Gurita: Hewan Laut dengan Tiga Jantung dan Darah Berwarna Biru
Laila - Wednesday, 06 May 2026 | 06:40 PM


Gurita: Si 'Ningrat' Lautan yang Punya Tiga Jantung dan Darah Biru
Pernah nggak sih kamu lagi bengong di pinggir pantai, terus mikir, "Sebenarnya makhluk paling aneh di bumi ini siapa ya?" Kalau jawabanmu adalah alien yang turun dari UFO, kayaknya kamu perlu kenalan lebih jauh sama penghuni laut yang satu ini: Gurita. Jujurly, makhluk ini bukan cuma sekadar bahan takoyaki atau pelengkap di piring seafood kamu. Gurita itu lebih mirip teknologi masa depan yang nyasar di zaman sekarang.
Kalau kita ngomongin soal anatomi, gurita ini benar-benar 'out of the box'. Kita manusia, yang merasa paling superior di planet ini, cuma punya satu jantung. Itu pun kalau patah hati rasanya sudah mau kiamat, kan? Nah, si gurita ini punya tiga jantung sekaligus. Bayangin, tiga! Nggak cuma itu, kalau darah kita merah merona karena hemoglobin, darah mereka malah biru estetik kayak sirup curacao. Penasaran nggak sih, kok bisa evolusi sekreatif itu?
Tiga Jantung: Dua Buat Napas, Satu Buat Gaya (Eh, Sirkulasi)
Oke, mari kita bedah satu-satu. Kenapa sih harus tiga? Apa nggak repot ngaturnya? Jadi begini ceritanya. Dua jantung gurita, yang disebut jantung branchial, fungsinya khusus buat memompa darah ke insang. Mereka fokus banget buat memastikan oksigen masuk ke sistem dengan lancar. Nah, jantung yang ketiga, alias jantung sistemik, bertugas memompa darah yang sudah kaya oksigen tadi ke seluruh bagian tubuh lainnya.
Tapi ada plot twist yang agak menyedihkan di sini. Jantung sistemik si gurita ini bakal berhenti berdetak saat mereka berenang. Iya, kamu nggak salah baca. Begitu mereka mulai gerak aktif menggunakan dorongan air (jet propulsion), jantung utamanya malah mogok kerja. Makanya, gurita itu sebenarnya lebih suka merayap atau jalan pelan-pelan di dasar laut daripada berenang jarak jauh. Berenang buat mereka itu capeknya minta ampun, ibarat kita disuruh lari maraton sambil nahan napas. Makanya jangan heran kalau gurita kelihatan agak mager kalau nggak lagi dikejar predator.
Darah Biru yang Bukan Sekadar Keturunan Bangsawan
Kalau di dunia manusia, istilah 'darah biru' itu ditujukan buat para bangsawan atau kaum ningrat. Tapi di samudra, gurita adalah pemilik darah biru yang sesungguhnya tanpa perlu gelar kerajaan. Alasan ilmiahnya sebenarnya keren banget. Kalau darah manusia warnanya merah karena mengandung zat besi (hemoglobin), darah gurita warnanya biru karena mengandung tembaga yang disebut hemosianin.
Kenapa mereka pakai tembaga? Kenapa nggak besi aja biar sama kayak kita? Ternyata ini soal survival, kawan. Hemosianin itu jauh lebih efisien dalam mengangkut oksigen di lingkungan yang sangat dingin dan rendah oksigen, kayak di dasar laut yang gelap dan dalam. Zat besi bakal kesulitan bekerja di suhu ekstrem kayak gitu, tapi tembaga mah santai aja. Jadi, warna biru itu bukan buat gaya-gayaan biar kelihatan indie, tapi memang syarat mutlak biar mereka nggak mati kedinginan di bawah sana.
Kenapa Kita Harus Peduli?
Mungkin kamu bakal nanya, "Terus kalau jantungnya tiga dan darahnya biru, faedahnya buat gue apa?" Nah, di sini poin menariknya. Mempelajari gurita itu kayak ngintip kemungkinan kehidupan di planet lain. Mereka ini pintar banget. Selain urusan jantung dan darah, gurita punya sembilan otak (satu otak pusat dan delapan otak kecil di setiap lengannya). Mereka bisa buka toples, pakai alat bantu, bahkan bisa ngenalin muka manusia yang sering ngasih makan mereka.
Ada sebuah observasi menarik: gurita itu salah satu hewan yang paling 'sadar diri' tapi punya umur yang sangat pendek. Kebanyakan cuma hidup 1 sampai 5 tahun. Kayak sebuah desain mesin yang super canggih, punya tiga mesin pompa, sistem pendingin warna biru yang mutakhir, tapi masa garansinya cuma sebentar. Agak tragis ya kalau dipikir-pikir.
Beberapa hal unik yang bikin gurita makin kerasa 'alien':
- Bisa mengubah tekstur kulit jadi mirip batu atau terumbu karang dalam hitungan detik.
- Nggak punya tulang sama sekali, jadi bisa nyelip di lubang sekecil koin.
- Kalau terdesak, mereka bisa mutusin lengannya sendiri dan nantinya bakal tumbuh lagi.
- Punya kemampuan problem solving yang bikin ilmuwan sering geleng-geleng kepala.
Kesimpulan: Keajaiban di Balik Piring Seafood
Jadi, lain kali kalau kamu lagi makan calamari atau lihat gurita di akuarium, ingatlah kalau makhluk di depanmu itu punya sistem kehidupan yang sangat kompleks. Mereka adalah bukti kalau alam semesta itu nggak cuma punya satu cara buat menciptakan kehidupan yang cerdas. Kita hidup berdampingan sama makhluk yang punya tiga jantung yang berdenyut dan darah biru yang mengalir dingin di dalam tubuhnya.
Menurut opini pribadi saya, gurita itu adalah pengingat bahwa Bumi ini masih penuh misteri. Kadang kita sibuk nyari tanda-tanda kehidupan di Mars, padahal di kedalaman laut kita sendiri ada makhluk yang anatominya jauh lebih aneh dari bayangan film fiksi ilmiah manapun. Menghargai keberadaan mereka bukan cuma soal menjaga ekosistem, tapi juga soal mengagumi betapa liarnya imajinasi evolusi.
Singkatnya, gurita itu keren, beda, dan sedikit 'rebel' dari pakem biologi pada umumnya. Punya tiga jantung mungkin terdengar berlebihan buat kita, tapi buat gurita, itulah cara mereka bertahan di dunia yang keras di bawah sana. Jadi, mari kita kasih apresiasi lebih buat si ningrat laut yang satu ini!
Next News

Benarkah Kurus = Sehat?
in 7 hours

Bukan Cuma Bau, Ternyata Sendawa Sapi Lebih Bahaya dari Knalpot Racing?
in 7 hours

Ternyata Selama Ini Kita Ditipu Stroberi: Si Merah Cantik Itu Bukan Buahnya!
in 5 hours

Mata Jaguar, Sistem Penglihatan Malam Alami yang Enam Kali Lebih Tajam dari Manusia
in 6 hours

Keajaiban Laut: Kisah Kuda Laut Jantan yang Melahirkan
in 6 hours

Nasi Keras Bak Rengginang? Simak Tips Agar Nasi Tetap Pulen
in 5 hours

Bukan Sekadar Kotoran, Inilah Fakta Unik di Balik Tai Lalat Kita
in 5 hours

Cara Mengempukkan Daging Sapi Secara Efisien Tanpa Boros Gas
in 4 hours

6 Mei, International No Diet Day
in 4 hours

Benarkah Pisang Bisa Membantu Meredakan Diare? Ini Penjelasan Medisnya
in 4 hours





