Minggu, 5 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mitos atau Fakta: Sering Memakai Headset Bisa Merusak Pendengaran?

Laila - Sunday, 05 July 2026 | 07:40 PM

Background
Mitos atau Fakta: Sering Memakai Headset Bisa Merusak Pendengaran?

Earphone Terus, Budeg Kemudian? Membedah Mitos dan Fakta Kerusakan Telinga

Coba deh kamu tengok ke sekeliling pas lagi di gerbong KRL, busway, atau sekadar nongkrong di coffee shop. Apa kesamaannya? Yup, hampir semua orang punya benda kecil yang nempel di telinga mereka. Entah itu AirPods yang estetik, headset gaming yang bulky banget, atau earphone kabel yang melilit kusut kayak hubungan kamu sama mantan. Headset sudah jadi semacam "peralatan bertahan hidup" buat kaum urban biar nggak stres dengerin bisingnya jalanan atau sekadar biar nggak diajak ngobrol sama orang asing.

Tapi, di balik playlist Spotify yang asik itu, pernah nggak sih tiba-tiba terngiang omongan orang tua kita dulu? "Jangan kelamaan pake headset, nanti budeg lho!" Dulu kita mungkin cuma menganggap itu omelan angin lalu biar kita nggak asik sendiri. Tapi seiring bertambahnya usia, pas kita mulai sering bilang "Hah?" atau "Apaan?" tiap kali diajak ngobrol, rasa khawatir itu mulai muncul. Jadi, sebenarnya sering pakai headset itu merusak pendengaran itu mitos atau fakta sih?

Mari kita luruskan dulu: Jawabannya adalah Fakta. Tapi, tunggu dulu, jangan langsung buang earphone mahal kamu ke tempat sampah. Kerusakan telinga itu bukan disebabkan oleh bendanya secara langsung, melainkan cara kita memperlakukannya. Ibarat makan sambal, sambalnya nggak salah, tapi kalau kamu makan satu ember sekaligus ya perutmu yang protes. Begitu juga dengan telinga kita.

Kenapa Telinga Kita Bisa "Ngambek"?

Telinga manusia itu sebenarnya alat yang sangat sensitif dan canggih. Di dalam telinga kita ada bagian namanya koklea, yang di dalamnya terdapat ribuan rambut-rambut halus (sel rambut). Tugas mereka adalah menangkap getaran suara dan mengubahnya jadi sinyal listrik buat dikirim ke otak. Masalahnya, sel rambut ini nggak punya kemampuan buat regenerasi. Sekali mereka rusak atau "patah" karena hantaman suara yang terlalu keras secara terus-menerus, mereka nggak bakal balik lagi.

Nah, headset itu ibarat menodongkan speaker tepat di depan gerbang sel rambut tersebut. Kalau volumenya standar sih nggak masalah. Tapi kalau volumenya pol-polan sampai orang di sebelah kamu bisa ikut dengerin lagu yang kamu putar, itu namanya kamu lagi nyiksa telinga sendiri secara perlahan tapi pasti. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai Noise-Induced Hearing Loss (NIHL). Sifatnya silent killer, kamu nggak ngerasa sakit sekarang, tapi sepuluh tahun lagi baru kerasa bedanya.



Volume Tinggi: Si Pencuri Pendengaran yang Halus

Banyak dari kita yang pakai headset buat "escaping" dari dunia luar. Lagi di pinggir jalan yang berisik? Naikin volume. Lagi di kantor yang banyak distraksi? Naikin volume lagi. Tanpa sadar, level desibel (dB) yang masuk ke telinga kita sudah melewati ambang batas aman. Secara teori, suara di atas 85 dB—kira-kira setara dengan suara mesin penyedot debu atau kemacetan lalu lintas—sudah mulai berbahaya kalau didengarkan dalam waktu lama.

Masalahnya, headset modern sekarang bisa menghasilkan suara sampai 110-120 dB. Itu setara dengan berdiri di samping mesin pesawat jet yang lagi take-off! Kalau kamu dengerin musik dengan volume maksimal selama 15 menit saja, itu sudah cukup buat kasih tekanan permanen ke sel rambut di telingamu. Jadi, kalau kamu tipe orang yang suka "konser pribadi" dengan volume maksimal tiap berangkat kerja, mungkin sudah saatnya kamu mulai waspada.

Gejala yang Sering Kita Abaikan

Kapan kita harus mulai khawatir? Biasanya ada tanda-tanda kecil yang sering kita anggap remeh. Pernah nggak telinga kamu terasa berdenging setelah dengerin musik pakai earphone? Fenomena ini namanya tinnitus. Suaranya kayak "ngiiiiiiing" yang tipis tapi ganggu. Itu sebenarnya kode dari telinga kamu yang bilang, "Woi, capek nih, pelanin dikit dong!"

Gejala lainnya adalah suara orang jadi terdengar kayak bergumam atau "muffled". Kamu merasa orang lain ngomongnya kurang jelas, padahal sebenarnya telinga kamu yang sudah kehilangan sensitivitas terhadap frekuensi tertentu. Kalau kamu sudah mulai sering minta orang mengulangi perkataannya di ruangan yang sebenarnya tenang, itu alarm keras buat segera periksa ke dokter THT.

Tips Biar Tetap Bisa Gaya Tanpa Harus Tuli Dini

Tenang, hidup nggak harus jadi hampa tanpa musik kok. Ada beberapa cara cerdas buat menjaga telinga tetap sehat meski hobi pakai headset:



  • Gunakan Aturan 60/60: Ini aturan emas para audiolog. Dengarkan musik maksimal di volume 60 persen, dan batasi durasinya maksimal 60 menit saja. Setelah satu jam, kasih telinga kamu waktu buat "napas" tanpa headset selama minimal 10-15 menit.
  • Investasi di Noise-Cancelling: Earphone dengan fitur Noise-Cancelling (ANC) itu bukan cuma buat pamer. Fitur ini ngebantu ngeredam suara bising dari luar, jadi kamu nggak perlu menaikkan volume musik gila-gilaan cuma buat ngalahin suara knalpot motor di jalan.
  • Pilih Over-Ear daripada In-Ear: Headset yang bentuknya nutupin seluruh telinga (over-ear) biasanya lebih aman dibanding yang masuk ke lubang telinga (in-ear). Soalnya, jarak antara speaker dan gendang telinga sedikit lebih jauh dan tekanannya nggak langsung "nembak" ke dalam.
  • Jangan Pakai Headset Sambil Tidur: Selain risiko kabel melilit (buat yang pakai kabel), mendengarkan suara terus-menerus pas tidur bikin sel rambut telinga nggak punya waktu istirahat total.

Penutup: Sayangi Telingamu Sebelum Terlambat

Kita sering kali baru menghargai sesuatu pas barang itu rusak. Tapi beda sama layar HP yang retak bisa diganti di servis center, telinga kita nggak punya sparepart original yang bisa dipasang begitu saja. Pendengaran adalah aset investasi jangka panjang. Bayangkan kalau nanti di masa tua kita nggak bisa lagi dengerin suara tawa orang tersayang atau kicauan burung di pagi hari cuma gara-gara ego pengen dengerin musik kencang-kencang di masa muda.

Jadi, memakai headset itu nggak dilarang kok. Itu fakta kalau penggunaan yang berlebihan dan terlalu keras bisa bikin budeg, tapi itu juga pilihan hidup. Yuk, mulai sekarang lebih peka sama volume slider di HP kita. Nggak usah adu kencang sama dunia luar, toh yang tahu bagusnya lagu itu kamu, bukan orang satu gerbong kereta. Stay safe, stay tuned, dan jangan lupa kasih telinga kamu waktu buat istirahat!