Minggu, 30 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Hujan picu banjir, perjalanan Kakek-Nenek keliling dunia menuju Boten terkendala

Laila - Sunday, 30 August 2026 | 12:57 PM

Background
Hujan picu banjir, perjalanan Kakek-Nenek keliling dunia menuju Boten terkendala

Hujan Deras Picu Banjir di Laos, Perjalanan Pasangan Asal Aceh Menuju Boten Terkendala

PADANGSIDIMPUAN – Hujan deras yang mengguyur sepanjang malam menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan yang menghubungkan Luang Namtha menuju Boten, Laos, pada Sabtu (29/8/2026).

Banjir tersebut menjadi tantangan bagi pasangan asal Aceh, T. Faisal Laksamana (65) dan dr. Indriati (61), yang tengah menjalani perjalanan darat bertajuk Kakek-Nenek Keliling Dunia.

Faisal menuturkan, dalam perjalanan menuju Boten, mereka juga melihat sebuah motorhome milik rekan perjalanan asal Spanyol yang sempat terjebak di kawasan terdampak banjir.

Motorhome tersebut membawa satu keluarga yang terdiri atas pasangan suami istri dan tiga anak. Kondisi itu sempat membuat rombongan Faisal dan Indriati khawatir.

Namun, setelah terus memantau perkembangan situasi, mereka mendapat kabar bahwa keluarga asal Spanyol tersebut telah berhasil keluar dari kawasan banjir dan melanjutkan perjalanan menuju hotel.



Bagi Faisal dan Indriati, cuaca ekstrem tersebut menjadi tantangan karena mereka memiliki batas waktu untuk tiba di Boten, kota perbatasan Laos-China. Keduanya menargetkan sudah berada di kota tersebut paling lambat 2 September 2026.

"Perjalanan dari Luang Namtha menuju Boten hari ini cukup menegangkan. Hujan semalaman menyebabkan pagi ini terjadi banjir di beberapa bagian jalan. Kami berharap air segera surut sehingga perjalanan kami bisa kembali lancar," kata Faisal dan Indriati.

Mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan memasuki China pada 3 September 2026 sebagai bagian dari rute panjang ekspedisi overland keliling dunia.

Menurut keduanya, perjalanan lintas negara melalui jalur darat tidak selalu dapat berlangsung sesuai rencana. Selain harus menempuh jarak yang jauh, faktor alam seperti hujan deras dan banjir juga dapat memengaruhi jadwal perjalanan.

Faisal dan Indriati berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga perjalanan menuju Boten dapat berlangsung dengan aman dan mereka bisa tiba sesuai jadwal.



"Mohon doa dari semua sahabat dan keluarga agar banjir segera surut, perjalanan kami menuju Boten berjalan lancar dan kami dapat tiba tepat waktu untuk melanjutkan perjalanan masuk ke China pada 3 September 2026," ujar keduanya.

Tags