Kebiasaan Memakai Kuteks Terlalu Lama Bisa Membuat Kuku Kuning?
Tata - Wednesday, 21 October 2026 | 04:45 PM


Kuteks menjadi salah satu produk kecantikan yang banyak digunakan untuk mempercantik tampilan kuku. Pilihan warna yang beragam membuat kuku terlihat lebih menarik dan rapi. Namun, kebiasaan menggunakan kuteks terus-menerus tanpa memberikan jeda terkadang dapat membuat kuku tampak kekuningan.
Perubahan warna ini bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah pigmen dalam kuteks yang menempel pada permukaan kuku. Meski sering kali tidak berbahaya, kuku yang menguning tetap perlu diperhatikan, terutama jika perubahan warnanya tidak kunjung hilang setelah kuteks dibersihkan.
Mengapa Kuteks Bisa Membuat Kuku Menguning?
Salah satu penyebab kuku menguning setelah memakai kuteks adalah pigmen pewarna yang meninggalkan noda pada lempeng kuku. Risiko ini dapat meningkat ketika seseorang sering menggunakan kuteks berwarna gelap, seperti merah tua, cokelat, biru, atau hitam, tanpa mengaplikasikan lapisan dasar atau base coat.
Pigmen dari kuteks dapat menempel pada permukaan kuku dan membuat warnanya terlihat kekuningan setelah cat kuku dihapus. Kondisi tersebut biasanya lebih berkaitan dengan perubahan warna pada permukaan kuku, bukan berarti kuku pasti mengalami kerusakan serius.
Selain itu, penggunaan penghapus kuteks secara berulang, terutama yang mengandung aseton, dapat membuat kuku dan kulit di sekitarnya menjadi lebih kering. Kuku yang kering atau rapuh mungkin lebih mudah mengalami masalah ketika terus-menerus terkena produk kosmetik dan proses penghapusan kuteks.
Apakah Kuku Kuning Selalu Disebabkan oleh Kuteks?
Tidak selalu. Kuku yang berubah menjadi kuning juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Salah satunya adalah infeksi jamur kuku, yang dapat membuat kuku berubah warna, menebal, rapuh, atau mudah terlepas dari dasar kuku.
Paparan bahan tertentu, kebiasaan merokok, serta sejumlah kondisi kesehatan juga dapat memengaruhi warna kuku. Karena itu, perubahan warna tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai akibat penggunaan kuteks semata.
Jika kuku tetap kuning meskipun kuteks sudah lama dihapus, perubahan warna hanya terjadi pada satu atau beberapa kuku, atau disertai penebalan, nyeri, bau tidak biasa, dan kuku yang mudah hancur, sebaiknya periksakan kondisinya kepada tenaga medis.
Cara Mencegah Kuku Menguning akibat Kuteks
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko perubahan warna kuku akibat penggunaan kuteks.
1. Gunakan base coat sebelum kuteks
Lapisan dasar membantu membatasi kontak langsung antara pigmen kuteks dan permukaan kuku. Produk ini sangat berguna ketika menggunakan warna kuteks yang pekat atau gelap.
2. Berikan jeda penggunaan kuteks
Hindari menumpuk pemakaian kuteks terus-menerus tanpa memeriksa kondisi kuku. Sesekali bersihkan kuku dan biarkan tanpa kuteks agar perubahan warna, kekeringan, atau kerapuhan lebih mudah terlihat.
3. Hindari menghapus kuteks secara kasar
Gunakan penghapus kuteks sesuai petunjuk produk. Jangan mengikis atau mengelupas cat kuku secara paksa karena kebiasaan tersebut dapat merusak lapisan permukaan kuku.
4. Jaga kelembapan kuku dan kutikula
Gunakan pelembap tangan atau minyak khusus kuku dan kutikula untuk membantu mengurangi kekeringan. Hindari memotong atau mendorong kutikula secara berlebihan karena bagian tersebut membantu melindungi area pertumbuhan kuku.
5. Pilih produk kuku yang sesuai
Gunakan kuteks dan penghapus kuteks dari produk yang jelas asal-usulnya. Jika kuku terasa perih, kulit di sekitar kuku mengalami iritasi, atau kuku menjadi semakin rapuh, hentikan sementara penggunaan produk tersebut.
Bagaimana Jika Kuku Sudah Terlanjur Kuning?
Jika perubahan warna diduga berasal dari pigmen kuteks, hentikan pemakaian sementara dan bersihkan kuku dengan lembut. Hindari menggosok kuku terlalu keras atau menggunakan bahan pemutih yang dapat mengiritasi kulit dan merusak permukaan kuku.
Kuku tumbuh secara bertahap, sehingga noda yang sudah menempel mungkin tidak langsung menghilang. Perubahan warna dapat berkurang seiring pertumbuhan kuku baru, bergantung pada penyebab dan tingkat pewarnaannya.
Namun, jika warna kuning menetap, semakin meluas, atau disertai perubahan tekstur kuku, jangan hanya mengandalkan perawatan rumahan. Pemeriksaan medis dapat membantu memastikan apakah penyebabnya sekadar noda kuteks atau berkaitan dengan kondisi lain.
Kesimpulan
Kebiasaan memakai kuteks terlalu lama, terutama warna gelap tanpa lapisan dasar, dapat meninggalkan noda kekuningan pada kuku. Untuk mengurangi risikonya, gunakan base coat, berikan jeda pemakaian kuteks, dan hindari mengikis cat kuku secara kasar.
Meski begitu, kuku kuning tidak selalu disebabkan oleh kuteks. Jika perubahan warna tidak membaik atau disertai kuku menebal, rapuh, maupun terasa nyeri, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Next News

Mengapa Kaki Bisa Mengeluarkan Bau Tidak Sedap Meski Sudah Dicuci? Ini Penyebabnya
in 5 hours

Mengapa Latihan Beban Penting bagi Orang yang Ingin Menambah Massa Tubuh?
in an hour

Apakah Minum Air Putih Sebelum Makan Bisa Membantu Mengontrol Nafsu Makan?
in an hour

Apakah Sarapan Penting untuk Membantu Program Diet?
in an hour

Mengapa Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Mengurangi Porsi Makan?
in an hour

Apakah Makan Malam Selalu Menyebabkan Berat Badan Bertambah?
in an hour

Mengapa Mata Sering Terasa Kering Saat Menggunakan Gadget?
in an hour

Mengapa Tubuh Membutuhkan Vitamin D Setiap Hari?
in an hour

Mengapa Kuku Bisa Menjadi Rapuh dan Mudah Patah?
in an hour

Mengapa Seseorang Membutuhkan Waktu untuk Menyendiri?
in 10 minutes





