cincin di batangnya, atau berubah warna jadi biru kalau disobek. Tapi itu bukan patokan pasti. Cara paling aman buat menikmati jamur adalah dengan beli di pasar atau supermarket yang udah jelas sumbernya. Nggak perlu sok-sokan jadi survivor di alam liar kalau ujung-ujungnya malah masuk IGD.

Kesimpulannya, jamur itu adalah alternatif sumber protein yang asik banget. Selain harganya relatif terjangkau, variasinya banyak, dan yang paling penting: rasanya nggak pernah gagal buat bikin makanan jadi lebih naik level. Jadi, dari daftar di atas, mana nih jamur favorit kalian yang wajib ada di piring hari ini?