Minggu, 5 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kota-Kota di Dunia yang Perlahan Tenggelam: Mengapa Ini Bisa Terjadi?

Liaa - Sunday, 05 April 2026 | 02:07 PM

Background
Kota-Kota di Dunia yang Perlahan Tenggelam: Mengapa Ini Bisa Terjadi?

Ancaman Kota Tenggelam: Fenomena yang Semakin Nyata

Selama ini banyak orang mengira tenggelamnya kota hanyalah cerita dalam film bencana. Namun kenyataannya, beberapa kota besar di dunia memang sedang menghadapi ancaman nyata berupa penurunan permukaan tanah dan kenaikan permukaan laut.

Fenomena ini dikenal sebagai *land subsidence*, yaitu kondisi ketika tanah perlahan turun akibat berbagai faktor, seperti pengambilan air tanah berlebihan, pembangunan yang terlalu berat di atas tanah lunak, serta perubahan lingkungan.

Jika kondisi ini berlangsung lama, sebagian wilayah kota dapat berada di bawah permukaan laut dan menjadi sangat rentan terhadap banjir.

Menurut laporan NASA Earth Observatory, beberapa kota pesisir dunia mengalami penurunan tanah hingga beberapa sentimeter setiap tahun.

Dalam jangka panjang, angka ini dapat menyebabkan perubahan besar pada lanskap kota.



Jakarta: Kota Besar yang Turun dengan Cepat

Jakarta sering disebut sebagai salah satu kota yang mengalami penurunan tanah tercepat di dunia. Beberapa wilayah di Jakarta Utara bahkan mengalami penurunan tanah hingga 10 hingga 25 sentimeter per tahun.

Salah satu penyebab utama fenomena ini adalah pengambilan air tanah secara besar-besaran.

Banyak bangunan, industri, dan rumah tangga masih menggunakan air tanah karena keterbatasan jaringan air bersih. Ketika air tanah diambil terus-menerus, lapisan tanah di bawahnya menjadi kosong dan akhirnya turun.

Selain itu, Jakarta juga berada di daerah delta yang memiliki struktur tanah relatif lunak. Kombinasi antara eksploitasi air tanah, pembangunan gedung tinggi, serta kenaikan permukaan laut membuat wilayah pesisir kota semakin rentan banjir.



Tanpa pengelolaan yang baik, sebagian wilayah Jakarta berpotensi berada di bawah permukaan laut dalam beberapa dekade mendatang.

Venice: Kota Kanal yang Terkenal tetapi Rentan

Kota Venice di Italia sudah lama dikenal sebagai kota yang dibangun di atas air. Kota ini berdiri di atas lebih dari 100 pulau kecil di laguna Venesia yang dihubungkan oleh ratusan jembatan dan kanal.

Namun kondisi unik ini juga membuat Venice sangat rentan terhadap banjir. Fenomena yang dikenal sebagai *Acqua Alta* sering menyebabkan air laut naik dan menggenangi jalan-jalan kota, terutama di kawasan Piazza San Marco.

Para ilmuwan mencatat bahwa Venice mengalami penurunan tanah sekitar 1 hingga 2 milimeter per tahun. Meski terlihat kecil, jika digabung dengan kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim, dampaknya bisa menjadi signifikan.



Untuk melindungi kota ini, pemerintah Italia membangun proyek besar bernama MOSE Project, yaitu sistem pintu air raksasa yang dirancang untuk menahan air laut ketika pasang tinggi.

Bangkok: Kota yang Berdiri di Atas Tanah Lunak

Bangkok, ibu kota Thailand, juga menghadapi masalah serupa.

Kota ini dibangun di atas delta Sungai Chao Phraya, wilayah yang memiliki tanah lunak dan mudah mengalami penurunan.

Pada abad ke-20, Bangkok mengalami penurunan tanah yang cukup cepat karena penggunaan air tanah yang sangat intensif. Pemerintah Thailand kemudian mengatur penggunaan air tanah untuk memperlambat proses tersebut.



Namun meskipun laju penurunan tanah berhasil dikurangi, Bangkok tetap menghadapi ancaman dari kenaikan permukaan laut dan banjir musiman.

Beberapa studi memperkirakan bahwa sebagian wilayah Bangkok bisa mengalami banjir permanen dalam beberapa dekade jika tidak ada langkah mitigasi besar.

Mengapa Kota Bisa Tenggelam?

Beberapa faktor utama menyebabkan kota-kota di dunia mengalami penurunan tanah.

1.Pengambilan air tanah berlebihan. Ketika air tanah dipompa keluar dari lapisan bawah tanah, struktur tanah dapat melemah dan perlahan turun.



2.Beban bangunan dan infrastruktur. Kota besar dengan gedung tinggi, jalan raya, dan pembangunan masif memberikan tekanan besar pada tanah, terutama jika tanah tersebut memiliki struktur lunak.

3.Kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim. Pemanasan global menyebabkan es di kutub mencair dan air laut memuai, sehingga permukaan laut secara perlahan naik.

Menurut laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), permukaan laut global diperkirakan akan terus meningkat sepanjang abad ini, memperbesar risiko bagi kota-kota pesisir.

Upaya Mengatasi Ancaman Kota Tenggelam

Para ilmuwan dan pemerintah berbagai negara mulai mengembangkan berbagai strategi untuk menghadapi masalah ini.



Salah satu langkah penting adalah mengurangi penggunaan air tanah dan beralih ke sistem distribusi air bersih yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, beberapa kota juga membangun tanggul laut dan sistem pengendali banjir untuk melindungi wilayah pesisir.

Perencanaan kota yang lebih ramah lingkungan juga menjadi kunci. Pembangunan ruang hijau, pengelolaan air yang baik, serta pengurangan emisi gas rumah kaca dapat membantu memperlambat dampak perubahan iklim.

Kombinasi antara pengelolaan kota yang cerdas dan kebijakan lingkungan yang kuat sangat penting untuk melindungi kota-kota pesisir dari ancaman tenggelam di masa depan.