Jumat, 30 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Mata Sering Terasa Kering Saat Menggunakan Gadget?

icaa - Friday, 30 October 2026 | 02:45 PM

Background
Mengapa Mata Sering Terasa Kering Saat Menggunakan Gadget?

Gadget telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Smartphone, laptop, dan tablet digunakan untuk bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga menikmati hiburan. Namun, penggunaan perangkat digital secara terus-menerus terkadang menimbulkan berbagai keluhan pada mata, salah satunya adalah mata terasa kering.

Sebagian orang mungkin pernah merasakan mata perih, seperti berpasir, panas, atau mudah lelah setelah menatap layar dalam waktu lama. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan digital eye strain atau kelelahan mata digital yang sering menyertai berkurangnya frekuensi berkedip.

Mata sebenarnya membutuhkan lapisan air mata untuk menjaga permukaannya tetap lembap dan nyaman. Ketika lapisan tersebut terganggu, mata dapat mengalami kekeringan.

Lantas, mengapa mata sering terasa kering saat menggunakan gadget?

1. Frekuensi Berkedip Menjadi Lebih Rendah

Salah satu penyebab utama mata terasa kering ketika menggunakan gadget adalah berkurangnya frekuensi berkedip.



Saat membaca atau memperhatikan layar, seseorang biasanya lebih fokus sehingga tanpa disadari menjadi lebih jarang berkedip. Padahal, berkedip memiliki fungsi penting untuk menyebarkan air mata ke seluruh permukaan mata.

Ketika frekuensi berkedip menurun, lapisan air mata dapat lebih cepat menguap. Akibatnya, permukaan mata menjadi kurang lembap dan menimbulkan rasa kering atau perih.

2. Terlalu Lama Menatap Layar

Menggunakan gadget selama berjam-jam tanpa jeda dapat meningkatkan risiko kelelahan mata.

Ketika seseorang terus-menerus menatap layar, mata harus bekerja untuk mempertahankan fokus. Aktivitas tersebut dapat menyebabkan mata terasa berat, tegang, dan tidak nyaman.

Selain itu, durasi menatap layar yang panjang juga sering membuat seseorang lupa mengistirahatkan mata.



Karena itu, memberikan jeda secara berkala sangat penting untuk menjaga kenyamanan penglihatan.

3. Pengaruh Pendingin Ruangan dan Kipas Angin

Lingkungan tempat seseorang menggunakan gadget juga dapat memengaruhi kelembapan mata.

Ruangan berpendingin udara atau penggunaan kipas angin yang mengarah langsung ke wajah dapat mempercepat penguapan air mata.

Akibatnya, mata lebih mudah terasa kering, terutama ketika seseorang bekerja di depan komputer dalam waktu lama.

Untuk mengurangi risiko tersebut, hindari mengarahkan aliran udara langsung ke wajah dan usahakan menjaga kelembapan ruangan.



4. Jarak dan Posisi Layar yang Kurang Tepat

Posisi penggunaan gadget juga berpengaruh terhadap kenyamanan mata.

Menatap layar terlalu dekat atau menggunakan perangkat dengan posisi yang kurang nyaman dapat meningkatkan ketegangan mata.

Selain itu, posisi layar yang terlalu tinggi dapat membuat mata terbuka lebih lebar sehingga permukaan mata lebih banyak terpapar udara dan air mata lebih cepat menguap.

Sebaiknya, letakkan layar komputer sedikit di bawah garis pandang mata dan gunakan jarak yang nyaman ketika membaca atau bekerja.

5. Pencahayaan Layar Terlalu Terang atau Redup

Pengaturan kecerahan layar yang tidak sesuai dengan kondisi ruangan dapat membuat mata lebih cepat merasa tidak nyaman.



Layar yang terlalu terang di ruangan gelap dapat menimbulkan silau. Sebaliknya, layar yang terlalu redup di lingkungan terang dapat membuat seseorang lebih sulit membaca tulisan.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan ketegangan mata dan memperburuk rasa lelah ketika menggunakan gadget.

Oleh karena itu, sesuaikan tingkat kecerahan layar dengan pencahayaan di sekitar.

6. Kurangnya Istirahat saat Menggunakan Gadget

Banyak orang menggunakan gadget dalam waktu lama tanpa memberikan kesempatan kepada mata untuk beristirahat.

Kebiasaan ini dapat membuat keluhan mata kering dan lelah semakin terasa, terutama ketika aktivitas membutuhkan konsentrasi tinggi.



Salah satu cara sederhana yang dapat diterapkan adalah aturan 20-20-20. Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.

Cara ini membantu mengurangi ketegangan akibat fokus jarak dekat secara terus-menerus.

7. Kondisi Mata Kering yang Sudah Ada Sebelumnya

Tidak semua kasus mata kering disebabkan oleh penggunaan gadget. Sebagian orang memang memiliki kondisi mata kering akibat produksi air mata yang kurang atau penguapan air mata yang terlalu cepat.

Faktor usia, perubahan hormon, penggunaan lensa kontak, serta beberapa jenis obat juga dapat memengaruhi kondisi tersebut.

Ketika seseorang dengan kondisi mata kering menggunakan gadget dalam waktu lama, keluhannya mungkin menjadi lebih terasa.



Jika mata sering kering meskipun penggunaan gadget sudah dikurangi, pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu mengetahui penyebabnya.

Bagaimana Cara Mencegah Mata Kering Saat Menggunakan Gadget?

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan mata, di antaranya:

  • Sering berkedip: Biasakan berkedip secara sadar ketika membaca atau bekerja di depan layar.
  • Terapkan aturan 20-20-20: Istirahatkan pandangan setiap 20 menit dengan melihat objek sejauh sekitar 6 meter selama 20 detik.
  • Atur kecerahan layar: Sesuaikan pencahayaan gadget dengan kondisi ruangan.
  • Jaga jarak pandang: Hindari memegang smartphone terlalu dekat dengan mata.
  • Hindari udara langsung: Jangan mengarahkan kipas angin atau AC langsung ke wajah.
  • Gunakan obat tetes mata jika diperlukan: Pilih produk air mata buatan yang sesuai dengan kondisi mata dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila keluhan berulang.
  • Batasi penggunaan gadget: Berikan waktu istirahat setelah menggunakan perangkat digital dalam durasi panjang.

Jika mata mengalami nyeri hebat, kemerahan berat, sensitif terhadap cahaya, atau perubahan penglihatan mendadak, segera periksakan diri ke dokter mata.