Cara Mengempukkan Daging Sapi Secara Efisien Tanpa Boros Gas
Laila - Wednesday, 06 May 2026 | 05:30 PM


Memasak daging sapi kerap menjadi tantangan tersendiri. Banyak orang menginginkan tekstur daging yang empuk dan mudah dikunyah, tetapi khawatir dengan waktu memasak yang lama serta konsumsi gas yang meningkat. Terlebih pada bagian daging tertentu seperti paha atau bagian berurat, proses perebusan bisa memakan waktu cukup panjang apabila tidak menggunakan teknik yang tepat.
Namun, terdapat berbagai metode yang dapat diterapkan untuk menghasilkan daging sapi yang empuk tanpa harus merebusnya selama berjam-jam. Berikut beberapa teknik yang dapat dicoba.
Teknik 5-30-7
Metode ini dikenal sebagai cara praktis untuk menghemat penggunaan gas tanpa mengurangi kualitas tekstur daging.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
Didihkan air hingga benar-benar mendidih.
Masukkan potongan daging sapi ke dalam air mendidih, lalu rebus selama 5 menit dengan panci tertutup rapat.
Setelah 5 menit, matikan kompor tanpa membuka tutup panci. Biarkan daging berada di dalam panci tertutup selama 30 menit.
Setelah 30 menit, nyalakan kembali kompor dan rebus selama 7 menit.
Teknik ini memanfaatkan panas yang terperangkap di dalam panci untuk melanjutkan proses pematangan serat daging tanpa api menyala terus-menerus. Hasilnya, daging menjadi lebih empuk dengan penggunaan gas yang lebih efisien.
Memotong Daging Melawan Arah Serat
Teknik pemotongan daging juga sangat berpengaruh terhadap tekstur akhir. Serat daging tersusun sejajar seperti benang. Apabila daging dipotong searah serat, serat akan tetap panjang sehingga lebih sulit dikunyah.
Sebaliknya, potonglah daging secara melintang atau berlawanan arah serat. Cara ini memutus serat-serat panjang tersebut sehingga daging lebih mudah empuk saat dimasak dan lebih nyaman dikonsumsi.
Memanfaatkan Enzim Alami dari Daun Pepaya dan Nanas
Bahan alami juga dapat digunakan sebagai pelunak daging.
Daun pepaya mengandung enzim papain yang mampu memecah protein dalam daging. Caranya, bungkus daging mentah dengan daun pepaya yang telah diremas, kemudian diamkan selama 30–60 menit sebelum dimasak. Jangan terlalu lama agar tekstur daging tidak menjadi terlalu lunak.
Selain itu, nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki fungsi serupa. Parutan nanas dapat dioleskan tipis pada permukaan daging dan didiamkan sekitar 10–15 menit. Setelah itu, bilas daging hingga bersih sebelum dimasak untuk menghindari perubahan rasa.
Menggunakan Baking Soda
Baking soda juga kerap dimanfaatkan untuk mengempukkan daging, terutama pada masakan tumis yang membutuhkan waktu memasak singkat.
Taburkan sedikit baking soda pada potongan daging, aduk hingga merata, lalu diamkan selama sekitar 15 menit. Setelah itu, bilas hingga benar-benar bersih sebelum dimasak. Baking soda bekerja dengan meningkatkan pH permukaan daging sehingga protein tidak mengikat terlalu kuat saat terkena panas, sehingga teksturnya menjadi lebih lembut.
Teknik Perubahan Suhu dengan Es Batu
Sebagian orang juga memanfaatkan perubahan suhu saat merebus daging. Ketika daging telah direbus beberapa saat, tambahkan beberapa potong es batu ke dalam air rebusan. Perubahan suhu yang mendadak dapat membantu merenggangkan serat daging sehingga proses pengempukan berlangsung lebih cepat.
Meskipun metode ini masih sering diperdebatkan secara ilmiah, praktiknya telah banyak digunakan dalam rumah tangga dan dianggap cukup membantu.
Mengempukkan daging sapi tidak selalu memerlukan waktu perebusan yang lama dan penggunaan gas yang berlebihan. Dengan menerapkan teknik yang tepat—mulai dari metode 5-30-7, cara memotong daging yang benar, hingga pemanfaatan bahan alami—proses memasak dapat menjadi lebih efisien dan hemat energi.
Dengan sedikit perencanaan dan pemahaman teknik, hidangan berbahan dasar daging sapi seperti rendang, semur, atau soto dapat dinikmati dengan tekstur empuk tanpa harus khawatir terhadap pemborosan bahan bakar.
Next News

Keajaiban Laut: Kisah Kuda Laut Jantan yang Melahirkan
in 7 hours

Gurita: Hewan Laut dengan Tiga Jantung dan Darah Berwarna Biru
in 7 hours

Nasi Keras Bak Rengginang? Simak Tips Agar Nasi Tetap Pulen
in 6 hours

Bukan Sekadar Kotoran, Inilah Fakta Unik di Balik Tai Lalat Kita
in 6 hours

6 Mei, International No Diet Day
in 5 hours

Benarkah Pisang Bisa Membantu Meredakan Diare? Ini Penjelasan Medisnya
in 5 hours

7 Negara dengan Biaya Hidup Tertinggi 2026, Swiss dan Singapura Masuk Daftar
in 4 hours

5 Kebiasaan Pagi yang Bikin Awet Muda, Bukan Cuma Andalkan Skincare
in 3 hours

7 Manfaat Wedang Uwuh untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Membuatnya
in 3 hours

7 Kebiasaan Orang Kaya Modern di Era Digital, Bukan Sekadar Soal Gaji Besar
in 3 hours





