Selasa, 15 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Kita Bisa Cegukan? Ternyata Ini yang Terjadi di Dalam Tubuh

Tata - Tuesday, 15 September 2026 | 11:35 AM

Background
Kenapa Kita Bisa Cegukan? Ternyata Ini yang Terjadi di Dalam Tubuh

Kenapa Kita Bisa Cegukan? Ternyata Ini yang Terjadi di Dalam Tubuh

Bayangkan situasinya: Kamu lagi asyik nge-date pertama kali di sebuah kafe estetik. Obrolan lagi mengalir seru, suasana lagi hangat-hangatnya, dan pas kamu baru mau ngeluarin jokes andalan buat bikin dia terkesan, tiba-tiba saja... hic! Suara aneh itu keluar dari kerongkongan kamu tanpa permisi. Awalnya satu kali, eh, lama-lama jadi beruntun kayak suara knalpot motor yang lagi batuk-batuk.

Cegukan itu emang nggak kenal tempat dan waktu. Dia bisa datang pas kita lagi presentasi di depan bos, pas lagi khusyuk ibadah, atau bahkan pas lagi tidur nyenyak. Meskipun biasanya cuma bertahan beberapa menit, rasa risihnya minta ampun. Tapi, pernah nggak sih kamu mikir, sebenarnya apa yang lagi terjadi di dalam tubuh kita sampai suara "hic" itu bisa muncul secara otomatis? Ternyata, ini bukan soal ada orang yang lagi kangen atau kamu lagi mau nambah tinggi badan.

Drama di Balik Otot Diafragma

Pelaku utama dari drama cegukan ini adalah sebuah otot besar berbentuk kubah yang letaknya di bawah paru-paru kita, namanya diafragma. Normalnya, otot ini bekerja sangat rapi dan disiplin. Pas kamu tarik napas, diafragma bakal turun ke bawah supaya paru-paru punya ruang buat ngembang. Pas kamu buang napas, dia bakal rileks dan naik ke atas lagi.

Nah, cegukan terjadi kalau si diafragma ini tiba-tiba "ngambek" atau mengalami kejang otot (spasme) yang nggak terkontrol. Karena dia kejang, dia bakal narik napas secara mendadak dan cepat. Di saat yang bersamaan, katup di tenggorokan kita yang namanya glotis (pita suara) langsung menutup dengan kencang buat nahan aliran udara yang masuk tiba-tiba tadi. Perpaduan antara tarikan napas cepat dan pintu tenggorokan yang nutup mendadak itulah yang menghasilkan bunyi "hic" yang khas banget.

Kenapa diafragma bisa tiba-tiba rewel? Biasanya karena ada iritasi pada saraf yang mengaturnya, yaitu saraf frenikus dan saraf vagus. Saraf-saraf ini sensitif banget sama perubahan di area perut dan dada kita.



Kenapa Sih Bisa Kejadian? Ini "Tersangka" Utamanya

Ada banyak hal sepele yang bisa bikin sistem tubuh kita korslet sesaat dan memicu cegukan. Biasanya, pemicunya nggak jauh-jauh dari kebiasaan makan dan minum kita yang kadang kurang santai.

  • Makan Terlalu Cepat dan Rakus: Kalau kamu makan kayak lagi ikut lomba makan kerupuk agustusan, udara bakal ikut ketelan masuk ke lambung. Lambung yang tiba-tiba melar karena penuh makanan dan udara bakal nekan diafragma, yang akhirnya memicu kejang.
  • Minuman Berkarbonasi: Soda itu isinya gas. Begitu masuk ke perut, gasnya bikin lambung kembung. Lagi-lagi, lambung yang "overload" ini bakal ganggu ketenangan si diafragma.
  • Makanan Pedas: Buat pecinta seblak level dewa atau sambal korek, cegukan adalah risiko pekerjaan. Zat capsaicin dalam cabai bisa mengiritasi lapisan perut dan saraf yang nyambung ke diafragma.
  • Perubahan Suhu Mendadak: Lagi panas-panasan terus langsung minum air es yang dingin banget? Itu bisa bikin kaget sistem saraf di area kerongkongan.
  • Emosi yang Meluap: Jangan salah, lagi terlalu senang, terlalu sedih, atau stres berat juga bisa bikin napas kita nggak teratur, yang ujung-ujungnya memicu cegukan.

Mitos "Ada yang Kangen" vs Sains

Di Indonesia, mitos soal cegukan itu kuat banget. Kalau anak kecil cegukan, katanya mau tambah tinggi. Kalau orang dewasa yang kena, katanya ada yang lagi kangen atau lagi diomongin orang lain. Ya, meskipun terdengar manis (terutama kalau yang kangen itu gebetan), sayangnya sains nggak nemu hubungannya antara perasaan orang lain dengan getaran otot diafragma kamu.

Sejujurnya, cegukan itu lebih ke arah gangguan teknis di tubuh kita. Sama kayak kalau laptop tiba-tiba freeze sebentar, tubuh kita juga butuh "restart" kecil. Jadi, daripada nungguin pesan dari mantan yang kamu pikir lagi kangen, lebih baik fokus gimana caranya bikin diafragma kamu tenang lagi.

Cara Ampuh Ngusir Cegukan (Atau Sekadar Eksperimen)

Semua orang punya jurus andalannya masing-masing buat ngilangin cegukan. Mulai dari yang masuk akal sampai yang rada absurd. Sebenarnya, inti dari semua cara itu adalah memutus siklus kejang otot atau ningkatin kadar karbon dioksida (CO2) dalam darah supaya saraf-saraf kita kembali tenang.

Beberapa metode yang populer antara lain menahan napas selama 10 detik, minum air dingin perlahan, atau bernapas di dalam kantong kertas. Ada juga yang percaya kalau dikagetin bisa manjur. Logikanya, kalau kita kaget, sistem saraf kita bakal teralihkan fokusnya dari cegukan ke rasa kaget itu. Tapi ya kalau kagetnya malah bikin pingsan kan repot juga.



Metode lain yang sering disarankan adalah melakukan manuver Valsalva, yaitu menutup hidung dan mulut lalu mencoba mengembuskan napas dengan kuat (seperti saat lagi mengejan). Ini tujuannya buat menstabilkan kembali tekanan di dalam rongga dada.

Kapan Harus Waspada?

Biasanya cegukan itu cuma "tamu lewat" yang bakal hilang sendiri dalam hitungan menit. Tapi, kalau cegukan kamu nggak berhenti-berhenti sampai lebih dari 48 jam, ini baru namanya masalah serius. Di dunia medis, ini disebut cegukan persisten atau kronis.

Cegukan yang nggak mau pergi ini bisa jadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih dalam, seperti gangguan sistem saraf pusat, masalah metabolisme, atau bahkan penyakit di saluran pencernaan yang lebih parah. Jadi, kalau cegukan kamu udah bikin susah tidur dan susah makan berhari-hari, jangan nunggu ada yang kangen, langsung aja cuss ke dokter.

Kesimpulannya, cegukan itu adalah cara tubuh ngingetin kita buat lebih santai. Mungkin kita makannya terlalu buru-buru, mungkin kita lagi terlalu stres, atau mungkin kita cuma butuh minum air putih yang banyak. Meskipun bikin malu kalau terjadi di depan umum, anggap aja itu sebagai pengingat kalau tubuh manusia itu punya mekanismenya sendiri yang unik dan kadang sedikit lucu. Jadi, lain kali kalau kamu cegukan, tarik napas dalam-dalam, tenang, dan nikmati saja iramanya sampai dia hilang sendiri.