Jumat, 30 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Kuku Bisa Menjadi Rapuh dan Mudah Patah?

icaa - Friday, 30 October 2026 | 02:34 PM

Background
Mengapa Kuku Bisa Menjadi Rapuh dan Mudah Patah?

Kuku merupakan bagian tubuh yang memiliki fungsi penting untuk melindungi ujung jari tangan dan kaki. Selain berfungsi sebagai pelindung, kuku juga sering menjadi salah satu bagian tubuh yang diperhatikan dalam menjaga penampilan.

Namun, tidak sedikit orang mengalami masalah kuku rapuh, mudah patah, atau mengelupas. Kondisi ini terkadang membuat kuku sulit tumbuh panjang karena lapisannya mudah rusak.

Kuku yang sehat umumnya memiliki permukaan cukup halus, tidak mudah pecah, dan memiliki warna yang relatif merata. Sebaliknya, kuku yang rapuh dapat menunjukkan adanya pengaruh dari kebiasaan sehari-hari, faktor lingkungan, maupun kondisi kesehatan tertentu.

Lantas, apa saja penyebab kuku menjadi rapuh dan mudah patah?

1. Terlalu Sering Terkena Air

Salah satu penyebab kuku menjadi rapuh adalah terlalu sering terpapar air. Aktivitas seperti mencuci piring, mencuci pakaian, dan membersihkan rumah membuat kuku mengalami kontak berulang dengan air.



Kuku dapat menyerap air dan mengalami perubahan kelembapan. Ketika berulang kali basah kemudian mengering, struktur lapisan kuku dapat melemah sehingga lebih mudah terkelupas atau patah.

Untuk mengurangi risiko tersebut, gunakan sarung tangan pelindung ketika melakukan pekerjaan rumah tangga yang melibatkan air dalam waktu lama.

2. Paparan Bahan Kimia

Penggunaan produk pembersih rumah tangga, deterjen, cairan disinfektan, dan penghapus kuteks tertentu dapat memengaruhi kondisi kuku.

Beberapa bahan kimia dapat menghilangkan kelembapan alami di sekitar kuku sehingga membuatnya terasa kering dan lebih mudah retak.

Selain itu, penggunaan produk perawatan kuku yang terlalu sering, terutama yang mengandung bahan pengering, juga dapat memperburuk kondisi kuku.



Oleh karena itu, penting untuk menggunakan produk perawatan kuku sesuai kebutuhan dan menghindari paparan bahan kimia secara langsung.

3. Kekurangan Nutrisi Tertentu

Kondisi kuku juga dapat dipengaruhi oleh asupan nutrisi sehari-hari. Tubuh membutuhkan berbagai zat gizi untuk mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan, termasuk kuku.

Kekurangan zat besi, protein, zinc, dan beberapa vitamin dalam kondisi tertentu dapat berkaitan dengan perubahan kesehatan kuku.

Sebagai contoh, kekurangan zat besi dapat menyebabkan kuku menjadi rapuh. Sementara itu, asupan protein yang tidak mencukupi dapat memengaruhi proses pembentukan jaringan tubuh.

Untuk membantu menjaga kesehatan kuku, konsumsilah makanan bergizi seimbang seperti telur, ikan, daging, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan.



4. Kebiasaan Menggigit Kuku

Menggigit kuku merupakan kebiasaan yang dapat merusak struktur kuku dan kulit di sekitarnya.

Tekanan berulang ketika menggigit dapat menyebabkan ujung kuku menjadi tidak rata, pecah, bahkan menimbulkan luka kecil pada jaringan sekitar kuku.

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko masuknya kuman melalui luka di sekitar kuku.

Menghentikan kebiasaan menggigit kuku menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kondisi kuku tetap sehat.

5. Terlalu Sering Menggunakan Kuteks dan Kuku Palsu

Kuteks dan kuku palsu memang dapat mempercantik penampilan. Namun, penggunaan yang terlalu sering atau proses pemasangan dan pelepasan yang kurang tepat dapat menyebabkan kuku menjadi lebih kering dan rapuh.



Proses pengikisan permukaan kuku, penggunaan lem, serta bahan kimia untuk melepaskan kuku palsu dapat merusak lapisan pelindung kuku.

Memberikan jeda dari penggunaan kuteks atau kuku palsu dapat membantu mengurangi paparan bahan kimia dan tekanan mekanis pada kuku.

6. Faktor Usia dan Perubahan Kondisi Tubuh

Seiring bertambahnya usia, kondisi kuku dapat mengalami perubahan. Pada sebagian orang, kuku menjadi lebih kering, tipis, atau mudah patah.

Selain faktor usia, perubahan hormon dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi pertumbuhan serta kekuatan kuku.

Gangguan tiroid, misalnya, dapat menimbulkan perubahan pada kondisi kuku. Karena itu, kuku yang terus-menerus rapuh tanpa penyebab yang jelas sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah penampilan semata.



7. Kurangnya Perawatan Kuku

Kuku yang tidak dirawat dengan baik juga lebih berisiko mengalami kerusakan. Misalnya, membiarkan kuku terlalu panjang, memotongnya secara tidak tepat, atau menggunakan alat perawatan yang kurang bersih.

Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kuku tersangkut, retak, dan patah ketika melakukan aktivitas sehari-hari.

Perawatan sederhana seperti memotong kuku secara teratur, mengikir bagian ujung yang tajam, dan menggunakan pelembap pada kuku serta kutikula dapat membantu menjaga kondisinya.

Bagaimana Cara Menjaga Kuku agar Tidak Mudah Patah?

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kuku tetap kuat dan sehat, antara lain:

  • Gunakan pelembap: Oleskan krim pelembap atau minyak khusus kuku pada kuku dan area kutikula.
  • Batasi kontak dengan bahan kimia: Gunakan sarung tangan ketika mencuci piring atau membersihkan rumah.
  • Konsumsi makanan bergizi: Pastikan kebutuhan protein, zat besi, zinc, dan vitamin terpenuhi melalui pola makan seimbang.
  • Potong kuku secara teratur: Jaga panjang kuku agar tidak mudah tersangkut atau patah.
  • Hindari menggigit kuku: Kurangi kebiasaan yang dapat merusak permukaan dan jaringan di sekitar kuku.
  • Berikan jeda penggunaan kuteks: Hindari penggunaan produk kuku secara berlebihan, terutama jika kuku mulai menunjukkan tanda kerusakan.

Jika kuku terus-menerus rapuh, berubah warna, menebal, terasa nyeri, atau mengalami perubahan bentuk, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.