Makna Serigala Berbulu Domba, Ungkapan Lama yang Masih Sangat Relevan Sampai Sekarang
Nanda - Saturday, 04 April 2026 | 08:21 AM


Bukan soal hewan, tapi tentang watak manusia
Ungkapan "serigala berbulu domba" tentu bukan benar-benar membahas serigala atau domba. Ini adalah idiom yang menggambarkan seseorang yang tampak baik di luar, tetapi sesungguhnya berbahaya atau punya niat buruk. Cambridge Dictionary menjelaskan frasa ini sebagai orang yang memiliki penampilan ramah dan menyenangkan, tetapi sebenarnya jahat atau tidak baik.
Kenapa memakai gambaran serigala dan domba?
Maknanya jadi lebih mudah dipahami kalau melihat simbolnya. Domba sering dianggap lambang kelembutan, kepolosan, dan sesuatu yang tidak mengancam. Sebaliknya, serigala identik dengan bahaya dan sifat memangsa. Jadi ketika ada "serigala berbulu domba", maksudnya adalah bahaya yang menyamar dalam bentuk yang terlihat aman. Gambaran ini membuat ungkapannya terasa kuat dan mudah diingat.
Ungkapan ini ternyata sudah sangat tua
Frasa ini bukan istilah baru. Asal-usulnya banyak dikaitkan dengan peringatan dalam Injil Matius 7:15 yang berbunyi kurang lebih, "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan pakaian domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas." Dari sini, ungkapan tersebut kemudian dikenal luas sebagai peringatan agar orang tidak mudah tertipu oleh penampilan luar.
Maknanya masih relevan dalam kehidupan sehari-hari
Meski berasal dari ungkapan lama, makna "serigala berbulu domba" tetap sangat relevan sampai sekarang. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah ini bisa dipakai untuk menggambarkan orang yang terlihat sopan, manis, atau penuh perhatian, tetapi ternyata manipulatif. Bisa juga dipakai untuk menyebut pihak yang tampak membantu, padahal sebenarnya punya kepentingan tersembunyi. Karena itu, ungkapan ini sering dipakai saat membahas penipuan, hubungan tidak sehat, atau orang yang bermuka dua.
Bukan berarti kita harus curiga pada semua orang
Yang menarik, makna ungkapan ini bukan mengajak orang hidup dengan prasangka terus-menerus. Pesan utamanya justru mengingatkan bahwa penampilan luar tidak selalu cukup untuk menilai karakter seseorang. Dalam sumber asalnya, setelah peringatan itu ada gagasan bahwa seseorang akan dikenali dari "buahnya", atau kalau dalam bahasa sehari-hari, dari tindakan dan perilakunya. Jadi, inti pesannya lebih ke pentingnya melihat sikap nyata, bukan hanya kata-kata manis.
Dalam dunia modern, maknanya terasa makin luas
Sekarang, "serigala berbulu domba" tidak hanya dipakai untuk orang per orang. Ungkapan ini juga sering dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang tampak baik di permukaan, tetapi ternyata merugikan. Bisa untuk promosi yang menipu, hubungan yang manipulatif, bahkan kebijakan atau tawaran yang terlihat menguntungkan tetapi menyimpan risiko. Itulah kenapa idiom ini terasa tetap hidup, karena maknanya bisa dipakai di banyak situasi.
Cara paling mudah memahami ungkapan ini
Kalau disederhanakan, "serigala berbulu domba" berarti orang atau sesuatu yang kelihatannya baik, padahal sebenarnya berbahaya. Jadi, ungkapan ini mengajarkan satu hal penting: jangan terlalu cepat percaya hanya karena tampilan luar terlihat meyakinkan. Dalam banyak hal, karakter asli biasanya lebih terlihat dari tindakan yang konsisten daripada kesan pertama yang manis.
Next News

Bahaya Konsumsi Makanan Ultra-Proses Secara Berlebihan
in 2 hours

Fakta dan Mitos Seputar Makanan Organik
in 2 hours

Media Sosial Membuat Kita Lebih Terhubung atau Justru Lebih Kesepian?
in 2 hours

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Ini Fakta yang Jarang Disadari
in 2 hours

Krisis Air Bersih: Ancaman Besar yang Mulai Dihadapi Dunia
in 2 hours

Penyakit Tidak Menular Semakin Meningkat, Apakah Gaya Hidup Kita Penyebabnya?
in 2 hours

Gula Diam-Diam Mengancam Kesehatan: Apa yang Terjadi Jika Dikonsumsi Berlebihan?
in 2 hours

30 Menit Bergerak Setiap Hari, Perubahan Besar untuk Kesehatan Tubuh
in 2 hours

Bahaya Hoaks di Era Digital: Cara Mengenali dan Mencegah Penyebarannya
in 2 hours

Gotong Royong di Era Modern: Masih Relevankah bagi Generasi Masa Kini?
in 2 hours





