Imigrasi Tanjungbalai Perketat Paspor PMI Tujuan Kamboja untuk Cegah TPPO
RAU - Saturday, 24 January 2026 | 08:58 AM


KANTOR Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai memperketat proses penerbitan paspor bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ingin bekerja ke Kamboja. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta pengiriman tenaga kerja nonprosedural yang belakangan kembali meningkat.
Kepala Kantor Imigrasi Tanjungbalai menyampaikan bahwa pihaknya kini menerapkan pemeriksaan berlapis, mulai dari wawancara mendalam hingga verifikasi data dan dokumen calon PMI. Pada proses itu, petugas memastikan bahwa setiap pemohon paspor memiliki tujuan kerja yang jelas, legal, serta dilengkapi dokumen penunjang dari perusahaan atau agen penempatan.
Menurut informasi yang dihimpun, pengetatan dilakukan menyusul maraknya kasus pengiriman WNI secara ilegal ke Kamboja yang berujung pada eksploitasi, penipuan kerja, hingga penyekapan oleh sindikat. Sebagian korban dipaksa bekerja dalam aktivitas penipuan daring (online scam) dengan jam kerja tinggi dan tanpa perlindungan.
Selain memperketat proses penerbitan paspor, Imigrasi Tanjungbalai juga meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Ketenagakerjaan, BP2MI, serta aparat penegak hukum. Kolaborasi ini dilakukan untuk memantau pola rekrutmen, menindak agen ilegal, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai prosedur resmi menjadi PMI.
Pihak Imigrasi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing tawaran pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri tanpa melalui mekanisme penempatan yang sah. Calon PMI diminta memastikan legalitas perusahaan, kontrak kerja, serta perlindungan yang akan diterima sebelum menjalani proses paspor.
Dengan kebijakan ini, Imigrasi berharap potensi terjadinya perdagangan orang dapat ditekan dan keselamatan PMI asal Sumatera Utara dapat terjamin selama bekerja di luar negeri.
Next News

Anggaran BPBD Madina Rp489 Juta, Dana Bencana Tersedia Rp5,6 Miliar
2 hours ago

Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama 14 Hari
7 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 31 Oktober 2026: Mayoritas Hujan Ringan, 7 Wilayah Berawan
11 hours ago

Disambut Hangat Dubes RI di Uzbekistan, Perjalanan Kakek-Nenek Keliling Dunia Penuh Kisah Persahabatan
a day ago

Jelajahi Padang Tandus China-Kazakhstan, Kakek-Nenek Keliling Dunia Cicipi Steak Daging Kuda di Almaty
a day ago

Suhu China Turun hingga 4 Derajat Celsius, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tetap Lanjutkan Ekspedisi
a day ago

Lewati Puluhan Terowongan Pegunungan China, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tiba di Chengdu
a day ago

Masuk China dengan Mobil Sendiri, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Pemeriksaan Ketat di Perbatasan
a day ago

Tertahan Tiga Hari di Perbatasan Malaysia, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Masalah Dokumen Kendaraan
a day ago

Filter Oli Sulit Ditemukan di Thailand, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Tantangan Menuju Laos
a day ago





