Jumat, 12 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Disebut Janda Bolong? Ini Asal-Usul Nama Tanaman yang Unik di Indonesia, Padahal Nama Internasionalnya Sangat Elegan

Laila - Friday, 12 June 2026 | 01:29 PM

Background
Kenapa Disebut Janda Bolong? Ini Asal-Usul Nama Tanaman yang Unik di Indonesia, Padahal Nama Internasionalnya Sangat Elegan

Kenapa Disebut Janda Bolong? Ini Asal-Usul Nama Tanaman yang Unik di Indonesia, Padahal Nama Internasionalnya Sangat Elegan

Tanaman janda bolong pernah menjadi salah satu tanaman hias paling populer di Indonesia. Pada masa tren tanaman hias beberapa tahun lalu, harga tanaman ini bahkan sempat melambung hingga jutaan rupiah karena banyak diburu kolektor.

Namun, di balik popularitasnya, ada satu hal yang selalu menarik perhatian, yaitu namanya. Banyak orang bertanya-tanya mengapa tanaman dengan daun yang indah dan eksotis justru diberi nama "janda bolong". Apalagi jika dibandingkan dengan nama internasionalnya yang terdengar lebih elegan dan ilmiah.

Nama Asli yang Mendunia

Di dunia internasional, tanaman yang dikenal sebagai janda bolong umumnya berasal dari genus Monstera, khususnya jenis Monstera adansonii. Tanaman ini juga sering dijuluki "Swiss Cheese Plant" karena memiliki lubang-lubang alami pada daunnya yang menyerupai keju Swiss.

Nama Monstera sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti "aneh" atau "luar biasa", merujuk pada bentuk daunnya yang unik dan berbeda dari tanaman pada umumnya.



Jika didengar, nama Monstera adansonii tentu terdengar lebih eksklusif dan berkelas dibandingkan dengan sebutan janda bolong yang populer di Indonesia.

Dari Mana Nama Janda Bolong Berasal?

Hingga saat ini tidak ada catatan resmi yang menjelaskan siapa yang pertama kali menciptakan istilah janda bolong. Namun, masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan memberi nama unik dan mudah diingat pada berbagai tanaman.

Sebutan "janda bolong" diyakini muncul karena bentuk daunnya yang memiliki banyak lubang alami. Kata "bolong" merujuk langsung pada ciri khas daun tersebut.

Sementara itu, penggunaan kata "janda" lebih bersifat istilah populer yang berkembang di masyarakat. Dalam budaya Indonesia, kata tersebut sering digunakan untuk menyebut sesuatu yang menarik perhatian, mudah dikenali, atau memiliki ciri khas tertentu sehingga cepat populer di kalangan masyarakat.



Karena terdengar unik dan mengundang rasa penasaran, nama janda bolong pun akhirnya lebih mudah diingat dibandingkan nama ilmiahnya.

Lubang pada Daun Bukan Karena Rusak

Banyak orang mengira lubang pada daun janda bolong muncul karena serangan hama atau penyakit. Faktanya, lubang tersebut merupakan karakter alami tanaman yang disebut fenestrasi.

Para ahli botani meyakini bahwa lubang pada daun membantu tanaman beradaptasi di habitat hutan tropis. Bentuk daun yang berlubang memungkinkan cahaya matahari menembus ke bagian bawah tanaman serta membantu mengurangi risiko daun robek akibat terpaan angin kencang.

Justru semakin jelas pola lubangnya, semakin menarik nilai estetika tanaman tersebut di mata para penggemar tanaman hias.



Tetap Populer Meski Tren Berlalu

Meski tren tanaman hias sempat mereda, janda bolong masih menjadi salah satu tanaman favorit banyak orang. Bentuk daunnya yang artistik, perawatannya yang relatif mudah, serta kemampuannya mempercantik ruangan membuat tanaman ini tetap diminati hingga sekarang.

Menariknya, meskipun dunia mengenalnya sebagai Monstera adansonii atau Swiss Cheese Plant, masyarakat Indonesia tampaknya lebih akrab dengan nama janda bolong. Nama yang sederhana, unik, dan mudah diingat ini justru menjadi bagian dari daya tarik tanaman tersebut.

Jadi, jika suatu hari Anda mendengar seseorang menyebut Monstera adansonii, jangan bingung. Bisa jadi yang dimaksud adalah tanaman janda bolong yang sudah sangat populer di Indonesia, hanya saja dengan nama yang terdengar lebih internasional dan elegan.