Jumat, 13 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Polda Sumut Kerahkan 11.002 Personel dalam Operasi Ketupat Toba 2026

Liaa - Friday, 13 March 2026 | 08:47 AM

Background
Polda Sumut Kerahkan 11.002 Personel dalam Operasi Ketupat Toba 2026

Medan Polda Sumatera Utara mengerahkan sebanyak 11.002 personel gabungan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 yang berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Kepala Biro Operasi Polda Sumut Kombes Pol Dr. Dwi Tunggal Jaladri, SH menjelaskan, ribuan personel tersebut terdiri dari 8.002 personel Polri dan sekitar 600 personel yang tergabung dalam Satgas Polda Sumut.

"Kita sudah memulai Operasi Ketupat Toba 2026 dengan melibatkan total 11.002 personel gabungan," ujar Jaladri kepada wartawan di sela kegiatan buka puasa bersama dan silaturahmi Kapolda Sumut dengan media, Kamis (12/3/2026) di Aula Tribrata Polda Sumut.

Dalam operasi pengamanan Lebaran tahun ini, Polda Sumut juga menyiapkan sebanyak 164 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah. Pos tersebut terdiri dari 90 Pos Pengamanan (Pos Pam), 63 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 11 Pos Terpadu.

Pos Pengamanan difungsikan untuk menjaga keamanan di titik-titik strategis, sedangkan Pos Pelayanan disiapkan untuk memberikan layanan kepada masyarakat, termasuk menerima laporan dari warga selama masa arus mudik dan balik Lebaran.



Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada sejumlah bandara utama di Sumatera Utara, yakni Bandara Kualanamu, Bandara Silangit, dan Bandara Pinang Sori.

Polda Sumut memprediksi puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada 14 hingga 19 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan berlangsung pada 25 hingga 28 Maret 2026.

Jaladri juga mengingatkan adanya sejumlah titik rawan kemacetan yang perlu diantisipasi, terutama di jalur Labuhan Batu Selatan dan kawasan Labuhan Batu.

Menurutnya, pada tahun sebelumnya tercatat sekitar 13 kali kejadian kemacetan di kawasan tersebut. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya akan menurunkan satu pleton personel Polda Sumut bersama Brimob.

Selain jalur mudik, pengamanan juga difokuskan pada kawasan wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat, terutama di wilayah Parapat.