Jelang Lebaran, Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Presiden untuk Korban Bencana di Huntara Simatohir
Liaa - Tuesday, 17 March 2026 | 09:19 AM


TAPSEL
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, kembali menyerahkan bantuan untuk warga terdampak bencana longsor yang terjadi pada November 2025 di Desa Panobasan Lombang, Kecamatan Angkola Barat.
Penyerahan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto, dilakukan di hunian sementara (huntara) yang dibangun di lahan PTPN IV Desa Simatohir, Senin (16/3/2026).
Sudah dua pekan warga Desa Panobasan Lombang yang terdiri dari 123 kepala keluarga, menempati huntara. Sebelumnya mereka tinggal di rumah saudara dan ada pula yang mengontrak rumah.
Bupati Gus Irawan datang ke huntara ini membagikan bantuan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menanyakan kepada kaum ibu apa saja kebutuhan yang diperlukan selama di huntara.
"Selimut, kelambu butuh? Ini merupakan bantuan untuk para warga di Huntara Desa Simatohir yang kami bagikan menjelang Idulfitri. Semoga bermanfaat," ucap Gus Irawan.
Gus Irawan menjelaskan, huntara Simatohir akan dilanjutkan pembangunannya menjadi hunian tetap (huntap). Di tempat ini juga sudah berdiri sebuah sekolah dasar untuk kegiatan belajar anak-anak dari Desa Panobasan Lombang.
Ia juga menekankan kepada warga di huntara Simatohir agar menjaga kebersihannya. Termasuk larangan kepada warga untuk beternak jenis apapun.
"Ini sudah kesepakatan bersama PTPN IV agar warga tidak berternak di lokasi ini. Sampah juga jangan dibuang sembarangan nanti menjadi sumber penyakit. Saya mohon pengertiannya," ujar orang nomor satu di Pemkab Tapsel ini.
Dalijaro Mendrofa, salah satu warga yang menempati huntara, mengungkapkan, air bersih masih menjadi kendala selama dua pekan warga menghuni huntara.
"Memang ada tanki air yang disediakan, namun ketika keran dibuka, air sama sekali tidak mengalir. Air sampai hari ini belum masuk. Memang ada pemasangan pipa sementara untuk kebetuhan air bersih bagi warga," ujarnya.
Dia pun menanggapi pernyataan Bupati Gus Irawan soal kesepatan larangan beternak bagi warga di huntara Simatohir. Baginya itu bukan menjadi masalah.
"Itu juga untuk kebersihan kita bersama. Masih bisa beternak di kampung masing-masing jangan di huntara ini. Lagi pula sebagian besar warga sudah menjual hewan ternaknya dengan harga murah seusai bencana kemarin," pungkasnya.
Next News

Aceh Tetapkan Status Siaga Hidrometeorologi hingga 20 April 2026, Pemda Diminta Aktifkan Posko 24 Jam
8 hours ago

Wali Kota Medan Bahas Kesiapan Haji 2026, 1.883 Jemaah Siap Berangkat ke Tanah Suci
8 hours ago

Porwasu 2026 Resmi Ditutup, Pemprov Sumut Jadikan Agenda Tahunan HPN
2 hours ago

15 Tahun Menunggu, Desa Lantosan Rogas Jadi Tuan Rumah Pengajian Akbar Bulanan Pemkab Tapsel dan BKMT Kasih Ibu
15 hours ago

Cuaca Ekstrem Terjang Batubara dan Simalungun, Dua Rumah Rusak Akibat Puting Beliung
7 hours ago

Rico Waas Buka MTQ ke-59 Kota Medan, Diikuti 692 Peserta dari 21 Kecamatan
a day ago

Hutama Karya Percepat JTTS, Komisi V dan VI DPR RI Kawal Proyek Strategis di Aceh dan Jambi
a day ago

Didukung APBN 2026, Samosir Disiapkan Jadi Sentra Bawang Putih Nasional
a day ago

Pemkot Medan sediakan tenda bazar UMKM gratis di MTQ ke-59
2 days ago

30 Atlet Sumut Peraih Medali SEA Games 2025 Terima Bonus, Emas Diguyur Rp75 Juta
2 days ago





